Banyak Sekolah Kekurangan Siswa, Program KB di DIY Dinilai Berhasil 

Zaman dulu sekolah banyak dibangun untuk memenuhi kebutuhan anak‎

Gunungkidul, IDN Times - ‎Puluhan SD dan SMP baik negeri maupun swasta di Kabupaten Bantul dan Gunungkidul mengalami kekurangan siswa baru pada tahun ajaran baru 2022/2023.

Kekurangan siswa baru diklaim oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai keberhasilan program keluarga berencana (KB). 

 

1. KB berhasil bisa berpengaruh pada jumlah siswa baru

Banyak Sekolah Kekurangan Siswa, Program KB di DIY Dinilai Berhasil Ilustrasi sekolah dasar. (IDN Times/Daruwaskita)

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo tak membantah keberhasilan program keluarga berencana (KB) mempengaruhi berkurangnya jumlah siswa yang masuk sekolah. 

"Ya boleh saja anda bilang ada sekolah yang kekurangan (karena program KB berhasil). Tapi itu dulu kan riwayatnya karena kebanyakan sekolah," katanya usai menghadiri launcing gerakan orangtua asuh peduli stunting di Padukuhan Ngalang Ombo, Kalurahan Dadapayu, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Senin (27/6/2022).

2. Sekolah banyak dibangun karena untuk memenuhi kebutuhan anak‎

Banyak Sekolah Kekurangan Siswa, Program KB di DIY Dinilai Berhasil Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo(baju batik).(doc.istimewa)

Banyaknya sekolah yang dibangun, kata Hasto lantaran orang-orang pada zaman dulu memiliki banyak anak. "Artinya apa? Sekarang ini kan, remajanya banyak tapi balitanya sedikit, orangtuanya sedikit. Sekarang kan bentuknya seperti itu," tutur mantan Bupati Kulon Progo ini.

"Kalau dulu banyak anak sehingga dibangun sekolah banyak-banyak, sekarang sudah ikut KB bagus. Wajarlah," imbuhnya. 

Baca Juga: Waduh, 75 SMP Negeri dan Swasta Gunungkidul Kekurangan Siswa Baru   

3. DIY dinilai berhasil dalam melaksanakan program KB‎

Banyak Sekolah Kekurangan Siswa, Program KB di DIY Dinilai Berhasil Ilustrasi pelajar SMP.(IDN Times/Daruwaskita)

Keberhasilan program KB di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) jelas Hasto di DIY ditunjukkan dengan rasio perbandingan perempuan yang tidak melahirkan lebih besar. 

"Di DIY ini rata-rata per orang melahirkan per perempuan 1: 9 tidak sampai 3 dan itu menunjukkan kesadaran yang luar biasa akan KB. Itu bukti DIY berhasil dalam program KB," ucapnya.‎

Hironymus Daruwaskita Photo Community Writer Hironymus Daruwaskita

Main sambil kerja

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya