Sri Sultan Minta Pasien COVID-19 Berkomorbid segera Pindah ke Selter  

Kasus meninggal terbanyak adalah pasien komorbid

Yogyakarta, IDN Times - Kematian harian pasien terkonfirmasi COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tergolong tinggi. Selama bulan Maret 2022, sebanyak 322 orang yang tersebar di kabupaten dan Kota di DIY meninggal dunia. Selama masa pandemik bulan Maret 2020, sebanyak 5.727 orang telah meninggal dunia 

 

1. Pasien positif berkomorbid, penyumbang terbanyak kasus meninggal dunia

Sri Sultan Minta Pasien COVID-19 Berkomorbid segera Pindah ke Selter  Ilustrasi proses pemakaman dengan protokol COVID-19. (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai banyaknya kasus kematian pasien COVID-19, disebabkan sebagian pasien yang terinfeksi memiliki komorbid. Sedangkan pasien yang tidak memiliki penyakit penyerta, rata-rata bisa sembuh setelah tiga hingga lima hari menjalani isolasi.

"Kalau tingkat kematian itu karena dia punya penyakit lain. Ya memang ini pandemik dalam arti corona, tapi kematiannya itu mungkin karena flek di jantung, (penyakit) gula, atau sakit jantung dan sebagainya," ujar Sri Sultan, Selasa (22/3/2022).

 

Baca Juga: 10 Meme Realitas Hidup di Jogja, Bikin Ketawa Sekaligus Ngelus Dada 

Baca Juga: Selokan Van Der Wijck, Pusat Irigasi Sawah di Sleman yang Memesona

2. Minta segera pindah ke isoter

Sri Sultan Minta Pasien COVID-19 Berkomorbid segera Pindah ke Selter  Ilustrasi Ruang Isolasi Mandiri COVID-19. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Raja Keraton Yogyakarta ini meminta warganya yang terkonfirmasi positif COVID-19 dan memiliki komorbid langsung menjalani isolasi di fasilitas isolasi terpusat (isoter) yang telah disediakan.

"Kalau punya penyakit bawaan itu mestinya jangan isoman (isolasi mandiri), langsung diisoter, sehingga tidak terlambat," kata Sultan.

 

3. Mudahkan tenaga medis pantau pasien

Sri Sultan Minta Pasien COVID-19 Berkomorbid segera Pindah ke Selter  Ilustrasi tenaga medis (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 di selter, akan memudahkan para tenaga medis untuk memberikan pertolongan, agar tidak terlambat memperoleh penanganan medis.

"Kita kena pandemik itu kan bukan mengobati untuk corona, tapi yang diobati itu penyakit yang lain yang bawaan dan kita tidak bisa memprediksi itu," ucap Sultan.

 

Topik:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya