Comscore Tracker

Selama Sepekan, Merapi Muntahkan 144 Kali Guguran Lava Pijar 

Warga diminta mewaspadai potensi dampak guguran lava

Sleman, IDN Times - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengeluarkan hasil monitoring aktivitas Gunung Merapi selama sepekan dimulai dari tanggal 10-16 September 2021. 

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida mengatakan Merapi meluncurkan guguran lava pijar sebanyak 144 kali selama sepekan. 

"Guguran lava teramati sebanyak 144 kali ke arah Barat Daya dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangan resminya Jumat (17/9/2021). 

 

 

 

1. Tidak ada perubahan pada Merapi

Selama Sepekan, Merapi Muntahkan 144 Kali Guguran Lava Pijar ilustrasi pengamatan Gunung Merapi. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Berdasarkan analisis morfologi dari Stasiun kamera di Deles 5, Tunggularum, Ngepos, Babadan 2, serta foto udara dengan menggunakan drone pada 16 September 2021, Hanik menyebutkan tidak teramati adanya perubahan morfologi yang signifikan pada kubah lava barat daya maupun kubah tengah.

Saat ini volume kubah lava di sebelah Barat Daya sebesar 1.550.000 meter kubik dan kubah bagian tengah sebesar 2.854.000 meter kubik.

"Cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi dan malam hari, sedangkan siang hingga sore hari berkabut."

 

Baca Juga: Sri Sultan HB X Tutup 14 Penambangan Pasir Ilegal Merapi  

2. Intensitas kegempaan cukup tinggi

Selama Sepekan, Merapi Muntahkan 144 Kali Guguran Lava Pijar ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Sementara untuk frekuensi intensitas kegempaan Merapi selama sepekan masih cukup tinggi. Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS tidak menunjukkan perubahan yang signifikan dari pekan sebelumnya.

"Tidak dilaporkan terjadi hujan, lahar, maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi," papar Hanik. 

 

3. Warga diminta mewaspadai potensi dampak guguran lava

Selama Sepekan, Merapi Muntahkan 144 Kali Guguran Lava Pijar Ilustrasi Gunung Merapi Erupsi. Twitter.com/BPPTKG

Berdasarkan pengamatan tersebut, Hanik Humaida menyimpulkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. BPPTKG hingga saat ini mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

Warga diminta mewaspadai potensi dampak guguran lava dan awan panas Gunung Merapi di sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Jika terjadi letusan, maka lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi dapat menjangkau area dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung.

 

Baca Juga: Bekas Tambang Pasir Merapi Rusak, Warga Tunggu Program Reklamasi   

Topic:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya