Minyak Goreng Curah Menghilang, Pedagang Gorengan Menjerit    

Pedagang harus antre 1,5 jam untuk mendapatkan minyak curah 

Yogyakarta, IDN Times - Persediaan minyak goreng curah di Kota Yogyakarta masih langka. Berdasarkan hasil pantauan di tingkat distributor dan retail, stok minyak goreng curah hingga saat ini kosong.    

“Untuk minyak goreng curah, stok di distributor memang kosong. Hal ini dipengaruhi jumlah pasokan yang juga pun berkurang hingga 50 persen sehingga stok kosong pada hari-hari tertentu,” kata Heroe Poerwadi, Jumat (2/4/2022). 

 

 

1. Stok distributor di Kota Yogyakarta langka

Minyak Goreng Curah Menghilang, Pedagang Gorengan Menjerit    ilustrasi minyak goreng curah (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Di Kota Yogyakarta terdapat dua distributor minyak goreng curah, yaitu di Kotagede dan di Jalan Bantul. Stok minyak goreng distributor Jalan Bantul, yang biasanya diberikan hingga 54 ton dalam sebulan berkurang menjadi 27 ton. 

“Karena ada pengurangan pasokan dan permintaan stabil, stok jadi kosong,” kata Heroe dikutip Antara. 

Pasokan minyak goreng curah dari diistributor biasanya dialokasikan untuk tiga kelompok yaitu masyarakat umum 10 persen, pengecer 30 persen, dan UMKM 60 persen.

 

Baca Juga: Minyak Goreng Curah Langka, Harga Sentuh Rp20 Ribu per Liter  

2. Pasokan minyak goreng dari Jawa Tengah juga berkurang

Minyak Goreng Curah Menghilang, Pedagang Gorengan Menjerit    Pekerja menata minyak goreng curah yang sudah dikemas kantong plastik di salah satu agen penjualan minyak goreng curah di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (5/1/2022). (ANTARA FOTO/Patrik Cahyo Lumintu)

Kepala Bidang Ketersediaan Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Riswanti, memaparkan pasokan minyak goreng curah juga yang berasal dari Semarang, Jawa Tengah. Namun biasanya pasokan lebih diprioritaskan untuk kebutuhan di Jawa Tengah.  

“Di Semarang pun, pasokan yang diterima juga berkurang. Akibatnya induk distributor lebih memprioritaskan memenuhi kebutuhan di regional Jawa Tengah, baru DIY,” kata 

 

3. Pedagang antre hingga 1,5 jam

Minyak Goreng Curah Menghilang, Pedagang Gorengan Menjerit    ilustrasi pedagang gorengan (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Perbedaan harga antara minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan yang cukup tinggi menjadi penyebab konsumen beralih ke minyak goreng curah. Salah satu pedagang gorengan Ngatilah menyebut, akhir-akhir ini kesulitan untuk mendapat minyak goreng curah yang sangat dibutuhkan untuk usaha gorengannya. Padahal dalam sehari membutuhkan setidaknya lima liter minyak goreng untuk usahanya.

Ia terpaksa mengantre satu hingga satu setengah jam di distributor minyak goreng curah untuk mendapatnya. Jika menggunakan minyak goreng kemasan dipastikan tidak ada laba yang diperoleh

“Harga gorengan pun sudah kami naikkan, sebelumnya Rp2.000 untuk tiga gorengan sekarang Rp2.500. Untungnya juga sudah mepet sekali,” katanya.

Jika tidak mendapat minyak goreng curah, Ngatilah yang membuka usaha di sekitar Pasar Karangkajen terpaksa menutup usahanya sementara. “Bisa sehari buka sehari tutup. Tergantung dapat minyak goreng atau tidak,” katanya.

Topik:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya