Hadapi Cuaca Esktrem, BPBD Sleman Cek Kondisi Baliho  

Di Kabupaten Sleman terjadi beberapa kali baliho tumbang 

Sleman, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, memastikan konstruksi papan baliho aman menghadapi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi hingga pekan depan. Pihaknya melakukan langkah antisipasi untuk mencegah timbulnya korban akibat cuaca ekstrem.

1. BPBD Sleman lakukan pemeriksaan baliho

Hadapi Cuaca Esktrem, BPBD Sleman Cek Kondisi Baliho  Makwan, Kepala Pelaksana BPBD Sleman. (IDN Times/Siti Umaiyah)

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman Makwan mengatakan pemantauan keamanan konstruksi baliho meliputi kekuatan rangka, kondisi sambungan (las), kekuatan baut-sekrup, termasuk juga fondasi.

"Pemantauan ini termasuk sisi keamanan konstruksi papan baliho yang dipasang di wilayah Sleman, selain ancaman pohon tumbang, banjir, banjir lahar Merapi, dan longsor," katanya, Jumat (1/4/2022). 

 

Baca Juga: Hujan Angin di Sleman Akibatkan Banjir hingga Baliho Roboh

Baca Juga: Tiket Lebaran Mulai Dijual, PT KAI Siapkan 23 Kereta dari Jogja   

2. Baliho rusak tanggung jawab pemilik

Hadapi Cuaca Esktrem, BPBD Sleman Cek Kondisi Baliho  ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi

Jika saat pemantauan menemukan papan baliho yang membahayakan, pihaknya akan mencari pemiliknya.  

"Jika kami temukan ada papan baliho yang membahayakan, maka akan kami cari pemiliknya sampai ketemu. Baliho yang membahayakan kami minta untuk segera diperbaiki hingga tidak membahayakan banyak orang," katanya dikutip Antara.

Selama proses perbaikan itu, pihaknya juga akan melakukan pengawasan di lapangan agar perbaikan benar-benar dilakukan.

"Kami akan menunggui selama proses perbaikan baliho, sampai kondisinya benar-benar aman dan tidak membahayakan," katanya.

 

3. Semua baliho yang berizin atau tidak akan diperiksa

Hadapi Cuaca Esktrem, BPBD Sleman Cek Kondisi Baliho  Baliho roboh di kapanewon Depok, Sleman, Kamis (3/2/2022) (twitter.com/pln_jogja)

Ia mengatakan yang menjadi kewenangannya adalah masalah keamanan konstruksi tersebut agar tidak membahayakan masyarakat di sekitarnya.

"Masalah perizinan bukan kewenangan kami, kami hanya memantau dari sisi keamanannya saja. Bila membahayakan maka akan kami minta untuk diperbaiki," katanya.

Topik:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya