Asyik, Pemkot Yogyakarta Hapus Denda Uji Kendaraan 

Penghapusan denda untuk tingkatkan keselamatan berkendara

Yogyakarta, IDN Times -  Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta melalui Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor menghapus sanksi denda keterlambatan pengujian kendaraan bermotor yang berlaku hingga 31 Desember 2022.

Penghapusan sanksi denda retribusi untuk kendaraan yang terlambat melakukan uji kendaraan diatur melalui Peraturan Wali Kota Yogyakarta Nomor 52 Tahun 2022.

 

1. Penghapusan denda untuk semua kendaraan yang diwajibkan menjalani uji

Asyik, Pemkot Yogyakarta Hapus Denda Uji Kendaraan Ilustrasi petugas melakukan ram check pada bus angkutan umum.ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Penguji Kendaraan Bermotor di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Yogyakarta Andhika Satya Wibrama memaparkan terdapat lima jenis kendaraan yang menjalani pengujian yaitu angkutan penumpang umum, angkutan barang, bus, kereta gandengan, dan kereta tempelan. Besaran retribusi setiap jenis kendaraan berbeda-beda.

"Penghapusan sanksi denda retribusi untuk keterlambatan pengujian kendaraan bermotor ini berlaku untuk semua kendaraan wajib uji. Tidak ada pembatasan tahun keterlambatan uji," kata Andhika Satya Wibrama, Kamis (30/6/2022). 

Biasanya besaran sanksi beragam, namun ada yang pernah diminta untuk membayar denda hingga Rp2 juta. 

2. Setiap kendaraan diwajibkan menjalani pengujian kendaraan bermotor tiap enam bulan sekali

Asyik, Pemkot Yogyakarta Hapus Denda Uji Kendaraan ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Berdasarkan aturan, setiap kendaraan diwajibkan menjalani pengujian kendaraan bermotor tiap enam bulan sekali. Kendaraan yang terlambat melakukan pengujian akan diberi sanksi denda dua persen per hari.

Setiap hari, UPT PKB Kota Yogyakarta memberikan kuota pengujian untuk 100 unit kendaraan. Pendaftaran pengujian dilakukan secara daring melalui menu yang berada di aplikasi Jogja Smart Service (JSS), begitu pula dengan pembayaran yang harus dilakukan.

"Namun, rata-rata hanya ada 50-60 unit kendaraan yang melakukan pengujian per hari dan banyak yang sudah memanfaatkan kebijakan penghapusan denda tersebut," katanya dikutip Antara. 

 

Baca Juga: KPK Masih Dalami Dugaan Tindak Pidana Lain Haryadi Suyuti

3. Penghapusan denda untuk tingkatkan keselamatan berkendara

Asyik, Pemkot Yogyakarta Hapus Denda Uji Kendaraan Pixabay.com/Ciara Houghton

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Agus Arief mengatakan, kebijakan penghapusan sanksi denda keterlambatan pengujian kendaraan bermotor yang mulai dilakukan pada 18 Mei tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk meningkatkan retribusi.

"Tetapi yang lebih utama adalah meningkatkan keselamatan berkendara karena kendaraan beroperasi dalam kondisi laik jalan," katanya.

Baca Juga: Rekomendasi Menu Sarapan dekat Malioboro, Gudeg, Soto sampai Jenang

Topik:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya