Comscore Tracker

Suka Duka Serda Tamzis, 24 Jam Siaga Dampingi Warga yang Isolasi

Ikut merayu warga agar bersedia dirawat di selter

Bantul, IDN Times - ‎"Sugeng enjing (selamat pagi) pak, ini ada sedikit bantuan beras dari Kodim Bantul untuk Bapak. Jangan dilihat dari nilainya tapi semoga bisa membantu bapak saat isoman," ujar Sersan Dua (Serda) Tamzis seraya memberikan beras kemasan 5 kilogram kepada seorang warga yang sedang menjalani isolasi mandiri di Kalurahan Bantul, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, Rabu (4/8/2021).

"Njih pak matur suwun (iya pak terima kasih)," kata sang tuan rumah.

Serda Tamzis adalah seorang anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Kodim 0279/Bantul yang bertugas dalam penanganan COVID-19. Hampir setiap hari, dirinya membantu mengantarkan obat hingga sembako bagi warga yang menjalani isoman di wilayah Kalurahan Bantul.

Baca Juga: MCCC DIY, Mendata Anak Yatim Piatu Akibat COVID-19 Lintas Agama

1. PPKM Level 4, jumlah warga yang menjalani isoman melonjak

Suka Duka Serda Tamzis, 24 Jam Siaga Dampingi Warga yang IsolasiBabinsa Kalurahan Bantul, Serda Tamzis bagikan beras kepada warga isoman.(IDN Times/Daruwaskita)

Serda Tamzis bercerita, dirinya bersama Serka Affandi bahu membahu untuk membantu warga yang tengah menjalani isoman. Salah satu tugasnya adalah mengantar obat yang hampir setiap hari dikirim kepada warga yang isoman sesuai dengan pesanan obat yang diberikan oleh tenaga kesehatan dari puskesmas.

"Jadi memang saat PPKM Darurat hingga PPKM Level 4 dengan jumlah pasien isoman yang sangat banyak, harus siaga selama 24 jam. Terutama jika ada pemakaman pasien COVID-19 yang tidak mengenal waktu," ungkapnya.

Serda Tamzis harus rela meninggalkan keluarga demi menjalankan tugas kemanusiaan selama pandemik, yaitu memberikan pendampingan bagi warga yang sedang menjalani isolasi mandiri akibat penuhnya selter milik kabupaten dan kalurahan.

"Beruntung saat kita bertugas ada Satgas Kalurahan hingga Satgas Padukuhan yang saling mendukung sehingga pekerjaan menjadi ringan," terangnya.

2. Sehari bisa menghadiri tujuh kali pemakaman

Suka Duka Serda Tamzis, 24 Jam Siaga Dampingi Warga yang IsolasiIlustrasi proses pemakaman dengan protokol COVID-19. (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

Tamzis mengaku, masa paling berat adalah selama pemberlakuan PPKM Darurat yang dilanjut dengan PPKM Level 4. Menurutnya, jumlah warga yang terpapar COVID-19 melonjak drastis, begitu pula dengan angka kematian. Ia mengaku, dalam satu hari dirinya bahkan bisa melakukan tujuh kali pemakaman secara protokol kesehatan.

"Kemarin (Selasa, 3/8/2021) dalam satu hari kita melakukan penguburan tujuh jenazah COVID-19, hari ini ada tiga penguburan jenazah COVID-19," ujarnya.

Ia mengatakan, tak sedikit pula warga asli Bantul yang merantau kemudian meninggal akibat COVID-19 dan dimakamkan di kampung halaman. Ini salah satu penyebab data kematian yang ditanganinya menjadi tinggi. Sedangkan angka kematian warga yang berdomisi di Kalurahan Bantul mulai turun banyak.

"Sebenarnya saya tidak ingin ada penguburan pasien COVID-19 yang artinya warga yang terpapar COVID-19 semuanya sembuh," ungkapnya.

3. Tak mudah membujuk warga yang isoman agar bersedia dirawat di selter‎

Suka Duka Serda Tamzis, 24 Jam Siaga Dampingi Warga yang IsolasiSelter COVID-19 di SMK N 1 Sanden Kabupaten Bantul.(IDN Times/Daruwaskita)

Serda Tamzis mengaku tak mudah untuk membujuk warga yang sedang isoman untuk bersedia dirawat di selter milik kalurahan atau kabupaten. Menurutnya, banyak warga yang merasa lebih nyaman isoman di rumah meski ketika terjadi pemburukan akan kesulitan mendapatkan rumah sakit rujukan.

Namun dengan pendekatan dari hati ke hati dan melibatkan tokoh masyarakat setempat, akhirnya pasien bersedia dirawat di selter yang fasilitasnya lebih lengkap dan gratis.

"Ya itu menjadi tantangan kita namun dengan ketekunan dan pendekatan secara kekeluargaan akhirnya banyak yang bersedia dirawat di selter apalagi mereka yang memiliki komorbid," ujarnya.

Serda Tamzis kini hanya berharap dirinya bersama rekan kerjanya Serka Affandi tidak perlu lagi mengirim obat, mendata warga yang kontak erat dengan pasien positif untuk dilakukan testing hingga menghadiri pemakaman pasien COVID-19. Yang artinya, pandemik ini segera berakhir dan masyarakat bisa hidup normal dengan kebiasaan yang baru yakni protokol kesehatan.

"Ya ini pekerjaan yang luar biasa, namun harus saya jalani dan harapan saya pandemi ini segera berakhir. Tak ada lagi kegiatan mengantar obat, tracing hingga pemakaman pasien COVID-19," tuturnya.

4. Memutus rantai penularan COVID-19 merupakan tugas bersama‎

Suka Duka Serda Tamzis, 24 Jam Siaga Dampingi Warga yang IsolasiKomandan Kodim (Dandim) 0729 Bantul, Letkol Inf Agus Indra Gunawan.(IDN Times/Daruwaskita)

Sementara, Komandan Kodim (Dandim) 0729 Bantul, Letkol Inf Agus Indra Gunawan, mengatakan setiap kalurahan ada ada dua petugas Babinsa yang memiliki tugas untuk pendampingan warga yang isoman, mengantar obat hingga mengantar bantuan beras.

Mereka tidak bekerja sendiri, namun juga dibantu petugas Babinkamtibmas dan Satgas COVID-19 kalurahan hingga kecamatan, yang akan bahu membahu membantu masyarakat yang terpapar COVID-19 agar masyarakat bisa nyaman dan bisa segera sembuh.

"Mengatasi pandemi ini merupakan kerja bersama dan bukan hanya Babinsa saja. Semua pihak harus terlibat dalam memutus penularan COVID-19," terangnya.

Kodim 0729 Bantul sendiri selama pandemik ini sudah menyalurkan 13 ton beras kepada warga yang terdampak pendemik maupun warga yang menjalani isolasi mandiri dengan harapan bisa meringankan beban mereka akibat pandemi.

"Terutama bagi warga yang isoman menjadi prioritas untuk dibantu meski warga yang terdampak lainnya juga mendapatkan bantuan," terangnya.‎

Baca Juga: Juli, Jumlah Kematian Akibat COVID-19 di DIY Melonjak 6 Kali Lipat

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya