Comscore Tracker

PPKM Level 4 Diklaim Turunkan Angka Penularan COVID-19 di Bantul

BOR untuk tempat tidur critical dan non critical menurun

Bantul, IDN Times - ‎Angka kasus harian COVID-19 di Kabupaten Bantul pada saat Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sempat mengalami lonjakan yang tinggi. Namun, tren kasus menunjukkan penurunan selama PPKM Level 4 di Kabupaten Bantul, baik kasus harian maupun angka kematian pasien COVID-19.

Baca Juga: Dinkes Bantul Jamin Stok Vaksin COVID-19 Aman hingga Akhir Agustus

1. BOR critical bed 87,18 persen dan non critical bed 93,12 persen

PPKM Level 4 Diklaim Turunkan Angka Penularan COVID-19 di BantulKepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharja. IDN Times/Daruwaskita

Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharja, mengatakan jika dilihat angka kasus harian COVID-19 mengalami penurunan semenjak diberlakukan PPKM Level 4 yang kembali diperpanjang pada tanggal 3-9 Agustus 2021. Hal ini dapat dilihat dari data harian dengan penambahan yang awalnya sekitar seribuan, kini turun cukup siginifikan.

"Bed occupancy rate (BOR) untuk isolasi pasien mencapai 93,12 persen dan BOR untuk intensif atau critical bed menjadi 87,18 persen. Angka kematian kematian yang sebelum di atas 20 kasus kini menjadi belasan kasus," katanya, Selasa (3/8/2021).

2. Rumah sakit rujukan mulai menambah bed critical dan non critical

PPKM Level 4 Diklaim Turunkan Angka Penularan COVID-19 di BantulIlustrasi petugas medis melakukan perawatan terhadap pasien terinfeksi virus corona (COVID-19) di instalasi khusus. ANTARA FOTO/REUTERS/Ronen Zvulun

Penurunan BOR juga terlihat di selter milik kabupaten maupun milik kalurahan yang saat ini mencapai 70 persen. Dengan demikian, masih tersedia banyak tempat tidur bagi pasien COVID-19 yang akan menjalani perawatan sesuai dengan tingkatannya.

"Sejumlah rumah sakit rujukan saat ini juga sudah menambah bed isolasi dan intensif bed sehingga pasien yang butuh perawatan di rumah sakit rujukan bisa tertangani," ungkapnya.

Agus mengatakan tak ada cara lain untuk mencegah penularan COVID-19 selain melaksanakan 5M yang oleh pemerintah diterjemahkan ke dalam PPKM Level 4. Mengingat, virus COVID-19 akan cepat menular ketika terjadi mobilitas tinggi sehingga berpotensi terjadinya kerumunan. Apalagi jika masyarakat abai menggunakan masker dan tidak sering mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir.

"Jadi berapapun tempat tidur di rumah sakit, di selter yang kita siapkan tidak ada gunanya ketika masyarakat tidak melaksanakan 5M ditambah saat ini COVID-19 varian Delta penularan sangat masif dan jauh lebih ganas dibandingkan varian sebelumnya," ujarnya.

3. Testing harian COVID-19 di Bantul dalam kisaran 2.500‎

PPKM Level 4 Diklaim Turunkan Angka Penularan COVID-19 di BantulJuru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Pemkab Bantul, dr. Sri Wahyu Joko Santosa.(IDN Times/Daruwaskita)

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemkab Bantul, dr. Sri Wahyu Joko Santosa, mengatakan angka penurunan kasus COVID-19 dalam satu pekan terakhir ini bukan karena mengurangi testing sehingga hasilnya akan kecil. Testing harian saat ini berada di kisaran 2.500 dan hanya pada waktu libur (Sabtu dan Minggu) testing berkurang di bawah angka seribu.

"Jadi kalau dihitung dalam satu pekan terakhir ini angka penambahan kasus COVID-19 di kisaran 500 hingga 700 kasus maka positif rate di Bantul ini dalam kisaran 40 persen," ujarnya.

"Kita tetap akan kencang untuk melakukan tracing dan testing, tidak akan kendor meski pada akhirnya angka penambahan kasus harian COVID-19 lebih tinggi dibandingkan kabupaten/kota lainnya di DIY karena positif ratenya masih dalam kisaran 40 persen," tambahnya lagi.

Pihaknya juga sudah melakukan antisipasi jika PPKM Level 4 akan diperpanjang oleh pemerintah pusat karena kasus yang masih tinggi di Bantul diantaranya untuk pengawasan pasien yang isoman, kemudian tracing bukan lagi milik nakes di puskesmas namun sudah melihatkan satgas tingkat kecamatan hingga padukuhan sertai petugas Babinsa dan Babinkamtibmas.

"Harapannya dengan keterlibatan semua pihak maka tracing, testing akan lebih cepat sehingga pasien yang positif akan segera mendapatkan penanganan (treatmen) baik yang nantinya isoman atau menjalani perawatan di selter serta yang harus dirujuk ke rumah sakit rujukan COVID-19," ungkapnya.‎

Baca Juga: Satgas COVID-19 Bantul Minta Pasien Jangan Ragu Isolasi di Selter

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya