Pengunggah Video Tarif Nuthuk Gumuk Pasir Dipolisikan

Pemilik lahan gumuk pasir beri klarifikasi

Sleman, IDN Times - ‎Pengunggah video yang mengaku ditarik Rp100 ribu saat hendak berkunjung objek wisata Gumuk Pasir Pantai Parangkusumo akhirnya dilaporkan ke polisi. Pelapor adalah Nursiyati (64), warga Padukuhan Grogol IX, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, pemilik lahan Gumuk Pasir dalam video.

Nursiyati bersama didampingi kuasa hukumnya, Rohmidi Sri Kusumo melaporkan kasus tersebut ke Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) pada Sabtu (4/6/2022) kemarin.

Baca Juga: Viral, Pengunjung Gumuk Pasir Parangkusumo Ditarik Rp100 Ribu

1. Pengunggah video menegaskan ditarik Rp100 ribu untuk masuk kawasan Gumuk Pasir‎

Pengunggah Video Tarif Nuthuk Gumuk Pasir DipolisikanBukti laporan polisi terkait video dugaan tarif 'nuthuk' di Gumuk Pasir. (Dok. istimewa)

Kepada wartawan, Nursiyati mengatakan terlapor mengunggah video berdurasi sekitar 50 detik yang menampilkan dirinya. Dalam video tersebut, pengunggah menegaskan telah ditarik ongkos parkir Rp100 ribu dengan dalih karena parkir lahan pribadi Nuryati.

Kendati Nursiyati sudah menawarkan kepada pengunggah video mau membayar berapapun tidak masalah. Namun, pengunggah tetap menegaskan selama ini tidak pernah ditarik tarif sebesar Rp100 ribu.

"Pengunggah video itu tetap kekeh sering berkunjung ke gumuk pasir dan tidak pernah ditarik Rp100 ribu, meski saya sudah katakan mau bayar berapa saja silakan," katanya, Minggu (5/6/2022).

2. Foto pranikah atau foto khusus lainnya memang dikenakan tarif Rp100 ribu

Pengunggah Video Tarif Nuthuk Gumuk Pasir DipolisikanTiket parkir dan tiket untuk foto pra nikah atau foto khusus lainnya di lahan gumuk pasir milik Nursiyati. (Dok. istimewa)

Menurut Nursiyati, kejadian tersebut memang terjadi di lahan pribadi dan bersertifikat SHM. Tanah yang dikelolanya sebagai tempat usaha rumah makan, tempat swafoto dan foto prewedding atau pranikah.

"Ya kalau hanya foto keluarga, kita tidak narik ongkos. Tetapi kalau untuk foto pranikah atau foto khusus lainnya, kami menarik ongkos Rp100 ribu dengan waktu yang tidak kami batasi. Mau satu jam bahkan satu hari silakan saja," ucapnya.

Ia menambahkan, tarif Rp100 ribu bagi wisatawan yang akan foto pranikah atau foto khusus lainnya sudah disampaikan saat wisatawan datang sehingga wisatawan tidak merasa dijebak.

"Kami sudah sampaikan tarif itu kepada wisatawan agar tidak merasa dijebak pungutan atau tarif tinggi," ucapnya.

Dengan membayar Rp100 ribu, kata Nursiyati, wisatawan mendapatkan berbagai fasilitas mulai dari ruang untuk ganti pakaian, MCK, hingga parkir gratis.

"Tarif Rp100 ribu itu juga sudah berlangsung lama kok," ucapnya.‎

Nursiyati juga membenarkan jika awal bulan ada dua orang yang datang laki-laki dan perempuan yang salah satunya membawa untaian bunga (hand bouquet).

"Saat masuk saya tawarkan harga paket. Tapi orang saya tidak tahu kemudian mengambil video saat kami menawarkan paket dan dia marah-marah dan kemudian video itu diunggah, sungguh saya tidak tahu," ujarnya.

3. Tidak ada niat baik dari pengunggah video sehingga jalur hukum ditempuh‎

Pengunggah Video Tarif Nuthuk Gumuk Pasir DipolisikanPenasehat hukum Nursiyati, Sri Kusuma, Rohmidi Sri Kusuma.(doc.istimewa)

Penasihat hukum Nursiyati, Sri Kusuma, Rohmidi Sri Kusuma, mengatakan pelaporan ke Polda DIY dilakukan karena tidak ada niat baik dari pengunggah.

"Tidak ada upaya klarifikasi sejak awal, terus yang diunggah adalah hoaks karena tidak ada kebenaran isinya," tuturnya.

Upaya kliennya untuk menghubungi pengunggah atau DM juga tidak pernah dijawab dengan baik.

"Kesannya ngece atau menghina," katanya.

Unggahan video ke media sosial itu juga berpotensi merusak nama baik kawasan wisata Pantai Parangtritis.

"Kita berharap Polda DIY khususnya Direktorat Reserse Kriminal Khusus segera menanganinya dengan baik dan adil," ucapnya.

4. Dispar Bantul sebut laporan Nursiyati ke polisi merupakan hak dari pelapor‎

Pengunggah Video Tarif Nuthuk Gumuk Pasir DipolisikanKepala Seksi Promosi dan Pelayanan Informasi Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi. (dok. istimewa)

Sementara, Kasi Promosi dan Informasi Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Markus Purnomo Adi, mengaku tak kaget jika Nursiyati melaporkan akun yang menggungah video tarif 'nuthuk' di Gumuk Pasir. Sebab saat tim Dispar melakukan klarifikasi, Nursiyati mengaku ada niat melaporkan pengunggah jika tidak melakukan klarifikasi atas video yang diunggah tersebut.

"Ya kalau kami itu sudah ranah dari ibu Nursiyati untuk menempuh jalur hukum. Ya silakan saja," ujarnya.

Ia mengatakan, saat klarifikasi Nursiyati juga menyatakan wisatawan yang datang tersebut bukan seperti wisata pada umumnya. Ini terlihat dari pakaian yang dikenakan sehingga seperti akan foto-foto untuk keperluan khusus. Oleh karena itu, Nursiyati kemudian menawarkan paket khusus kepada wisatawan tersebut.

"Selama video diunggah pihak ibu Nursiyati sudah berusaha berkomunikasi kepada pengunggah video namun tidak direspons. Ibu Nursiyati minta agar video yang sudah terlanjur viral itu diluruskan sesuai dengan faktanya," ungkapnya.‎

Baca Juga: Pemilik Lahan di Gumuk Pasir Tak Bisa Seenaknya Pasang Tarif

Topik:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya