Comscore Tracker

Jalanan di Bantul Mulai Ramai Saat Pandemik COVID-19

Jaring Pengaman Sosial bisa tekan kriminalitas

Bantul, IDN Times - Aktivitas warga Kabupaten Bantul sudah berjalan seperti biasa meski pandemik COVID-19 masih berlangsung. Status tanggap darurat COVID-19 yang diberlakukan di wilayah Bantul, tidak membuat warga tetap tinggal di rumah.

1. Aktivitas jalan raya mulai ramai layaknya tak ada ancaman virus yang mematikan‎

Jalanan di Bantul Mulai Ramai Saat Pandemik COVID-19Aktivitas jalan raya di Bantul mulai ramai dan normal lagi.IDN Times/Paulus Risang

Jalanan di wilayah Kabupaten Bantul kembali ramai, aktivitas berkerumun juga mulai banyak. Bahkan, banyak warga yang keluar rumah tidak memakai masker. Kondisi ini membuat khawatir sejumlah pihak akan penyebaran COVID-19.

"Kondisi jalan raya saat ini kembali ramai dibandingkan awal pemberlakuan status tanggap darurat COVID-19," kata ‎Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono dalam rapat Forkompimda di Gedung Parasamya Lantai 3 Kompleks Perkantoran Pemda Bantul, Selasa (21/4).

Baca Juga: Baru Sehari Dibebaskan, Pria Ini Kembali Lakukan Kejahatan

2. Polisi tak bosan imbau masyarakat tak berkerumun

Jalanan di Bantul Mulai Ramai Saat Pandemik COVID-19Suasana salat berjemaah di salah satu masjid di Aceh (IDN Times/Saifullah)

Kapolres menambahkan pihaknya selalu mengedepankan tindakan persuasif untuk membubarkan orang yang berkerumun karena berpotensi menularkan COVID-19.

"Sejauh ini anggota saya lebih banyak memberikan imbauan secara persuasif agar tidak ada kegiatan yang berkerumun dan sampai tindakan ke arah penegakan hukum," ungkapnya.

Polisi, kata Kapolres, juga masih mendata sejumlah masjid di Bantul yang masih menjalankan kegiatan keagamaan dengan menghadirkan jemaah yang cukup banyak.

"Secara niat itu memang bagus karena berdoa, namun dalam kondisi pandemi COVID-19 lebih baik kegiatan salat dilakukan di rumah masing-masing," ungkapnya.

"Kita akan berkomunikasi terus dengan tokoh agama, pimpinan masjid agar nantinya salat tarawih atau salat subuh tidak lagi dilaksanakan di masjid namun dilaksanakan di rumah masing-masing," ujarnya.

3. Jaring pengaman sosial segera cair bisa menekan angka kriminalitas‎

Jalanan di Bantul Mulai Ramai Saat Pandemik COVID-19Personil Polair Polda DIY bagikan sembako kepada warga miskin terdampak COVID-19. IDN Times/Daruwaskita

Ditanya tentang tingkat kriminalitas di Kabupaten Bantul, Kapolres menyatakan sejauh ini cenderung menurun. Hanya, kata Kapolres, dengan adanya tekanan ekonomi yang tinggi, dan banyaknya pengangguran bisa berpotensi menyebabkan kriminalitas meningkat. Apalagi, kata Kapolres, saat ini ribuan narapidana dibebaskan dari penjara lewat program asimilasi.

"Salah satu cara menekan angka kriminalitas adalah segera digulirkan program jaring pengaman sosial baik pembagian sembako dan juga menciptakan lapangan pekerjaan dengan padat karya tunai agar masyarakat yang terdampak COVID-19 memilik penghasilan," katanya.

4. Polair Polda DIY bagikan 6 ton beras kepada 1.200 kepala keluarga yang terdampak COVID-19‎

Jalanan di Bantul Mulai Ramai Saat Pandemik COVID-19Direktur Polair Polda DIY, AKBP Rudi Rifani. IDN Times/Daruwaskita

Sementara itu, Direktur Polair Polda DIY, AKBP Rudi Rifani mengatakan semenjak status tanggap darurat COVID-19 ditetapkan di DIY pihaknya telah membagikan sembako ke warga terdampak. Rudi Rifani menjelaskan sembako yang dibagikan sekitar 6 ton beras kepada masyarakat pesisir pantai selatan DIY dan masyarakat di sekitar Mako Polair Polda DIY.‎

"Tahap pertama kita membagikan kepada 600 masyarakat atau kepala keluarga berupa beras lima kilogram," ujarnya.

Pada tahap kedua pembagian beras menyasar kepada warga yang tidak mampu yang berada di sekitar Mako Polair Polda DIY yakni 3 ton beras untuk 600 kepala keluarga.

"Jadi sampai hari ini kita sudah membagikan kepada 1.200 kepala keluarga dengan total beras mencapai 6 ton. Kegiatan bakti sosial ini juga instruksi dari Kapolri untuk turut meringankan beban masyarakat yang terdampak COVID-19."

Baca Juga: Guru Besar UGM Ungkap Pengalamannya Dirawat 19 Hari di Ruang Isolasi

Topic:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya