Dana BPNT dan PKH untuk Beli Emas, Nama Penerima Akan Dicoret

Penerima BPNT dan PKH bakal dicoret

Bantul, IDN Times - ‎Kementerian Sosial (Kemensos) menyoroti toko perhiasan yang ramai saat pencairan dana Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau Program Keluarga Harapan (PKH). Kemensos akan memberikan sanksi bagi keluarga penerima manfaat (KPM) program BPNT dan PKH jika pencairan dana dari program tersebut digunakan tidak untuk peruntukannya.

Baca Juga: Oknum Pendamping PKH-BPNT di Bantul Diduga Gelapkan Dana Bansos

1. Dana BPNT tidak boleh untuk beli rokok, apalagi beli emas‎

Dana BPNT dan PKH untuk Beli Emas, Nama Penerima Akan DicoretInspektur Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Kementerian Sosial, Laode Taufik Nuryadin.(IDN Times/Daruwaskita)

Inspektur Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos, Laode Taufik Nuryadin, mengatakan pencairan BPNT yang pada tahap pertama yakni bulan Januari, Februari dan Maret 2022 dilakukan secara tunai sebesar Rp600 ribu per bulan. Dana tersebut hanya digunakan untuk membeli sembako dengan harga yang terjangkau.

"Jadi kan jelas peruntukannya uang tunai dari BPNT tersebut. Beli rokok saja tidak boleh apalagi membeli perhiasan berupa emas-emasan," katanya di sela-sela Penyerahan Bantuan Sosial dari Kementerian Sosial dan Reses Anggota Komisi VIII, DPR RI, MY Esti Wijayati di Aula Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah, Pemkab Bantul, Senin (14/3/2022).

2. Ketahuan untuk beli perhiasan emas, nama penerima akan dicoret

Dana BPNT dan PKH untuk Beli Emas, Nama Penerima Akan DicoretIlustrasi warga mengantre saat akan menerima bantuan(IDN Times/Wildan Ibnu)

Meski toko perhiasan kerap kali ramai bersamaan dengan pencairan BPNT dan PKH, Loade meminta untuk tidak berprasangka buruk kepada penerima manfaat.

"Bisa saja juga dana itu dibelikan oleh perhiasan agar uangnya tidak habis dan sewaktu-waktu jika butuh bisa dijual untuk membeli sembako," ungkapnya.

Namun, ia mengatakan jika pencairan dana BPNT dan PKH dipakai membeli perhiasan untuk jaga-jaga agar tak kehabisan uang, itu artinya penerima BPNT dan PKH sudah dikatakan tidak layak lagi menerima bantuan dari pemerintah. Menurutnya, sudah sewajar nya jika nama mereka nanti dicoret dan digantikan penerima lain yang lebih berhak.

"Ini tugas dari pendamping PKH dan BPNT untuk memastikan dana yang dicairkan digunakan sesuai aturan yang berlaku. Kalau memang menemui hal-hal yang melanggar dari peruntukan, segera dilakukan evaluasi termasuk dilakukan afirmasi dengan calon penerima BPNT atau PKH yang lainnya," ungkapnya.

3. Pendamping PKH dan BPNT harus lebih aktif melakukan pengawasan

Dana BPNT dan PKH untuk Beli Emas, Nama Penerima Akan DicoretAnggota Komisi VIII DPR RI, MY. Esti Wijayati (baju merah).(IDN Times/Daruwaskita)

Sementara, Anggota Komisi VIII DPR RI, MY Esti Wijayati, mengatakan BPNT sebelumnya diwujudkan dalam bentuk sembako. Namun, BPNT yang saat ini disalurkan secara tunai melalui Kantor Pos perlu diawasi dengan lebih baik.

"Kalau dibelikan perhiasan emas nanti ndak bisa makan, nanti hanya bisa beli nasi saja,"ungkapnya.

Oleh karena itu, politisi PDI Perjuangan ini meminta pendamping PKH dan BPNT menjadi ujung tombak agar dana yang dicairkan benar-benar dibelanjakan sesuai dengan peruntukkannya.

"Kami minta pendamping aktif, kalau memang terjadi seperti itu (dana PBNT dan PKH) untuk beli perhiasan emas maka bisa dilakukan koreksi. Berarti keluarga penerima manfaat sudah tidak miskin dan harus avermasi bukan lagi penerima PKH dan BPNT," tambahnya lagi.‎

Baca Juga: Taman Kuliner Gilangharjo Bantul Hadirkan Puluhan Menu Lezat dan Murah

Topik:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya