TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Kejati DIY Selidiki 2 Kasus Dugaan Penyalahgunaan TKD di Sleman

Tepatnya di Wedomartani, Ngemplak, dan Tegaltirto, Berbah

Ilustrasi. Satpol PP Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyegel perumahan di atas Tanah Kas Desa (TKD), Selasa (16/5/2023). (Dok. Istimewa)

Yogyakarta, IDN Times - Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta (Kejati DIY) menyatakan tengah menyelidiki dua dugaan perkara menyangkut praktek penyalahgunaan tanah kas desa (TKD) di wilayah Kabupaten Sleman. Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati DIY, M Anshar Wahyuddin, menyebut ada dua lokasi yang dugaannya jadi sasaran praktek mafia tanah, yakni di Wedomartani, Ngemplak dan Tegaltirto, Berbah.

"Untuk penyelidikan ada dua TKD, yaitu di Wedomartani dan di Tegaltirto," kata Anshar, Selasa (2/2/2024).

1. Penentuan di bulan ini

Ilustrasi. Kejati DIY menahan Kepala Dispertaru DIY terkait kasus mafia tanah kas desa. (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Anshar menyebut Kejati DIY pada bulan ini berdasarkan hasil penyelidikan akan menentukan kelanjutan penanganan untuk salah satu lokasi TKD ini.

"Untuk Wedomartani insyaallah ada peningkatan bulan ini, apakah naik penyidikan atau tidak. Bulan ini akan menentukan sikap," imbuh Anshar.

2. Deret panjang kasus mafia TKD

Penyegelan hunian ilegal di atas tanah kas desa di Maguwoharjo, Depok, Sleman. (Dok. Satpol PP DIY)

Apabila nantinya ditemukan unsur pidana berdasarkan hasil penyelidikan, maka tentunya ini akan menambah daftar panjang kasus mafia TKD yang selama ini terjadi di DIY. Seperti diketahui, saat ini sudah ada tiga kasus di TKD Caturtunggal, Maguwoharjo, dan Candibinangun yang sudah naik ke ranah penyidikan.

"Yang saat ini sedang kita lakukan penyidikan yaitu penyidikan TKD desa Caturtunggal, Maguwoharjo, dan Candibinangun," ujar Anshar.

Baca Juga: Kasus Tanah Kas Desa Mantan Lurah Caturtunggal Divonis 8 Tahun Bui

Berita Terkini Lainnya