TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Sempat Vakum 10 Tahun, Nelayan Samas Bantul Gelar Bekti Jolo Nidi

Dinas Kebudayaan Bantul bakal jadikan agenda tahunan

Tradisi Bekti Jolo Nidi Pantai Samas Bantul.(IDN Times/Daruwaskita)

Bantul, IDN Times - ‎Setelah sempat vakum hampir 10 tahun, tradisi Bekti Jolo Nidi kembali digelar oleh masyarakat di Pantai Samas, pada Minggu (16/7/2023).

Tradisi bagi masyarakat pesisir di Pantai Selatan Bantul ini, diawali dengan kenduri dan kembul bujono atau makan bersama yang dilanjutkan dengan kirap uba rampe berupa gunungan hasil bumi masyarakat hingga sesajen, berkeliling di Pantai Samas. Upacara ini diakhiri dengan prosesi larungan di Pantai Samas dengan menggunakan perahu.

1. Awalnya bernama Sedah Laut

Tradisi Bekti Jolo Nidi Pantai Samas Bantul.(IDN Times/Daruwaskita)

Dukuh Ngepet, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Dalijo mengatakan tradisi Bekti Jolo Nidi merupakan tradisi dari masyarakat pesisir Pantai Samas yang berlangsung turun temurun.

"Jadi terakhir tradisi Bekti Jolo Nidi di tahun 2013an, bernama Sedah Laut. Entah mengapa acara sempat vakum," ujarnya, Minggu (16/7/2023).

Baca Juga: 13 Tempat Camping di Bantul, Lengkap dengan Alamat, Harga, Keunggulan

2. Ungkapan syukur atas pemberian rezeki dari Tuhan

Tradisi Bekti Jolo Nidi Pantai Samas Bantul.(IDN Times/Daruwaskita)

Bekti Jolo Nidi bagi masyarakat pesisir berarti ungkapan syukur atas rezeki yang diberikan oleh Tuhan dan berharap semakin baik serta dijauhkan dari segala bencana.

"Ini ungkapan syukur masyarakat pesisir khususnya nelayan di Pantai Samas yang menggantungkan hidup dari laut selatan Bantul," tandasnya.

Baca Juga: 5 Tempat Makan dekat Jembatan Kretek II Bantul, Serba Seafood

Verified Writer

Hironymus Daruwaskita

Main sambil kerja

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Berita Terkini Lainnya