Comscore Tracker

Larangan Mudik Diperpanjang, Hasil Tes COVID Maksimal 1x24 jam   

Auran baru naik kereta api saat pengetatan larangan mudik 

Yogyakarta, IDN Times -  Pengetatan perjalanan mudik telah dilakukan oleh pemerintah. Semua syarat perjalanan moda transportasi telah diatur oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 yang mengeluarkan Addendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021, yang berisi tentang pengetatan persyaratan mudik Lebaran Idulfitri 1442 H selama pra dan pasca-larangan mudik. 

Dalam addendum surat edaran tersebut dituliskan pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama H-14 peniadaan mudik (22 April - 5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei - 24 Mei 2021). 

Apa saja syarat untuk melakukan perjalanan menggunakan kereta api selama pengetatan perjalanan?

Baca Juga: Survei: 72 Persen Masyarakat Berencana Mudik 

1. Aturan dibuat sebagai antisipasi peningkatan pergerakan penduduk

Larangan Mudik Diperpanjang, Hasil Tes COVID Maksimal 1x24 jam   Suasana Stasiun Kereta di tengah pandemik COVID-19 (Dok. Humas KAI)

Menurut addendum surat edaran tersebut, peraturan ini dibuat untuk mengantisipasi peningkatan arus pergerakan penduduk yang berpotensi meningkatkan penularan kasus COVID-19 antar-daerah, pada masa sebelum dan sesudah periode peniadaan mudik diberlakukan.

Sementara itu, pada surat edaran tersebut juga disebutkan selama masa peniadaan mudik pada 6 - 17 Mei 2021, tetap berlaku aturan-aturan yang tercantum dalam Addendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021.

2. KA antar-kota wajib tes RT atau antigen maksimal 1 x 24 jam

Larangan Mudik Diperpanjang, Hasil Tes COVID Maksimal 1x24 jam   Calon penumpang menunggu antrean tes cepat Antigen di Stasiun Yogyakarta, Gedong Tengen, DI Yogyakarta, Selasa (22/12/2020) (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

Pada surat edaran itu disebutkan masyarakat yang akan melakukan perjalanan menggunakan kereta api antar-kota wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen.

Kemudian, kurun waktu pengambilan sampel tesnya maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Opsi lainnya adalah menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19 di masing-masing stasiun kereta api sebelum keberangkatan.

Baca Juga: Larangan Mudik Mulai 22 April, Hasil Rapid Test Hanya Berlaku 1x24 Jam

Baca Juga: Polri Minta Masyarakat Tak Mudik Sebelum 6 Mei 2021

3. Larangan mudik diperketat agar tak terjadi lonjakan kasus COVID-19

Larangan Mudik Diperpanjang, Hasil Tes COVID Maksimal 1x24 jam   Suasana Kereta di tengah pandemik COVID-19 (Dok. Humas KAI)

Pemerintah sebelumnya telah memutuskan meniadakan aktivitas mudik Hari Raya Idulfitri 1442 H. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

"Sesuai arahan Bapak Presiden dan hasil koordinasi rapat tingkat menteri yang diselenggarakan 23 Maret 2021 di kantor Kemenko PMK, maka ditetapkan bahwa tahun 2021 mudik ditiadakan," kata Muhadjir dalam keterangan pers yang disiarkan secara langsung di kanal Kemenko PMK, Jumat, 26 Maret 2021.

Adanya keputusan larangan mudik 2021 ini lantaran kasus COVID-19 yang masih tinggi di Indonesia, dan karena adanya program vaksinasi yang sedang dilakukan pemerintah saat ini. "Sehingga upaya vaksinasi yang dilakukan bisa menghasilkan kondisi kesehatan yang semaksimal mungkin," kata Muhadjir.

Baca Juga: 5 Fakta Larangan Mudik Lebaran 2021, Sanksi Tegas Menanti

Topic:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya