Comscore Tracker

5 Keunikan Kebijakan Lawan COVID dari Indonesia hingga Amerika 

Di Kamboja wisatawan dikenakan deposit kematian

Jakarta, IDN Times - Pandemik COVID-19 melanda semua negara. Selain aktif mendorong vaksinasi bagi warganya, ternyata terdapat beberapa cara unik yang dilakukan oleh masyarakat di tiap negara untuk menghadapi virus corona. 

Walaupun cara yang dilakukan termasuk unik dan bikin geleng-geleng kepala, masyarakat tetap melakukannya. 

IDN Times menghimpun lima kebijakan unik di berbagai negara sebagai upaya mengakhiri pandemik COVID-19. Apa saja? 

Baca Juga: 7 Berita Utama Terkait Cryptocurrency dalam Sepekan Terakhir

1. Indonesia

5 Keunikan Kebijakan Lawan COVID dari Indonesia hingga Amerika Ilustrasi Hantu/Iblis (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Nah kebijakan nyeleneh yang pertama dari Indonesia. Pemerintah Desa (Pemdes) Sepat, Masaran, Sragen, Jawa Tengah mempersiapkan rumah hantu sebagai tempat karantina bagi warga yang nekat mudik lebaran untuk periode 6-17 Mei 2021.

Lokasi karantina merupakan bangunan bekas gudang yang sudah kosong dan terbengkalai selama puluhan tahun. Warga setempat meyakini bila gedung itu horror. Walaupun horot, satgas setempat masih baik hati menyediakan empat kasur dan logistik bakal kebutuhan sehari-hari akan disediakan. 

2. India

5 Keunikan Kebijakan Lawan COVID dari Indonesia hingga Amerika pixabay

Kepolisian di distrik Niwari, Madhya Pradesh, India menandai warga yang belum divaksinasi COVID-19 dengan poster bergambar tengkorak. Dalam poster juga terdapat penggalan kalimat bertuliskan “Jauhi saya, saya belum divaksinasi."

Belum cukup sampai di situ, polisi yang bertugas di blok Prithvipur bahkan meminta warga yang belum divaksinasi membaca keras-keras pesan dalam poster dan bersumpah bahwa mereka akan melakukan vaksinasi dalam waktu dua hari.

Dilansir dari The Indian Express pada Jumat (11/6/2021), mereka yang telah divaksinasi diberi lencana dengan warna bendera India bertuliskan “Saya seorang patriot sejati karena telah divaksinasi.”

3. Washington, Amerika Serikat

5 Keunikan Kebijakan Lawan COVID dari Indonesia hingga Amerika Ilustrasi tanaman ganja (IDN Times/Bagus F)

Demi menyukseskan kampanye vaksinasi, pemerintah negara bagian Washington memberikan minuman keras dan ganja gratis bagi orang dewasa yang telah diinokulasi. Kampanye bertajuk Joints for Jabs itu akan berlangsung hingga 12 Juli 2021.

Dilansir dari US News, pemerintah mengizinkan pengecer ganja berlisensi untuk menawarkan vaksin di toko ritel mereka. Setelah disuntik, mereka yang berusia di atas 21 tahun akan mempeorleh ganja gratis.

Bulan lalu, pemerintah Washington juga bermitra dengan penjual minuman alkohol. Pelanggan yang bisa menunjukkan bukti telah divaksinasi akan memperoleh minuman keras gratis.

Baca Juga: Ini 5 Fakta tentang Ganja sebagai Tanaman Penyembuh

3. Afrika Selatan

5 Keunikan Kebijakan Lawan COVID dari Indonesia hingga Amerika Ilustrasi Sepatu (Pantofel) (IDN Times/Mardya Shakti)

Peraturan yang tidak kalah aneh juga dirilis oleh pemerintah Afrika Selatan pada Mei 2020. Dilansir The Daily Mail, toko ritel di negara tersebut hanya diizinkan menjual sepatu atau sandal dengan kaki tertutup.

Mereka juga hanya diizinkan menjual kaos sebagai penghangat, yang artinya kaos lengan pendek hanya boleh dipajang jika didampingi oleh jaket. Lebih aneh lagi, toko ritel diizinkan menjual kemeja, apakah itu lengan panjang atau pendek, tanpa didamping jaket penutup.

Kebijakan ini memicu kebingungan di masyarakat, yang tidak mengerti keterkaitan antara penyebaran virus corona dengan sepatu atau kaos yang harus ditutup.

Baca Juga: Ini 10 Daftar Negara Paling Layak Huni di Tengah Pandemik COVID-19 

4. Kamboja

5 Keunikan Kebijakan Lawan COVID dari Indonesia hingga Amerika pixabay.com

Pemerintah Kamboja memberlakukan “deposit kematian” sebagai layanan pariwisata di tengah pandemik COVID-19. Kebijakan yang diberlakukan pada Juni 2020 ini menuntut para pelancong yang tiba di Kamboja untuk membayar deposito senilai 3.000 dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp41,9 juta.

Adapun rincian dari deposit tersebut adalah
·      5 dolar AS untuk transportasi dari bandara ke pusat tunggu
·      100 dolar AS untuk sekali tes COVID-19
·      30 dolar AS untuk menginap di hotel atau pusat tunggu
·      30 dolar AS untuk makan tiga kali sehari sembari menunggu hasil

Jika satu penumpang dinyatakan positif COVID-19, semua penumpang dalam penerbangan yang sama akan dikarantina selama 14 hari. Setiap penumpang harus membayar 100 dolar untuk tes COVID-19 dan 84 dolar AS untuk menginap fasilitas karantina per malam.

Untuk pasiennya sendiri, mereka akan dituntut untuk melakukan empat kali tes, yang berarti deposit mereka harus berkurang hingga 400 dolar AS. Mereka juga harus membayar 225 dolar AS untuk biaya rumah sakit, pelayanan medis, jasa binatu, dan sanitasi. Deposit sisanya atau sekitar 1.500 dolar AS akan disimpan untuk biaya layanan kematian atau kremasi.

Itulah kebijakan kebijakan nyeleneh yang dilakukan masyarakat dari berbagai negara. Selalu waspada dan lakukan prokes ya guys!

Topic:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya