Comscore Tracker

Rencana PPN Sembako Dibuat Beragam, Pemerintah Janji akan Adil     

Ini rencana skema multitarif PPN sembako

Jakarta, IDN Times - Pemerintah mengusulkan tarif PPN umum naik sebanyak 2 persen menjadi 12 persen. Rencana kenaikan ini akan dilakukan dengan skema multitarif dalam rentang 5-10 persen.

Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo, memaparkan skema multitarif untuk PPN sembako akan ditetapkan berdasarkan klasifikasi, harga, dan juga konsumen dari produk tersebut.

Pemerintah sendiri memastikan sembako yang dijual di pasar tradisional tak akan dikenakan PPN. Sementara sembako yang biasa dikonsumsi masyarakat kelas menengah atas bisa dikenakan tarif umum 12 persen, atau tarif tertinggi 15 persen.

Dengan usulan ini, menurut Yustinus, sistem perpajakan lebih adil karena selama ini semua produk sembako tak pernah dikenai PPN.

"Kalau melihat itu justru penguatan otoritas pajak dengan sudah berkeadilan karena menyasar secara selektif kepada objek atau kelompok  yang memang dianggap lebih mampu," kata Yustinus dalam webinar PPI bertajuk 'Pajak Sembako Dekrit atau Intrik?', Jumat (18/6/2021).

 

 

 

 

Baca Juga: Ternyata, Ini Alasan Pemerintah Mau Terapkan PPN Sembako 12 Persen!

1. Ini rencana skema multitarif PPN sembako

Rencana PPN Sembako Dibuat Beragam, Pemerintah Janji akan Adil     Ilustrasi PPN Sembako. (IDN Times/Aditya Pratama)

Yustinus menyontohkan untuk produk sembako yang dikonsumsi oleh orang banyak atau sembako strategis, bisa tak dikenakan PPN, atau dikenakan dengan tarif lebih rendah. Sementara itu, untuk sembako yang biasa dikonsumsi masyarakat kelas menengah ke atas akan dikenakan tarif lebih tinggi.

"Contoh beras saja yang merupakan barang kebutuhan pokok saat ini sudah banyak jenisnya, ada beras murah dan ada yang sangat mahal. Ada yang 1 Kg Rp10ribu, ada yang Rp100 ribu bahkan sampai Rp200 ribu. Daging juga, yang dibeli di pasar termasuk daging ayam potong gak kena pajak wajar. Tapi daging kualitas super yang harganya Rp500-700 ribu/Kg itu tidak kita pajaki saat ini," ungkap dia.

Baca Juga: 3 Kebijakan Pajak Baru Usulan Pemerintah: PPN Sembako hingga Karbon

2. Harga beberapa produk akan turun

Rencana PPN Sembako Dibuat Beragam, Pemerintah Janji akan Adil     Ilustrasi Pembalut (IDN Times/Sunariyah)

Yustinus mengatakan selama ini, susu formula, popok bayi, hingga pembalut wanita dikenai tarif PPN 10 persen. Padahal, produk-produk tersebut merupakan produk strategis yang dibutuhkan banyak orang.

Dengan RUU ini, kata dia, produk-produk tersebut berpeluang mengalami penurunan tarif PPN, dari 10 persen menjadi 5-7 persen.

"Saat ini belum diturunkan tarifnya, contoh susu formula sekarang 10 persen, padahal itu penting, nanti bisa kita kenai 5 persen atau 7 persen. Lalu juga popok bayi, pembalut wanita, itu bisa kita turunkan tarifnya," terangnya.

Selain itu, produk strategis lainnya juga bisa dikenakan tarif PPN final 1-2 persen, atau bahkan tak dikenakan sama sekali alias 0 persen.

"Kalau perlu tarif lebih rendah atau untuk kemudahan kita sediakan PPN final, 1-2 persen dipungut, tidak perlu mekanisme pajak keluaran atau masukan, lebih simpel dan mudah. Dan terakhir ruangnya adalah PPN tidak dipungut fasilitas untuk sektor tertentu, barang dan jasa strategis, dan sebagainya," imbuhnya.

Baca Juga: Perhatian! Belanja Sembako di Pasar Gak Bakal Kena PPN

3. Penerapan RUU KUP masih lama

Rencana PPN Sembako Dibuat Beragam, Pemerintah Janji akan Adil     Pengamat perpajakan Yustinus Prastowo (IDN Times/Helmi Shemi)

Yustinus memastikan penerapan RUU KUP ini masih membutuhkan waktu yang lama. Pasalnya, RUU ini belum masuk pembahasan oleh DPR RI. Ia menegaskan, saat ini pemerintah fokus dalam pemulihan ekonomi, dan tak akan membebani masyarakat.

"Penerapannya mungkin masih lama. Tapi kalau tidak kita siapkan sekarang ruangnya, rasanya kita menyia-nyiakan waktu dan kesempatan," tandas Yustinus.

Topic:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya