Comscore Tracker

Ketua KPU Tanggapi Permintaan Prabowo Soal Visum KPPS

Izin keluarga tentukan boleh tidaknya autopsi dilakukan

Jakarta, IDN Times - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman meminta kubu Prabowo harus meminta izin kepada keluarga petugas KPPS yang meninggal sebelum melakukan autopsi. Hal itu disampaikan Arief Budiman untuk menanggapi permintaan Prabowo tentang jasad petugas KPPS yang meninggal harus divisum.

Menurut Arief, izin perlu dikantongi sebab keluarga lah  yang menentukan apakah bisa dilakukan autopsi atau tidak.

Baca Juga: Prabowo: Kata Dokter Tidak Masuk Akal Ratusan Petugas KPPS Meninggal

1. Arief sebut Prabowo harus minta izin langsung ke keluarga petugas KPPS yang meninggal

Ketua KPU Tanggapi Permintaan Prabowo Soal Visum KPPSIDN Times/Gregorius Aryodamar

Terkait permintaan Prabowo agar petugas KPPS yang meninggal diautopsi, Arief menyerahkan sepenuhnya ke keluarga korban. Ia mengatakan, kubu 02 bisa langsung meminta izin kepada keluarga petugas.

"Kalau mau autopsi ya silakan izin ke keluarganya langsung," kata Arief di Hotel Shangri La, Jakarta Pusat, Kamis (9/5).

2. Autopsi atau tidak tergantung izin keluarga

Ketua KPU Tanggapi Permintaan Prabowo Soal Visum KPPSANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Menurut Arief, KPU juga tidak bisa memberi keputusan. Jika memang ingin divisum atau autopsi harus meminta izin kepada keluarga petugas KPPS yang meninggal. 

"Intinya autopsi itu harus izin keluarga dulu. Kalau ada pihak yang ingin (autopsi) silakan ajukan izin ke keluarga dulu. Kalau ada yang mau melaporkan, ya silakan laporkan," terang dia.

3. Prabowo minta jasad petugas KPPS yang meninggal divisum

Ketua KPU Tanggapi Permintaan Prabowo Soal Visum KPPSIDN Times/Irfan fathurohman

Sebelumnya, calon presiden Prabowo Subianto meminta peristiwa meninggalnya ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) diusut tuntas. Dia menyarankan jasad anggota KPPS divisum.

"Kami berbelasungkawa dan kami mohon pihak berwajib menyelesaikan dan mengusut hal ini, sehingga jelas bagi semua unsur apa yang terjadi sebenarnya," kata Prabowo di kediamannya, Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (8/5).

Dia ingin aparat penegak hukum menyelidiki kematian ratusan anggota KPPS. Caranya adalah dengan memeriksa secara medik jenazah petugas KPPS.

"Perlu ada, kami rasa suatu visum atau pemeriksaan medis petugas-petugas KPPS yang meninggal," kata Prabowo.

Baca Juga: Jumlah Kematian Tertinggi KPPS di Jawa Barat 

4. Prabowo turut berduka

Ketua KPU Tanggapi Permintaan Prabowo Soal Visum KPPSIDN Times/Irfan fathurohman

Prabowo mendengar, sudah ada 500 lebih anggota KPPS yang meninggal dunia. Ini membuatnya prihatin dan turut berduka.

"Atas nama seluruh Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Koalisi Indonesia Adil dan Makmur, kami ingin mengucapkan bela sungkawa yang sebesar-besarnya atas meninggalnya, yang dilaporkan lebih dari 500 petugas pemilu dari berbagai tingkatan, yang telah meninggal dalam proses pemilu. Hal ini belum pernah terjadi dalam sejarah pemilu Republik Indonesia," kata Prabowo.

5. Petugas KPPS yang meninggal mencapai 554 orang

Ketua KPU Tanggapi Permintaan Prabowo Soal Visum KPPSANTARA NEWS/Aditya Pradana Putra

Data sementara, total jumlah petugas KPPS yang meninggal mencapai 554 orang, baik dari pihak KPU, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), maupun personel Polri.

Berdasarkan data KPU hingga Sabtu (4/5) pukul 16.00 WIB, jumlah petugas KPPS yang meninggal sebanyak 440 orang. Sementara jumlah petugas yang sakit 3.788 orang.

Jumlah itu bertambah dari hari sebelumnya yaitu 424 orang. Begitu pula dengan petugas yang sakit, jumlahnya juga bertambah dari hari sebelumnya yang mencapai 3.668 orang.

Baca Juga: DPR Gelar Rapat Paripurna Bahas Penyebab Petugas KPPS Meninggal

Topic:

  • Febriana Sintasari

Just For You