Comscore Tracker

Kasus COVID-19 Terus Meningkat, Mal  Tutup Pukul 17.00 

Konsumen tak boleh makan di tempat 

Jakarta, IDN Times - Pemerintah kembali memperketat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, setelah kasus COVID-19 terus meningkat.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Ganip Warsito, mengatakan pengetatan kegiatan yang dilakukan salah satunya dengan mengurangi jam operasional pusat perbelanjaan atau mal. 

"Sesuai dengan hasil ratas, nanti akan dilakukan perubahan Instruksi Mendagri Nomor 14 Tahun 2021 yang hari ini masih kita pedomani. Pembatasan ini juga dilakukan untuk bisa mengendalikan supaya COVID ini tidak semakin menyebar," ujar Ganip dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nasional yang disiarkan langsung di channel YouTube Pusdalops BNPB, Senin (28/6/2021).

Baca Juga: Terbitkan Edaran, Bupati Sleman Minta Warga 7 Hari di Rumah Saja

1. Makanan harus dibawa pulang

Kasus COVID-19 Terus Meningkat, Mal  Tutup Pukul 17.00 Ilustrasi Mal di Jakarta (IDN Times/Besse Fadhilah)

Menurut Ganip, salah satu langkah yang akan dilakukan pemerintah yaitu membatasi kegiatan di sektor ekonomi. Pemerintah akan membatasi jam operasional mal hingga pukul 17.00. Adapun, untuk restoran atau tempat makan tidak diperbolehkan dine in atau makan di tempat.

"Untuk sektor ekonomi seperti mal ini hanya dioperasionalkan sampai jam 17.00. Restoran hanya diizinkan untuk take away, ini dibatasi sampai pukul 20.00 WIB," ujar Ganip.

2. Zona merah dan oranye harus terapkan WFH 75 persen

Kasus COVID-19 Terus Meningkat, Mal  Tutup Pukul 17.00 Ilustrasi Suasana Ruang Kantor (IDN Times/Besse Fadhilah)

Aturan lain yang akan diterapkan yakni pelaksanaan kerja dari rumah atau work from home (WFH) di zona merah dan oranye harus 75 persen.

"Nanti yang akan diterapkan adalah pelaksanaan untuk kegiatan PPKM-nya. WFH-WFO ini akan diberlakukan 75 persen dan 25 persen untuk daerah yang merah dan oranye," kata Ganip.

3. Kegiatan nonesensial harus dievaluasi sesuai kondisi daerah

Kasus COVID-19 Terus Meningkat, Mal  Tutup Pukul 17.00 Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Ganip Warsito meninjau Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta pada Rabu (26/5/2021) (Dok. Humas BNPB)

Ganip menambahkan kegiatan-kegiatan nonesensial itu harus dievaluasi sesuai dengan kondisi daerah. Menurutnya, koordinasi pusat dan daerah harus terus dilakukan.

"Untuk bisa melakukan pencegahan dan pembinaan ini, ketegasan dan konsistensi di dalam melakukan aturan ini sangat dibutuhkan, di samping koordinasi dan kolaborasi antar pihak," ujar Ganip.

Baca Juga: Pernyataan Lengkap Jokowi: Pilih PPKM Mikro Ketimbang Lockdown 

Topic:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya