Comscore Tracker

Remehkan COVID-19, Presiden Brasil Malah Positif

Ia menemui warga tanpa mengenakan masker

Jakarta, IDN Times - Presiden Brasil Jair Bolsonaro dinyatakan positif terinfeksi COVID-19. Kabar ini disampaikan sendiri olehnya pada Selasa (7/7/2020). Ironisnya, dia sempat meremehkan keberadaan virus corona.

Dilansir stasiun berita BBC, Bolsonaro menjalani empat kali tes setelah mengalami demam tinggi dengan hasil positif COVID-10. Gejala tersebut muncul sejak 5 Juli 2020. 

"Di hari Minggu, saya tidak merasa tidak enak badan. Kemudian, pada hari Senin, situasi itu memburuk, di mana saya merasa pegal-pegal dan lelah. Saya juga mengalami demam di atas 38 derajat celcius. Lantaran ada gejala-gejala ini, dokter kepresidenan mencurigai saya telah terpapar COVID-19," ungkap Bolsonaro pada Selasa.

Selain meminta dokter memeriksa organ paru-parunya, Bolsonaro menyebutkan istrinya, Michelle, ikut diperiksa kesehatannya.

Baca Juga: Kasus COVID-19 di DIY Melonjak Menjadi 346 Kasus

1. Presiden Bolsonaro menduga ia terinfeksi virus corona saat berjumpa dengan warga

Remehkan COVID-19, Presiden Brasil Malah PositifPresiden Brasil Jair Bolsonaro menikmati hotdog di jalanan saat pandemik COVID-19 di Brasilia, Brasil, pada 23 Mei 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Adriano Machado

Presiden Bolsonaro menduga ia tertular virus corona saat melakukan kontak fisik dengan rakyat Brasil. Bolsonaro juga diketahui sempat menemui warga tanpa mengenakan masker. 

"Karena saya melakukan kontak fisik dengan warga. Saya pikir saya telah waspada dan tidak menyadarinya seperti mayoritas warga Brasil lainnya yang terpapar virus corona dan tidak mengetahuinya," kata Bolsonaro. 

Ia menyebutkan tidak ada satu pun negara di dunia ini yang berhasil mencegah kematian akibat COVID-19. Selain itu, tidak ada satu pun negara di dunia ini yang sepakat mengenai tujuan dari lockdown

"Terpapar virus corona itu sesuatu yang sulit dicegah dan butuh waktu lama bagi rumah sakit untuk dilengkapi dengan ruang ICU dan alat bantu pernapasan," ujarnya lagi.

2. Presiden Bolsonaro mengaku telah mengonsumsi obat antimalaria

Remehkan COVID-19, Presiden Brasil Malah PositifPresiden Brazil, Jair Bolsonaro, saat menghadiri sebuah acara. facebook.com/jairmessias.bolsonaro

Presiden Boslonaro mengaku telah mengonsumsi obat antimalaria untuk mencegah COVID-19. Obat itu sempat disebut Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump efektif menanggulangi COVID-19. Trump sendiri juga mengonsumsinya. 

Selain obat antimalaria, Boslonaro juga mengonsumsi azithromycin, jenis antibiotik untuk mengobati penyakit. Namun, obat-obatan tersebut tak berhasil mencegah Bolsonaro terpapar COVID-19. 

Usai Bolsonaro dinyatakan positif terpapar COVID-19, kontak penelusuran akan dilakukan ke orang-orang terdekatnya. Termasuk orang yang ia temui baru-baru ini. 

Direktur Eksekutif Badan Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Mike Ryan berharap Presiden Bolsonaro segera pulih dari penyakit COVID-19. Ia juga menyatakan bahwa dengan terpaparnya Bolsonaro, menjadi bukti nyata, tidak ada satupun orang yang kebal di dunia ini dari COVID-19. 

"Saya pikir ini semua menjadi pesan bagi kita semua bahwa kita semua rentan terpapar virus ini," kata Ryan seperti dilansir dari stasiun berita BBC

3. Presiden Bolsonaro sejak awal meremehkan pandemik COVID-19 dan menolak lockdown

Remehkan COVID-19, Presiden Brasil Malah PositifPresiden Brazil, Jair Bolsonaro, menyampaikan penjelasan terkait kasus virus corona di Brazil. facebook.com/jairmessias.bolsonaro

Sejak awal, Bolsonaro sudah meremehkan pandemik COVID-19. Bahkan, pada April lalu ia mengatakan seandainya dirinya sendiri terpapar virus itu maka ia tak perlu khawatir dan tidak akan merasakan apapun. COVID-19 dianggapnya sama seperti penyakit flu pada umumnya. 

Tetapi, sejak Bolsonaro mengatakan itu, tingkat infeksi di Brasil semakin tinggi. Begitu pula angka kematiannya. Ketika itu, angka kematian masih 3.000, tetapi kini sudah melonjak menjadi 40 ribu. 

Berikut adalah komentar lainnya yang pernah diucapkan oleh Bolsonaro mengenai COVID-19 sebelum ia sendiri terpapar virus itu: 

11 Maret: dari apa yang saya lihat saat ini, ada jenis flu lain yang lebih banyak menewaskan orang dibandingkan (virus corona) yang ini

18 Maret: hari ini kami mempunyai informasi, karena kita memiliki iklim tropis (di Brasil), kita telah mencapai akhir (pandemik) atau ini sudah berakhir, dan virus tidak menyebar dengan cepat di iklim hangat seperti di negara kita

20 Maret: usai ditusuk, saya tidak akan ambruk karena virus kecil

Sejak saat itu, Bolsonaro terus menentang upaya di dalam negaranya sendiri yang berupaya mencegah agar pandemik itu meluas. Ia ikut dalam aksi unjuk rasa menentang lockdown atau kewajiban untuk mengenakan masker. 

Bolsonaro sendiri kemudian diperintahkan wajib pakai masker di area publik oleh hakim. Jika tidak, ia dikenai denda US$386 per harinya atau setara RpRp5,5 juta [kurs 1 US$ = Rp14.444].

Keputusan itu tidak hanya berlaku bagi Presiden Bolsonaro saja, namun juga bagi semua pegawai pemerintahan di distrik federal Brasilia. 

Baca Juga: Kemenkes Tetapkan Biaya Rapid Test Maksimal Rp150 Ribu

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya