Comscore Tracker

Kembali Pulangkan 21 WNI dari Tiongkok, Kemlu: Tak Perlu Dikarantina  

Satu warga yang diobservasi di Natuna sakit

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Indonesia kembali memfasilitasi pemulangan puluhan warga Indonesia lainnya setelah sebelumnya memulangkan 243 WNI dari Provinsi Hubei, Tiongkok pada (1/2) lalu.

Menurut Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun, 21 WNI dipulangkan melalui Bandara Beijing pada Senin pagi (10/2) kemarin dan tiba di Tanah Air pada malam harinya. 

"Kami baru memfasilitasi juga bersama-sama dengan pemerintah daerah terkait pemulangan 21 orang dari Bandara Beijing. Jadwalnya pada Senin malam sampai," ungkap Djauhari ketika melakukan telekonferensi dari Beijing dengan Kepala Staf Kepresidenan pada Senin kemarin seperti dikutip dari kantor berita Antara

Bedanya, puluhan WNI itu tidak mengikuti prosedur yang kini tengah dilakukan 238 WNI di Pulau Natuna. Mereka tidak dikarantina. Namun, Djauhari memastikan puluhan WNI itu dalam kondisi sehat. Sebab sebelum kembali ke Tanah Air, mereka sudah menjalani prosedur pemeriksaan kesehatan dari otoritas di Tiongkok. 

Lalu, apa pertimbangannya puluhan WNI itu tidak ikut dikarantina sama seperti ratusan warga Indonesia lainnya?

 

21 WNI yang Dipulangkan dari Tiongkok Tidak Diobservasi 2 Pekan

1. Puluhan WNI itu tidak diobservasi di Pulau Natuna karena bukan bermukim di Wuhan

Kembali Pulangkan 21 WNI dari Tiongkok, Kemlu: Tak Perlu Dikarantina  (Plt juru bicara Kemlu, Teuku Faizasyah dan Direktur Perlindungan WNI Judha Nugraha) IDN Times/Santi Dewi

Plt juru bicara Kemenlu, Teuku Faizasyah mengatakan salah satu alasan mengapa puluhan WNI itu tidak dikarantina karena mereka bukan bermukim dari kota Wuhan yang telah diisolasi oleh otoritas setempat. Kedua, saat diperiksa di Tiongkok, mereka dalam kondisi sehat. 

"Mereka sudah menjalani proses pemeriksaan kesehatan sebelum meninggalkan Tiongkok dan diyatakan sehat," kata Faiza kemarin di kantor KSP, Bina Graha. 

Sementara, menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Anung Sugihantono juga memastikan tidak akan ada observasi khusus bagi puluhan WNI yang terbang dari Beijing. Padahal, Tiongkok juga menemukan ada pasien di Beijing yang sudah terjangkit virus corona. 

Namun, Anung menjelaskan ketika tiba di Indonesia, puluhan WNI itu akan menjalani protokol kesehatan termasuk akan diawasi oleh dinas kesehatan di kota asal WNI tersebut. 

Baca Juga: Jika Tidak Terbukti Terjangkit Corona, WNI di Natuna Akan Dipulangkan

2. Di hari kedelapan proses observasi, ada satu WNI sakit karena air kotor

Kembali Pulangkan 21 WNI dari Tiongkok, Kemlu: Tak Perlu Dikarantina  Suasana masa karantina WNI di Natuna, Kepulauan Riau (Twitter.com/@KemenkesRI)

Sementara, berdasarkan laporan terakhir yang diterima oleh Kementerian Kesehatan, berdasarkan hari kedelapan, belum ada satu pun WNI yang tengah diobservasi di Lanud Raden Sadjad, Natuna, Kepulauan Riau, dalam kondisi sakit yang menunjukkan terinfeksi virus corona. Namun, memang ada satu orang WNI yang dikabarkan sakit. Tetapi, bukan karena terinfeksi virus yang kini telah merenggut nyawa 1.000 orang itu. Melainkan karena air tangki yang kotor. 

Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, mengatakan setiap hari tim kesehatan selalu mengecek suhu tubuh mereka. Dari observasi rutin itu, tidak ada satu pun yang mengeluhkan gejala panas, demam, batuk, sakit kepala, atau gangguan pernafasan. 

"Semua indikator yang paling penting untuk memantau kemungkinan gejala flu berat disebabkan nCoV tidak ada. Setiap hari kami pantau, dan tidak ada yang mengeluh batuk, demam, atau keluhan gangguan tenggorokan," ujar pria yang akrab disapa Yuri itu di kantor Kemenkes pada Senin (10/2). 

Ia turut mengakui memang ada satu WNI yang mengeluhkan gatal-gatal. Tetapi, ia menegaskan hal itu bukan disebabkan oleh nCoV, melainkan kualitas air yang kotor. Kini, semua masalah itu sudah diatasi dan WNI itu telah kembali sehat. 

"Kami memang kurang hati-hati dan tidak mewaspadai tangki air bawah tanah. Penggunaan air dengan volume demikian tinggi, sehingga kotoran yang di bawah naik ke atas yang menyebabkan gatal-gatal," tutur dia lagi. 

3. Apabila semua WNI yang diobservasi dinyatakan sehat, mereka bisa pulang pekan ini

Kembali Pulangkan 21 WNI dari Tiongkok, Kemlu: Tak Perlu Dikarantina  Ratusan WNI yang dievakuasi dari wabah virus corona di Tiongkok, tiba di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/2). (ANTARA FOTO/M N Kanwa)

Menurut Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto 243 WNI yang kini tengah diobservasi akan dipulangkan ke masing-masing rumahnya seusai mengikuti observasi dua pekan dan dinyatakan tidak ada yang sakit. Mereka bahkan sudah bisa kembali ke rumah pekan ini. 

Ia mengatakan terus berdoa agar ratusan WNI itu tetap dalam kondisi sehat. 

“Ya jelas, doanya kita tadi supaya mereka tetap sehat,” kata Terawan di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Jumat (7/2) lalu. 

Terawan menambahkan pemerintah sudah menyiapkan mekanisme bagi pemulangan ratusan WNI ke kampung halamannya masing-masing. Selain itu, Terawan mengimbau kepada masyarakat lain agar tidak memandang negatif ratusan WNI yang kembali dari Wuhan. 

“Sosialisasilah ke daerah-daerah orang tuanya, ke tetangganya, ke pemda-pemda nya supaya saudara-saudara kita WNI yang sehat itu ojo nganti (jangan sampai nanti) di daerahnya malah diini (pandang negatif), gak boleh,” katanya. 

Baca Juga: Jika Tidak Terbukti Terjangkit Corona, WNI di Natuna Akan Dipulangkan

Topic:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya