Comscore Tracker

KPK Akhirnya Tahan Mantan Menpora Imam Nahrawi, Apa Alasannya?

Ditahan usai diperiksa selama delapan jam

Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan mantan Menpora Imam Nahrawi pada Jumat (27/9). Imam ditahan usai diperiksa selama delapan jam oleh penyidik. Padahal, ini pertama kalinya Imam diperiksa dengan status tersangka.

Nasib Imam sungguh tragis karena sebelumnya ia duduk sebagai Menteri. Namun, jelang masa kerjanya berakhir, ia justru menjadi "pasien" komisi antirasuah. 

Usai resmi mengenakan rompi oranye dan kedua tangannya diborgol, Imam tak bersedia berkomentar. Wajahnya tertunduk tampak lesu. 

Sementara, kuasa hukum Imam, Soesilo Aribowo menyayangkan mengapa kliennya tetap ditahan oleh penyidik komisi antirasuah. Padahal, ia sudah menunjukkan itikad baik dengan mundur sebagai Menpora. 

"Memang kami sayangkan penahanan, tetapi kami hormati juga KPK," ujar Soesilo seperti dikutip kantor berita Antara pada Jumat malam kemarin. 

Lagipula, kata dia lagi, kliennya tak mungkin berniat akan melarikan diri. Soesilo menyebut kliennya sudah dicegah ke luar negeri. 

"Saya kira kalau mau mengulangi perbuatannya, tidak akan terjadi," tutur dia lagi. 

Lalu, apa tanggapan KPK mengenai penahanan Imam?

1. KPK menilai tidak ada niat baik dari Imam Nahrawi

KPK Akhirnya Tahan Mantan Menpora Imam Nahrawi, Apa Alasannya?(Juru bicara KPK, Febri Diansyah) ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan Imam sudah menunjukkan niat tidak baik karena saat proses penyelidikan karena sempat mangkir tiga kali. 

"Kalau di proses penyelidikan kan tiga kali (dipanggil) dan kami tidak melihat ada itikad baik untuk datang pada tahap penyelidikan meskipun tidak ada upaya paksa di tahap penyelidikan tersebut," kata Febri pada Jumat malam kemarin. 

Imam mangkir ketika dipanggil oleh penyidik pada tanggal 31 Juli 2019, 2 Agustus 2019 dan 21 Agustus 2019. Selain itu, penyidik akhirnya menahan Imam, karena mereka sudah melakukan hal yang sama terhadap tersangka lainnya yakni Miftahul Ulum yang merupakan asisten pribadi mantan Menpora. 

"Sekarang, proses pemeriksaan sudah dilakukan dalam kapasitas sebagai tersangka. Satu orang tersangka lainnya juga sudah kami tahan untuk efektivitas penangan perkara ini. Maka, dua orang tersangka dalam satu pokok perkara ini tentu harus berjalan secara beriringan," tutur dia lagi. 

Baca Juga: [BREAKING] KPK Akhirnya Tahan Mantan Menpora Imam Nahrawi

2. Imam Nahrawi mengaku siap menerima takdirnya

KPK Akhirnya Tahan Mantan Menpora Imam Nahrawi, Apa Alasannya?(Mantan Menpora Imam Nahrawi) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Sebelumnya, ketika tiba di gedung KPK pada pukul 10:00 WIB, Imam mengaku sudah siap menjalani takdirnya. Ia mengatakan takdir Tuhan tidak pernah keliru. 

"Ini pasti karena setiap manusia pasti menghadapi takdir. Demi Allah, demi Rasulullah, Allah itu Maha Baik, dan takdirnya nggak pernah salah," tutur Imam ketika tiba pada Jumat pagi. 

Sebelumnya, Imam sudah mengajukan pengunduran diri sebagai Menpora. Imam mengaku ingin fokus menghadapi kasus hukumnya. 

3. Imam Nahrawi terancam bui 20 tahun

KPK Akhirnya Tahan Mantan Menpora Imam Nahrawi, Apa Alasannya?IDN Times/Sukma Sakti

Imam diduga kuat menerima suap senilai Rp14,7 miliar pada periode 2014-2018. Uang itu diterima melalui asisten pribadinya yaitu Miftahul Ulum. Miftahul telah ditahan oleh penyidik KPK pada awal September. 

Imam juga disebut meminta duit pada periode 2016-2018 senilai Rp11,8 miliar. Maka apabila ditotalkan, ia mendapat duit senilai Rp26,5 miliar. 

"Duit itu diduga commitment fee atas proposal pengajuan dana hibah yang diajukan oleh pihak KONI ke Kemenpora pada tahun anggaran 2018," tutur Alex. 

Atas perbuatan itu, Imam dijerat dengan pasal huruf a atau b atau pasal 12B UU nomor 20 tahun 2001. Apabila merujuk ke pasal tersebut, di sana tertulis jelas sebagai penyelenggara negara atau pegawai negeri dilarang menerima hadiah atau janji yang diketahui dapat menggerakkan sesuatu atau tidak yang bertentangan dengan kewajibannya. 

Imam pun diancam 4-20 tahun penjara dan denda antara Rp200 juta-Rp1 miliar. 

https://www.youtube.com/embed/qOkGL451sc4

Baca Juga: Jadi Tersangka Suap, Menpora Imam Nahrawi Terancam 20 Tahun Penjara

Topic:

  • Paulus Risang

Just For You