Comscore Tracker

Enam Tokoh Calon Penerima Gelar Pahlawan Nasional 2019, Dua dari Jogja

Publik menebak nama Kahar Muzakkir dan Sardjito

Jakarta, IDN Times - Enam orang tokoh akan dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden Joko "Jokowi" Widodo pada Jumat (8/11), menjelang peringatan hari Pahlawan pada 10 November mendatang.

Wakil Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Negara, Jimly Asshiddique,mengatakan tiga orang di antara enam tokoh itu dulu ikut berjuang membela kemerdekaan Indonesia dan menjadi anggota BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia). 

"Mereka ini laki-laki semua. Jadi, ketiga nama ini sudah pernah diajukan sebelumnya oleh Kementerian Sosial, namun belum diberikan. Oleh sebab itu di akhir masa pemerintahan Pak Jokowi jilid pertama, kami ingin menuntaskan semua (ketiga nama ini)," ujar Jimly ketika dihubungi oleh IDN Times melalui telepon. 

Kendati sudah didesak siapa ketiga nama yang dimaksud, Jimly enggan membocorkan nama tersebut. Ia memilih agar keenam calon penerima gelar pahlawan nasional akan disampaikan oleh presiden. 

"Itu nanti biar disampaikan secara langsung lah oleh presiden, jangan di saya," ujar pria yang sempat menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu. 

Lalu, kira-kira siapa ya ketiga nama calon penerima gelar pahlawan nasional lainnya? Berikut bocoran yang diperoleh IDN Times

1. Satu di antaranya adalah tokoh perempuan dan jurnalis perintis

Enam Tokoh Calon Penerima Gelar Pahlawan Nasional 2019, Dua dari JogjaIDN Times/Dini suciatiningrum

Satu nama yang sudah beredar di publik adalah mantan jurnalis perempuan pertama Ruhana Kuddus. Konfirmasi bahwa Ruhana adalah salah satu tokoh yang diberi gelar pahlawan nasional diketahui dari surat yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial, Pepen Nazarudin pada (7/11) lalu. 

Di dalam surat itu tertulis bahwa usulan Gubernur Provinsi Sumatera Barat, Irwan Prayitno untuk mengajukan nama Ruhana sebagai calon penerima gelar pahlawan nasional telah disetujui oleh pemerintah. 

"Sehubungan dengan acara tersebut, kami mohon kiranya Bapak Gubernur dapat hadir di acara Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara pada 8 November 2019," demikian isi surat itu. 

Baca Juga: Ruhana Kuddus Wartawati Pertama Ditetapkan Jadi Pahlawan Nasional

2. Dua tokoh lainnya adalah berasal dari Provinsi Yogyakarta dan pernah jadi rektor

Enam Tokoh Calon Penerima Gelar Pahlawan Nasional 2019, Dua dari Jogja(Doktor Sardjito) Wikimedia Commons

Sementara, petunjuk lain yang diberi oleh Jimly adalah dua tokoh yang terkenal dan pernah menjadi rektor. Tokoh yang namanya sudah sangat dikenal oleh publik itu, berasal dari provinsi yang sudah banyak memiliki pahlawan nasional. 

"Dua tokoh ini pernah berjasa di perguruan tinggi dan sudah dijadikan nama jalan, rumah sakit, namun belum sempat diajukan ke pemerintah," kata Jimly. 

Kendati tidak menyebut nama, namun publik sudah bisa menebak itu adalah Prof KH Abdul Kahar Muzakkir dan Prof Dr Sardjito. 

Pengusul gelar pahlawan nasional untuk KH Kahar Muzakkir adalah Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Semasa hidup Kahar dikenang sebagai cendekiawan Muslim dan pejuang nasional. 

Sedangkan, Sardjito adalah rektor pertama UGM periode 1950-1961. Ia juga sempat memimpin UII periode 1963–1970. Selama hidupnya, Sardjito membuat terobosan di dunia kedokteran yakni dengan menemukan beberapa vaksin misalnya untuk penyakit typhus, kolera, hingga disentri. 

3. Satu tokoh nasional lainnya sempat menjadi raja dan turun langsung melawan penjajahan Belanda

Enam Tokoh Calon Penerima Gelar Pahlawan Nasional 2019, Dua dari JogjaIDN Times/Marisa Safitri

Sementara, satu tokoh lainnya yang dibocorkan oleh Jimly dulunya semasa hidup ia merupakan raja atau sultan. Di daerah tempat tokoh tersebut itu memimpin, kata Jimly, hanya dia yang turun langsung memimpin untuk melawan penjajahan Belanda. Sementara, sultan di wilayah lain malah kena politik adu domba Belanda. 

"Tapi, dia sangat ingin melawan Belanda, sampai diganti oleh dua raja. Tapi, dia kemudian naik lagi menjadi raja di daerahnya usai digantikan dua raja sebelumnya," ujar dia. 

Gelar pahlawan nasional bagi sultan ini, Jimly menjelaskan akan menjadi gelar pertama bagi tokoh di provinsi itu. Siapa nama sultan yang dimaksud? Lagi-lagi Jimly tutup mulut. 

"Ditebak saja sendiri," ujarnya. 

Kendati pada tahun ini ada enam tokoh yang diberi gelar pahlawan nasional, ia menyebut bukan berarti pemerintah ingin dengan mudah menganugerahkan gelar tersebut. Semua calon diajukan oleh Kementerian Sosial, lalu diseleksi oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Negara. 

"Penempatan pahlawan nasional ini diberikan oleh pemerintah sebagai penghormatan bagi mereka yang ikut membantu perjuangan dan memerdekakan Indonesia," pungkasnya.

Baca Juga: Penetapan Dr. Sardjito jadi Pahlawan Nasional Tunggu SK Presiden

Topic:

  • Paulus Risang

Just For You