Comscore Tracker

Sektor Penerbangan Lumpuh, Bagaimana Nasib Pilot?  

Padahal pilot butuh pelatihan berkala 

Banyak aktivitas di penjuru dunia terhambat bahkan terhenti akibat pandemik COVID-19. Virus yang pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok itu menyebabkan dampak buruk di sejumlah sektor, seperti ekonomi, pariwisata, hingga penerbangan.

Di dunia penerbangan akibat terhentinya sebagian besar penerbangan membuat banyak pilot tak bisa bekerja. Padahal, seorang pilot harus tetap menjaga kecakapan dalam menerbangkan pesawat sesuai aturan lisensinya.

Di tengah pandemik COVID-19 seperti saat ini, lalu apa yang terjadi pada pilot yang mayoritas tak bisa menerbangkan si burung besi seperti biasanya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini, seperti yang dilansir dari CNN Travel.

Baca Juga: Operasional Bandara YIA Dan Adisutjipto Jogja Tutup Hingga 1 Juni 2020

1. Pilot membutuhkan pelatihan berkala agar tetap bisa terbang

Sektor Penerbangan Lumpuh, Bagaimana Nasib Pilot?  pexels.com/Rafael Cosquiere

Adanya wabah virus corona yang mengguncang dunia membuat setidaknya 290 ribu pilot di dunia harus berada di rumah. Sebab, pesawat komersil dilarang terbang untuk sementara waktu. Hal ini dikhawatirkan akan membuat kemampuan pilot dalam menerbangkan pesawat menurun.

Seorang pilot di Inggris dari British Airline Pilots Association (BALPA), Brian Strutton, menjelaskan bahwa pilot membutuhkan setidaknya tiga kali take off dan landing dalam waktu 90 hari. Terdapat pula berbagai pengecekan lisensi bagi pilot.

Salah satunya seperti Cek Lisensi Kecakapan. Hal ini wajib dilakukan setiap tahunnya untuk menjaga lisensi tetap valid dan aktif. Selain itu, maskapai penerbangan juga harus melakukan Pemeriksaan Kecakapan Operasional yang berlangsung selama enam bulan sekali.

Sektor Penerbangan Lumpuh, Bagaimana Nasib Pilot?  thesun.co.uk

Sebenarnya, semua itu bisa dilakukan dengan menggunakan simulator kokpit. Hanya saja, di masa pandemik, banyak fasilitas simulator yang tutup. Kalau pun ingin menyewa, pilot harus mengeluarkan dana seharga 300-400 dolar Amerika Serikat (Rp4,6 juta hingga Rp6,1 juta). Padahal, pemasukan pilot pun sedang berkurang.

Ada sebuah game yang bisa menjaga kecakapan pilot dalam menerbangkan pesawat, yakni Microsoft Flight Simulator. Namun, sensasinya terasa berbeda jika menggunakan simulator. Pilot perlu mengakses simulator penerbangan skala penuh yang nyata.

2. Adanya perpanjangan waktu lisensi bagi pilot

Sektor Penerbangan Lumpuh, Bagaimana Nasib Pilot?  cranfieldflyingschool.com

Adanya keterbatasan gerak ini membuat pilot tak berdaya. Lisensi mereka agar tetap tersertifikasi dan memenuhi kualifikasi penerbangan pun terancam kedaluwarsa jika tak diperpanjang.

Untungnya, otoritas penerbangan di seluruh dunia memberikan perpanjangan waktu untuk meringankan beban pilot dalam hal berakhirnya lisensi terbang.

Di Eropa, EU Aviation Safety Agency (EASA) telah memperpanjang tenggat waktu untuk persyaratan tertentu, supaya pilot tetap bisa terbang. Namun, maskapai harus membuat rencana pelatihan terperinci setelah wabah ini berakhir.

Sektor Penerbangan Lumpuh, Bagaimana Nasib Pilot?  flickr.com

Sedangkan di Amerika Serikat, Federal Aviation Administration (FAA) mengambil kebijakan untuk tidak akan menindak hukum pilot. Hal tersebut berlaku dalam hal pemenuhan standar durasi sertifikat medis, jika berakhir antara 31 Maret hingga 30 Juni 2020.

Inggris hampir sejalan dengan pedoman yang diberlakukan EASA. Kebijakan membebasakan seluruh operator, awak pesawat, instruktur, dan penguji yang terlibat dalam transportasi udara komersial. Mulai dari validitas normal untuk lisensi dan sertifikat yang kedaluwarsa sebelum 31 Oktober 2020.

Baca Juga: 10 Potret Keindahan Lembah dan Gunung di Indonesia Selama Pandemi

3. Kru penerbangan diminta untuk cuti tanpa dibayar

Sektor Penerbangan Lumpuh, Bagaimana Nasib Pilot?  emirates.com

Seorang direktur agency penerbangan di AeroProfessional, Sam Sprules, menyatakan bahwa lebih dari 40 maskapai mengharuskan kru penerbangan tak bekerja. Mereka yang tak bekerja, kini hanya mendapatkan upah minimal saja.

Bahkan, banyak pula yang diminta mengambil cuti tak dibayar selama beberapa bulan ke depan. Padahal, kru pesawat dituntut untuk tetap menguasai aturan evakuasi jika suatu hal buruk terjadi, seperti kebakaran.

Hal ini merupakan pukulan besar bagi dunia penerbangan yang mana selalu padat dan sibuk setiap harinya. Namun, Sprules yakin bahwa industri penerbangan akan cepat pulih lebih cepat setelah wabah ini berakhir nantinya.

Tak hanya pilot saja yang terdampak akibat pandemik COVID-19. kru pesawat juga mengalami hal yang sama. Semoga keadaan kembali normal seperti semula. 

Baca Juga: 9 Potret Keindahan India Selama Lockdown, Polusi Turun Drastis

Topic:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya