Comscore Tracker

Jadi Target kekerasan, Transpuan Tanggapi Prank Ferdian Paleka 

Ferdian Paleka ditetapkan menjadi tersangka 

Jakarta, IDN Times – Aksi prank yang dilakukan YouTuber Ferdian Paleka terhadap transpuan menuai ancaman. Menurut aktivis Transpuan Kanzha Vina, hal ini menambag panjang daftar kekerasan dan pelecehan yang dialami oleh transpuan. 

“Kita tidak bersepakat bahwa itu tidak salah, tidak ada pembenaran,” kata dia kepada IDN Times, Selasa (5/5).

Kanzha memaparkan hasil penelitian Yayasan Arus Pelangi, transpuan memiliki target kekerasan paling tinggi di Indonesia. Sejak tahun 2006-2018, transpuan berada di posisi pertama sebagai korban tindak pidana kelompok LGBT dengan persentase 88 persen.

 

Baca Juga: Polisi Tetapkan Rekan YouTuber Ferdian Paleka Jadi Tersangka

1. Tindakan ini tidak dibenarkan kepada siapapun korbannya

Jadi Target kekerasan, Transpuan Tanggapi Prank Ferdian Paleka instagram.com/lambe_turah

Menurut Kanzha, masyarakat memang masih memiliki cara pandang yang berbeda terhadap keberadaan transpuan.

Namun, belajar dari kasus ini, Khanza mengatakan bahwa masyarakat masih memiliki sisi lain, yakni tidak membenarkan kejadian penipuan dan candaan seperti itu, baik kepada transpuan atau kepada siapapun.

“Tapi ada sisi-sisi, mereka merasa bahwa itu tidak boleh dilakukan, siapapun kalau sudah dikerjain seperti video prank-nya satu itu, semua orang akan marah,” ujar dia.

Baca Juga: Polisi Tetapkan YouTuber Ferdian Paleka Resmi Jadi Tersangka

2. Setiap manusia harus memanusiakan manusia

Jadi Target kekerasan, Transpuan Tanggapi Prank Ferdian Paleka Ilustrasi (IDN Times/Sukma Shakti)

Dari kejadian ini Kanzha menitip pesan sederhana. Bagi dia, transpuan tidak perlu diperlakukan istimewa, cukup dengan saling menghargai maka esensi memanusiakan manusia akan tercapai.

“Sebenarnya simple ya, namanya manusia harus memanusiakan manusia lainnya, itu saja,” ujarnya.

Masyarakat, kata dia, sebisa mungkin tidak perlu takut dan panik. Transpuan juga bisa mendapatkan kesempatan yang sama seperti orang pada umumnya karena mereka juga manusia.

“Apa yang dinikmati orang bukan trans juga bisa dinikmati sama trans, jadi mendapat kesempatan yang sama, cuma pengennya di-treat sebagai manusia,” katanya lagi.

3. Polisi tetapkan Ferdian Paleka menjadi tersangka

Jadi Target kekerasan, Transpuan Tanggapi Prank Ferdian Paleka Ilustrasi Jasa Peluk (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

aksi prank dilakukan oleh Ferdian Paleka hanya untuk membuat konten YouTube miliknya. Dalam aksinya Ferdian tidak hanya sendiri, ia dibantu oleh dua orang temannya. 

Aksi prank dengan memberikan sampah dan batu bata yang disimpan di dalam kardus mi instan tersebut, berujung penangkapan ketiganya. Saat ini Ferdian Paleka bahkan tekah dijadikan tersangka. Ferdian dijerat dengan pasal 45 ayat 3 UU ITE. Ancaman hukumannya pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).

Baca Juga: Bikin Video 'Prank' Waria, Rumah YouTuber Ferdian Digeruduk Warga 

Topic:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya