Comscore Tracker

Tolak UN Dihapus, JK: Anak Tak Akan Tahu Rasanya Berjuang untuk Ujian

Jusuf Kalla menyebut Indonesia berbeda dengan Finlandia

Jakarta, IDN Times - Penggantian Ujian Nasional (UN) menjadi asesmen pada 2021 yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim kembali menuai respons dari Mantan Presiden Jusuf Kalla (JK).

JK mengaku kurang setuju dengan rencana Mendikbud itu. Menurutnya, rencana penghapusan UN perlu dikaji lebih mendalam.

Baca Juga: Penghapusan UN Dikritik Jusuf Kalla, Ini Pembelaan Nadiem Makarim

1. Indonesia tidak bisa disamakan dengan negara berpenduduk rendah

Tolak UN Dihapus, JK: Anak Tak Akan Tahu Rasanya Berjuang untuk UjianJusuf Kalla di agenda Seminar dan Lokakarya Nasional Refleksi Implementasi Fungsi Mediasi di Indonesia Komnas HAM (IDN Times/Lia Hutasoit)

Dia mengatakan bahwa Indonesia tidak bisa disamakan dengan Finlandia yang hanya berpenduduk sedikit.

"Kalau penduduk 5 juta kita juga bisa memerdekakan pelajar tapi 260 juta bagaimana, tanpa suatu standar yang baik [secara] nasional," kata JK usai menjadi menghadiri seminar dan lokakarya Nasional Refleksi Implementasi Fungsi Mediasi di Indonesia, Jakarta, Kamis (12/12).

2. Anak tidak merasakan tekanan belajar untuk ujian kelulusan

Tolak UN Dihapus, JK: Anak Tak Akan Tahu Rasanya Berjuang untuk UjianIlustrasi pelaksaan UNBK SMP (IDN Times/Ervan Masbanjar)

JK menyebut, jika UN dihapuskan maka anak tidak akan memiliki external pressure. Anak tidak akan merasakan rasanya berjuang dalam menghadapi ujian.

"Kalau mau merasa hebat harus melewati hal yang susah, kalau melayani protes karena susah itu kan kita akan lembek pasti," kata dia.

3. Ujian Nasional harusnya menguji apa yang anak tahu selama sekolah

Tolak UN Dihapus, JK: Anak Tak Akan Tahu Rasanya Berjuang untuk UjianMendikbud Nadiem Anwar Makarim di sela Rapat Koordinasi dengan Dinas Pendidikan se-Indonesia (IDN Times/Margith Juita Damanik)

JK menyayangkan jika alasan UN dihapus karena protes dari murid, guru dan orangtua yang merasakan kesulitan menghadapi UN. Menurut dia UN adalah kesempatan anak untuk bekerja keras.

"Ujian sekolah mengujikan apa yang telah diajarkan, menguji apa yang seharusnya anak tahu," pungkas dia.

Baca Juga: 4 Program Pembelajaran Nasional Nadiem Makarim, Soroti UN dan Zonasi

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya