Comscore Tracker

MUI Keluarkan Fatwa Salat Idulfitri Bisa di Rumah saat Pandemik

Salat berjamaah harus perhatikan protokol kesehatan

Jakarta, IDN Times -Salat Idulfitri boleh dilaksanakan di rumah masing-masing selama pandemik corona.

Panduan Salat Idulfitri itu merupakan fatwa yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Fatwa ini berlaku dan disarankan bagi masyarakat yang berada di wilayah merah COVID-19.

“Salat Idulfitri boleh dilaksanakan di rumah dengan berjamaah bersama anggota keluarga atau secara sendiri (munfarid), terutama jika ia berada di kawasan penyebaran COVID-19 yang belum terkendali,” seperti dikutip dari keterangan tertulis Fatwa MUI, yang diterima IDN Times, Rabu (13/5).

Baca Juga: Kisah Bocah Penjual Kerupuk di Yogyakarta Wujudkan Impian ke The Voice

1. Masih bisa dilakukan berjamaah bila wilayah sudah aman dari COVID-19

MUI Keluarkan Fatwa Salat Idulfitri Bisa di Rumah saat Pandemik(Susana salat Ied Adha di Palembang) IDN Times/Vanny El Rahman

Berdasarkan fatwa itu, jika memang menurut pendapat ahli yang bisa dipercaya dan amanah, kawasan warga sudah dikatakan terkendali saat Idulfitri 1441 Hijriah, seperti ditandai dengan penurunan dan kelonggaran aktivitas sosial yang memungkinkan adanya kerumunan, maka salat berjamaah bisa dilakukan.

“Maka salat Idulfitri dilaksanakan dengan cara berjamaah di tanah lapang, masjid, musala, atau tempat lain.

Baca Juga: Menteri Agama Imbau Umat Muslim Salat Idulfitri di Rumah

2. Harus dilaksanakan dengan protokol kesehatan

MUI Keluarkan Fatwa Salat Idulfitri Bisa di Rumah saat PandemikIDN Times/Prayugo Utomo

Salat Idulfitri berjamaah juga berlaku bagi wilayah umat Islam yang terbilang terkendali atau bebas dari COVID-19.

Meski demikian, baik di rumah ataupun di masjid, masyarakat tetap harus melakukan pelaksanaan protokol kesehatan untuk mencegah adanya penularan.

3. Fatwa dibuat sebagai jawaban dari pertanyaan masyarakat terkait aturan pelaksanaan Idulfitri selama wabah

MUI Keluarkan Fatwa Salat Idulfitri Bisa di Rumah saat PandemikIDN Times/Prayugo Utomo

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh, menjelaskan Fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020 ini telah dibahas mulai Rabu (6/5). Fatwa itu dibuat atas permintaan dari masyarakat yang mempertanyakan bagaimana aturan mengenai pelaksanaan Idulfitri 1441 Hijriah mendatang saat COVID-19 masih mewabah.

“Dengan pertimbangan bahwa salat Idulfitri merupakan ibadah yang menjadi salah satu syiar Islam dan simbol kemenangan dari menahan nafsu selama bulan Ramadan,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (13/5).

Baca Juga: MUI Keluarkan Fatwa Salat Idulfitri di Masa Pandemik COVID-19

Topic:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya