Comscore Tracker

Fakta Pembunuhan Sadis Rinaldi, dari Tinder Jadi Aksi Mutilasi

Tersangka sempat kebingungan dengan jasad korban

Jakarta, IDN Times - Pemakaman jenazah Rinaldi Harley Wismanu (33) di kampung halamannya di Sleman pada Senin (21/9/2020) diiringi haru. Rinaldi adalah korban pembunuhan sadis yang dilakukan oleh tersangka yakni Laeli Atik Supriyatin (LAS), 27 tahun dan Djumaidi Al Fajar (DAF), 26 tahun.

Sebelumnya, penyidik Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi adegan pembunuhan berencana yang disertai mutilasi pada manajer muda tersebut.

"Ada 37 adegan yang kita rencanakan ada penambahan sedikit tapi hanya sub-subnya saja," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Jakarta Pusat, pada 18 September lalu.

Berikut fakta-fakta yang terungkap dari pembunuhan Rinaldi.

Baca Juga: Jenazah Korban Mutilasi di Kalibata City Dimakamkan di Depok Sleman

1. Korban mengenal tersangka Laeli lewat Tinder

Fakta Pembunuhan Sadis Rinaldi, dari Tinder Jadi Aksi MutilasiRilis kasus mutilasi di Apartemen Kalibata City (Dok. Humas Polda Metro Jaya)

Dalam rekonstruksi, kedua tersangka memperagakan saat korban RHW bertemu dengan tersangka LAS di salah satu kafe di Stasiun Juanda. Mereka janjian bertemu pada 7 September 2020 setelah berkenalan di aplikasi pencarian jodoh, Tinder.

Korban dan tersangka LAS memesan kamar di Apartemen Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat, hingga 12 September 2020. Pada 9 September 2020 korban dan LAS masuk kamar dan berhubungan intim. Sementara, tersangka DAF bersembunyi di kamar mandi dengan membawa batu bata dan gunting.

2. Korban dipukul dengan batu dan menerima 8 tusukan

Fakta Pembunuhan Sadis Rinaldi, dari Tinder Jadi Aksi MutilasiRilis kasus mutilasi di Apartemen Kalibata City (Dok. Humas Polda Metro Jaya)

Ketika korban dan LAS tengah berhubungan intim, DAF keluar dan memukul kepala korban. Setelah korban jatuh, DAF menusuk dada korban sembari memeras harta korban dengan alasan memergoki istrinya sedang bersama korban.

RHW sempat menolak dan DAF memukul pelipis kanan korban dan menusuk kepalanya sebanyak satu kali. Korban juga sempat berusaha kabur, namun punggungnya juga ditusuk. Korban mengalami total delapan tusukan.

Setelah itu, tersangka LAS keluar dari kamar mandi dan meminta pin handphone korban, namun baru diberikan sesaat sebelum korban tewas. Kaki korban akhirnya diikat dan wajahnya ditutupi baju dan disimpan di kamar mandi.

3. Korban dimutilasi setelah disimpan selama lima hari

Fakta Pembunuhan Sadis Rinaldi, dari Tinder Jadi Aksi MutilasiIlustrasi petugas memakamkan jenazah pasien terkonfirmasi COVID-19 di TPU Gandus Hills, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (11/9/2020). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Sementara itu, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan korban tak langsung dimutilasi setelah tewas.

Mereka terlebih dulu membeli pisau dan gergaji untuk memutilasi korban di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

"Jenazah korban lima hari di dalam kamar. Tiga hari saat dibunuh, korban dibiarkan begitu saja dan dua hari dimutilasi. Mulai tanggal 9, 10, 11, korban dibiarkan di kamar mandi apartemen. Tanggal 12-13, di situ pelaku melakukan mutilasi selama dua hari," kata Calvijn.

4. Tersangka belajar memutilasi lewat video YouTube

Fakta Pembunuhan Sadis Rinaldi, dari Tinder Jadi Aksi MutilasiRilis kasus mutilasi di Apartemen Kalibata City (Dok. Humas Polda Metro Jaya)

Pada kesempatan lain, Yusri mengungkap fakta baru mengenai menjelaskan bahwa kedua tersangka sempat mempelajari cara memutilasi dari tayangan video YouTube.

"Dia belajar dari YouTube. Saya pertegas lagi. Ini temuan pada saat kita rekonstruksi," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Senin (21/9/2020).

Yusri menjelaskan bahwa setelah membunuh Rinaldi pada 9 September 2020, jasad korban didiamkan selama tiga hari di Apartemen Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat.

Kedua tersangka sempat kembali ke kos-kosan di Depok. Mereka sempat kebingungan dengan jenazah korban. Karena cukup besar, sehingga timbul niatan untuk dilakukan mutilasi. Karena tersangka tidak tahu caranya, mereka lantas mempelajarinya dari YouTube.

"Nanti tanggal 12 September pagi dia datang, karena sudah belajar dari YouTube, dia membawa parang untuk mutilasi. Tanggal 12 itu dia mutilasi bagian bawah dan kedua tangan," kata Yusri.

Kemudian, tanggal 13 tersangka kembali menyelesaikan sisa potongan yang lain sekaligus membersihkan tempat kejadian perkara (TKP). Potongan tubuh korban ditempatkan dalam koper dan dibungkus kresek kemudian ditinggalkan di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.

5. Tersangka LAS berpendidikan tinggi

Fakta Pembunuhan Sadis Rinaldi, dari Tinder Jadi Aksi MutilasiRilis kasus mutilasi di Apartemen Kalibata City (Dok. Humas Polda Metro Jaya)

Dari hasil rekonstruksi, terungkap pula bahwa pelaku LAS memiliki latar belakang tingkat pendidikan tinggi.

"Pertama identitas keseharian pelaku. Tersangka L adalah seorang sarjana dari salah satu universitas terkenal di Jakarta, sarjana MIPA. Pernah bekerja di satu perusahaan besar juga," kata Yusri.

Berdasarkan penelusuran IDN Times, Laeli adalah lulusan Universitas Indonesia. Dia dikenal pintar dan punya ketertarikan dalam bidang pendidikan. LAS bahkan diketahui pernah mengikuti Olimpiade kimia.

"Selama kuliah ini anak pintar. Pernah ikut Olimpiade kimia tingkat provinsi dan sering mengajar mahasiswa," katanya.

Laeli adalah seorang tenaga pengajar.  Dia kerap mengajarkan les sejumlah mahasiswa di suatu perguruan tinggi. Sedangkan Fajar adalah seorang pengangguran yang menggantungkan hidup pada Laeli.

"Karena yang bekerja itu adalah L sebenarnya. L sempat mengajar les untuk mahasiswa suatu perguruan, karena dia ahli dalam kimia ya," ujarnya.

Sulitnya perekonomian saat pandemik, memancing LAS dan DAF melakukan tindak pidana.

"Ini menjadi motif, dalam hal ini ekonomi," katanya.

Baca Juga: Desakan Ekonomi, Jadi Alasan Tersangka Lakukan Mutilasi Rinaldi

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya