Comscore Tracker

TKN Jokowi-Ma'ruf Analisis Data Perolehan Suara Prabowo-Sandi

Diduga hitungan hanya mengambil data raihan Prabowo-Sandiaga

Jakarta, IDN Times - Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi lndonesia Kerja Joko Widodo-Ma'ruf Amin telah menganalisis klaim kemenangan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, sehingga didapat angka 62,23 persen itu.

"Ada banyak permasalahan yang ditemukan dalam data tersebut, seperti kesalahan sampling data Provinsi Lampung yang telah direpresentasikan TKN kemarin," kata Wakil Direktur Direktorat Saksi TKN, Lukman Edi di Jakarta, Minggu (21/4).

Baca Juga: Erick Thohir Mengaku Tidak Tahu Rencana Pertemuan Luhut-Prabowo

1. TKN menyelidiki klaim kemenangan Prabowo-Sandiaga

TKN Jokowi-Ma'ruf Analisis Data Perolehan Suara Prabowo-SandiIDN Times/Indiana Malia

Di Provinsi Lampung, kata Lukman, entri data TKN sudah 50 persen. Jokowi-Ma'ruf unggul 57, 6 persen di Lampung daripada Prabowo-Sandiaga 42,33 persen. Data tersebut hampir sama dengan quick count Charta Politika, LSI Denny JA dan SMRC di Lampung. Data Charta Politika menyatakan Jokowi-Ma'ruf unggul 57,93 persen, SMRC 57,75 persen, dan LSI Denny JA 58,1 persen.

"Kami kupas yang klaim 62 persen, di sana (Lampung) ternyata kami dibuat 40,91 persen menang kubu 02 59,09 persen. Ternyata setelah kami lihat bohong, dia hanya memasukkan 30 TPS saja di Lampung," tuturnya.

2. Data TKN hampir sama dengan KPU dan lembaga survei

TKN Jokowi-Ma'ruf Analisis Data Perolehan Suara Prabowo-SandiIDN Times/Indiana Malia

Hal yang sama juga terjadi di DKI Jakarta. Entri data TKN sudah hampir 40 persen. Data TKN hampir sama dengan temuan di real count KPU dan quick count lembaga survei. Jokowi-Ma'ruf unggul 55,4 persen, real count KPU 54,2 persen, sementara di dua lembaga survei lain 51,74 persen dan 51,9 persen. Artinya, Jokowi-Ma'ruf menang di Jakarta.

"Sementara pihak sebelah menyatakan menang di Jakarta. Setelah kami lihat hanya data 300 TPS yang dimasukkan. Sekali lagi ini kebohongan kedua," tutur Lukman.

3. BPN hanya mengambil data kemenangan Prabowo-Sandiaga

TKN Jokowi-Ma'ruf Analisis Data Perolehan Suara Prabowo-SandiIDN Times/Indiana Malia

Lukman menjelaskan, kesalahan lain dari kubu Prabowo-Sandiaga adalah 10 persen data rusak berupa data double, alamat TPS tidak lengkap, angka suara kedua paslon tidak lengkap, dan jumlah sampling tidak proporsional. Contoh, data DKI Jakarta dan Jawa Tengah jumlahnya hampir sama 300-an data, sementara jumlah DPT Jawa Tengah jauh lebih besar daripada DPT di DKI Jakarta.

"Sebaran TPS tidak merata, sebagian besar hanya mengambil data dari TPS di mana pasangan Prabowo-Sandiaga memperoleh kemenangan. Kami akan setiap hari mengeluarkan kebohongan-kebohongan (kubu 02), kebohongan ketiga, keempat, dan seterusnya," katanya.

4. TKN mengerahkan 250 orang untuk memverifikasi C1

TKN Jokowi-Ma'ruf Analisis Data Perolehan Suara Prabowo-Sandi

Untuk menghasilkan data Cl yang akurat, kata Lukman, ada sekitar 250 orang. Mereka bekerja setiap hari selama 24 Jam (3 sif) untuk melakukan verifikasi C1. Hingga saat ini penghitungan suara nasional sementara mencapai 14,66 persen dari total 813.350 TPS seluruh Indonesia.

"Sesuai data aplikasi yang bisa kita monitor real time, total data suara yang masuk per hari ini pukul 16.30 WIB adalah 119.216 dari 813.350 TPS dengan total perolehan suara 23.847.734 suara," kata Lukman.

5. Perolehan sementara Jokowi-Ma'ruf unggul dari Prabowo-Sandiaga

TKN Jokowi-Ma'ruf Analisis Data Perolehan Suara Prabowo-SandiIDN Times/Indiana Malia

Perolehan sementara menunjukkan paslon Jokowi-Ma'ruf Amin meraih 56,16 persen yakni 13.155.012 suara mengungguli Prabowo-Sandiaga dengan 45, 84 persen yakni 10.693.723 suara.

“Hasil rekapitulasi suara TKN hampir sama dengan perolehan KPU. Sedikit berada di atas hasil KPU. Ini menandakan bahwa kami sejalan dengan apa yang dilakukan KPU, termasuk kendala yang dihadapi,” tambah Lukman.

Sebelumnya kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah mengklaim kemenangan sebesar 62,23 persen dari sampling 3.000 Tempat Pemungutan Suara (TPS). 

Baca Juga: [BREAKING] Presiden Sri Lanka Meminta Warga Tetap Tenang

Topic:

  • Febriana Sintasari

Just For You