Comscore Tracker

Pemerintah Mulai Pungut Pajak Netflix, Spotify Sebesar 10 Persen  

Pemungutan pajak dimulai 1 Juli

Jakarta, IDN Times -Produk digital yang berasal dari luar negeri resmi dikenai pajak mulai 1 Juli 2020. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan resmi memberlakukan pemungutan, penyetoran, dan pelaporan PPN sebesar 10 persen. Proses pemungutan pajak itu akan dilakukan oleh pelaku usaha perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) yaitu pedagang/penyedia jasa luar negeri, penyelenggara PMSE luar negeri, atau penyelenggara PMSE dalam negeri yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan melalui Direktur Jenderal Pajak.

"Pengenaan PPN atas pemanfaatan produk digital dari luar negeri merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan kesetaraan berusaha atau level playing field bagi semua pelaku usaha khususnya antara pelaku di dalam negeri maupun di luar negeri, serta antara usaha konvensional dan usaha digital," ujar Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Hestu Yoga Saksama.

Baca Juga: Napak Tilas Petualangan Lee Seung‑gi dan Jasper Liu di Yogyakarta

1. Kriteria produk layanan/jasa digital luar negeri yang dipungut pajak

Pemerintah Mulai Pungut Pajak Netflix, Spotify Sebesar 10 Persen  (IDN Times/Arief Rahmat)

Menurut keterangan Menteri Keuangan Sri Mulyani ada sejumlah kriteria produk digital impor yang dikenai pajak. Produk atau jasa digital asing itu, kata Sri Mulyani, bisa berupa aplikasi, layanan streaming film seperti Netflix hingga streaming musik Spotify.

Sri Mulyani menambahkan pemungutan pajak akan dilakukan oleh pemungut PPN produk digital luar negeri dan akan ditunjuk oleh Ditjen Pajak. Pelaku usaha yang belum ditunjuk tetapi memilih untuk ditunjuk dapat menyampaikan pemberitahuan kepada Direktur Jenderal Pajak.

"Pelaku usaha e-commerce yang dalam kurun waktu dua belas bulan memiliki nilai transaksi penjualan produk digital kepada pembeli di Indonesia melebihi Rp600 juta dalam satu tahun atau Rp50 juta dalam satu bulan, atau memiliki jumlah traffic atau pengakses di Indonesia melebihi 12 ribu dalam satu tahun atau seribu dalam satu bulan dapat ditunjuk sebagai pemungut pajak pertambahan nilai," katanya.

Baca Juga: Bos Telkom Buka-bukaan Soal Alasan Netflix Diblokir

2. Pemungutan pajak berdasarkan besaran nilai transaksi

Pemerintah Mulai Pungut Pajak Netflix, Spotify Sebesar 10 Persen  Ilustrasi Penerimaan Pajak. IDN Times/Arief Rahmat

Hestu menjelaskan dengan adanya persyaratan itu, penunjukan pemungut PPN didasarkan semata-mata atas besaran nilai transaksi dengan pembeli di Indonesia, atau jumlah traffic atau pengakses dari Indonesia tanpa memandang domisili atau yurisdiksi tempat kedudukan pelaku usaha. Pelaku usaha yang telah ditunjuk sebagai pemungut PPN wajib mulai melakukan pemungutan PPN pada bulan berikutnya setelah keputusan penunjukan diterbitkan.

"Jumlah PPN yang dipungut adalah sebesar 10 persen, namun pemungutan PPN tidak berlaku terhadap barang atau jasa yang berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dikecualikan atau dibebaskan dari pengenaan PPN," katanya.

3. Akses Netflix Cs terancam dibatasi bila tak patuhi pajak

Pemerintah Mulai Pungut Pajak Netflix, Spotify Sebesar 10 Persen  IDN Times/Dwifantya Aquina

Sementara itu Dirjen Pajak Suryo Utomo, mengatakan Kemenkeu akan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) baru. Aturan itu salah satunya akan mengatur sanksi apabila produk layanan digital luar negeri tak mematuhi aturan pajak di dalam negeri.

"Apabila PMSE tidak mematuhi, akan ada sanksi di perppu itu, yaitu pembatasan akses. Tapi untuk impelementasinya seperti apa, nanti kami akan rumuskan dalam satu PMK tersendiri setelah PMK penunjukkan PMSE sebagai pemungut PPN ini selesai diterbitkan," ujar Suryo Utomo.

Baca Juga: Gak Cuma Netflix, Ini Kriteria Produk Digital Impor yang Kena Pajak

Topic:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya