Comscore Tracker

Melestarikan Busana Adat Jawa lewat Tradisi Kamis Pahing

Pelajar dan ASN diwajibkan berpakaian adat

Jakarta, IDN Times - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kental dengan kebudayaan dan tradisi Jawanya.  Karena itulah, DIY berusaha konsisten melestarikan kebudayaan tradisional agar tidak gampang dilupakan oleh generasi penerus.

Bersama Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak (KPPPA), IDN Times berkesempatan untuk mengunjungi Kabupaten Sleman beberapa waktu lalu. Di sana, kami melihat sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) beserta para pelajar kompak menggunakan pakaian adat khas Yogyakarta.

1. Pakaian adat digunakan setiap Kamis Pahing

Melestarikan Busana Adat Jawa lewat Tradisi Kamis PahingIDN Times/Fitang Budhi Adhitia

Saat IDN Times berkunjung ke Sleman, ternyata hari itu bertepatan dengan Kamis Pahing. Menurut penanggalan Jawa, Kamis Pahing adalah salah satu hari baik yang mereka kenal.

"Setiap pasaran pahing di Kamis menggunakan adat ini untuk menjaga budaya istimewa," kata Kepala Dinas P3AP2KB Kabupatan Sleman, Mafilindati Nuraini kepada IDN Times, Kamis (19/9).

Baca Juga: Tak Sekadar Ruang Terbuka, Ini Fungsi Alun-alun Utara Kraton Jogja 

2. Dua kali dalam sebulan, ASN dan pelajar harus gunakan pakaian adat

Melestarikan Busana Adat Jawa lewat Tradisi Kamis PahingIDN Times/Fitang Budhi Adhitia

Pakaian adat yang digunakan, kata Nuraini, untuk pria adalah surjan lurik dan jarik. Sementara pakaian adat yang dikenakan oleh perempuan adalah kebaya dan jarik.

“Kamis Pahing itu dalam sebulan ada dua kali. Jadi kita sebulan dua kali menggunakan pakaian adat saat kerja, termasuk pelajar juga,” tuturnya.

3. Penggunaan pakaian adat telah diatur dalam peraturan gubernur

Melestarikan Busana Adat Jawa lewat Tradisi Kamis PahingIDN Times/Fitang Budhi Adhitia

Penggunaan pakaian adat tersebut, kata dia, juga telah diatur dalam Peraturan Gubernur Yogyakarta dan telah dijalankan sejak lima tahun yang lalu.

“Sudah lama, kita pokoknya rutin setiap Kamis Pahing menggunakan pakaian adat ini. Wajib pokoknya,” jelasnya.

4. Ada aturannya juga loh menggunakan pakaian adat ini

Melestarikan Busana Adat Jawa lewat Tradisi Kamis PahingIDN Times/Fitang Budhi Adhitia

Dia menambahkan, penggunaan pakaian adat ini juga ada aturan khusus. Masyarakat tidak boleh menggunakan pakaian dengan motif bunga dan jarik dengan motif parang besar karena motif itu hanya boleh dipakai oleh keluarga keraton.

"Kalau ada acara keraton, masyarakat awam tidak boleh menggunakan motif yang sama persis dengan keraton. Tetapi ketika tidak dalam acara keraton mereka boleh menggunakan motif itu, misalnya untuk acara pernikahan, mereka menjadi raja dan ratu sehari boleh, tapi kalau ada acara keraton tidak boleh," terangnya.

Baca Juga: Aksi Jumat Peduli Iklim di Yogyakarta Terinspirasi Greta Thunberg 

Topic:

  • Paulus Risang

Just For You