Comscore Tracker

Penyelundup 53 kg Sabu Dihukum Mati, Junaidi Kutuk Jaksa

Selundupkan sabu sebanyak dari Malaysia

Medan, IDN Times - Junaidi Siagian alias Edi divonis hukuman mati, pasalnya ia terbukti sebagai otak pelaku penyelundupan 53 kilogram sabu dari Malaysia menuju Medan melalui Pelabuhan Tanjungbalai. Vonis dibacakan Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (11/6).

Mendengar vonis tersebut Junaidi langsung bereaksi mengutuk jaksa penuntut umum.

"Saya kutuk dunia akhirat kau jaksa," kata Junaidi sembari menunjuk ke arah JPU, Rahmi Syafrina.

Junaidi langsung menyatakan banding, ia menilai vonis hukuman mati tidak adil bagi dirinya. Pasalnya, dari lima terdakwa dalam kasus ini hanya ia yang divonis hukuman mati. 

Dua terdakwa beserta supir hanya divonis 17 tahun. Sementara seorang rekannya bernama Elpi Darius yang divonis dihukum pidana seumur hidup.

Baca Juga: Hari ini Eks Komandan Tim Mawar Datangi Bareskrim Resmi Laporkan Tempo

1. Junaidi kecewa karena ia merasa perannya sama dengan empat terdakwa lainnya

Penyelundup 53 kg Sabu Dihukum Mati, Junaidi Kutuk JaksaDok.IDN Times/istimewa

Junaidi meluapkan emosinya kepada JPU lantaran menilai mereka (JPU) tidak adil dalam menyampaikan tuntutan. Dia menuding jaksa telah "menelan" uang dari terdakwa lain sehingga bisa mendapat tuntutan yang lebih ringan.

Padahal menurut Junaidi perannya bersama empat terdakwa lainnya sama, yaitu membawa sabu dari Tanjungbalai ke Medan sebelum akhirnya ditangkap di kawasan Medan Johor, pada Sabtu 5 Oktober 2018 silam. Junaidi dan Elpi ditangkap bersama barang bukti 6 jerigen berisi 50 bungkus sabu-sabu dengan berat bruto 53.386 gram.

2. Amarah meluap, dua terdakwa berteriak di luar ruang sidang

Penyelundup 53 kg Sabu Dihukum Mati, Junaidi Kutuk JaksaDok.IDN Times/istimewa

Sangking emosinya, sesaat hendak keluar dari ruang sidang, dua tervonis Junaidi dan Elpi meluapkan emosinya dengan cara menendang bangku di ruang Cakra 3 tempat sidang putusan mereka berlangsung. Tidak cuma itu, di luar ruang sidang mereka berteriak tentang keadilan yang mereka nilai sudah tak ada.

"Aku ini hanya korban," teriak Junaidi.

3. Keluarga terdakwa juga menangis histeris mendengar putusan tersebut

Penyelundup 53 kg Sabu Dihukum Mati, Junaidi Kutuk JaksaDok.IDN Times/istimewa

Pihak keluarga dua terdakwa juga menangis histeris dari dalam hingga keluar ruangan sidang. Mereka menilai, majelis hakim tidak mendengar permohonan mereka agar memberi keringanan hukuman karena dua terdakwa memiliki tanggung jawab di keluarga.

Kuasa hukum dua tervonis, Sri Wahyuni mengungkapkan, pihaknya akan melakukan upaya hukum selanjutnya. Paling tidak untuk mencari keringanan hukuman pidana. "Kami akan siapkan berkas-berkasnya," katanya.

Terpisah, menurut JPU Rahmi Syafrina, vonis terhadap dua terdakwa sudah tepat, karena mereka terbukti menjadi otak atas kasus ini.

"Dalam fakta persidangan, tervonis tidak bisa membuktikan bahwa dia adalah korban, justru terbukti bahwa dia adalah dalangnya. Hakim memvonis sesuai dengan peran mereka masing-masing," ungkap Rahmi.

Baca Juga: Sosok Habil Marati, Terduga Penyandang Dana Kasus Kivlan Zen

Topic:

  • Febriana Sintasari

Just For You