Comscore Tracker

346 Kuburan Massal Tragedi 1965, Beberapa Jadi Mal dan Tempat Wisata

YPKP65 desak Komnas HAM segera tindaklanjuti 

Jakarta, IDN Times - Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965/1966 (YPKP65) meminta Komnas HAM untuk segera menindaklanjuti temuan 346 titik lokasi kuburan massal tragedi kemanusiaan genosida 1965 yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Ketua YPKP65 Bedjo Untung mengatakan tidak ada lagi alasan penundaan pembuktian tragedi kemanusiaan 1965. 

"Saya menyerahkan temuan hasil investigasi YPKP65 pada Komnas HAM sehingga tidak ada lagi alasan menunda, saatnya negara hadir berikan keadilan," ujar Ketua YPKP Bedjo Untung di Gedung Komnas HAM, Jakarta, Kamis (3/10).

Baca Juga: Para Penemu Kuburan Massal 1965 Mengaku Terima Ancaman dan Teror

1. Jumlah lokasi kuburan massal terus bertambah

346 Kuburan Massal Tragedi 1965, Beberapa Jadi Mal dan Tempat WisataIDN Times/Dini Suciatiningrum

Bedjo mengatakan jumlah temuan kuburan massal kuburan terus bertambah pada 2015 hanya 112 titik namun saat ini tim menemukan hingga jumlahnya 346 lokasi kuburan massal.

"Temuan kuburan massal para korban 1965 sangat penting, bukan hanya sebagai jejak kejahatan terhadap kemanusiaan yang terjadi, tetap juga sebagai bukti bahwa pembantaian massal melalui operasi militer rezim orde baru di masa lalu ada dan dilakukan tanpa proses hukum," tegasnya.

2. Lokasi kuburan massal ada yang dijadikan mal

346 Kuburan Massal Tragedi 1965, Beberapa Jadi Mal dan Tempat WisataIDN Times/Dini suciatiningrum

Bedjo meminta pada Komnas HAM agar kuburan massal juga dirawat agar bukti sejarah tersebut tidak hilang. Dia prihatin karena sejumlah lokasi kuburan massal seperti di Pemalang, Malang dan Purwodadi yang sudah beralih fungsi.

"Beberapa lokasi kuburan massal di-buldozzer diganti tempat wisata bahkan dibangun mal," terangnya.

Kendati demikian, ada juga lokasi kuburan massal yang masih dirawat masyarakat karena ada kuburan tokoh yang disegani masyarakat sekitar.

Baca Juga: Korban 1965: Kami Datang Ingatkan Tragedi Pembunuhan Massal

3. YPKP65 ingin tragedi 65 tidak berhenti di jalan

346 Kuburan Massal Tragedi 1965, Beberapa Jadi Mal dan Tempat WisataIDN Times/Dini suciatiningrum

Bedjo sedikit terhibur dengan langkah yang dilakukan Komnas HAM pada 2012, saat itu Komnas HAM telah melakukan penyelidikan pro Justicia untuk Tragedi Kemanusiaan 1965 dan telah merekomendasikan langkah penyelidikan sebagai tahap lanjut atas dugaan terjadi pelanggaran HAM berat di masa lalu.

"Namun sayang rekomendasi Komnas HAM tidak dilanjutkan dengan alasan bukti kurang dan berkas juga dikembalikan, maka kami kembali membawa bukti bahkan saksi hidup kekejaman aparat saat rezim orba," jelasnya.

Bejo berharap adanya temuan lokasi kuburan massal tragedi kemanusiaan genosida 1965 tersebut bisa dijadikan bukti agar kasus pembantaian 65 tidak berhenti di tengah jalan.

4. Negara nyaris melupakan

346 Kuburan Massal Tragedi 1965, Beberapa Jadi Mal dan Tempat WisataIDN Times/Dini Suciatiningrum

Bedjo merasa kecewa sudah hampir 54 tahun para korban pembantaian di rezim orde baru belum mendapatkan keadilan.

"Saya datang untuk mengingatkan bahwa ada suatu peristiwa yang dahsyat di 1965, ada pembunuhan massal dengan jumlah 500 ribu sampai 3 juta yang dilakukan secara masif dan terstruktur dan negara nyaris melupakannya," ujar Bedjo dengan suara yang lantang.

Baca Juga: Kisah Sanusi, Korban Pelanggaran HAM 1965 Jadi Pegiat Inklusi Sosial

Topic:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya