Comscore Tracker

Aksi Vandalisme Marak, Puncak Candi Borobudur Ditutup bagi Wisatawan 

Aksi vandalisme berupa noda permen karet, dan puntung rokok 

Magelang, IDN Times - Pihak Balai Konservasi Borobudur (BKB) menutup kunjungan wisatawan lantai sembilan dan sepuluh Candi Borobudur. Penutupan berlaku efektif mulai Kamis (13/2) hingga waktu yang tak ditentukan.

Koordinator Pokja Pengamanan Balai Konservasi Borobudur, Hary Setyawan mengatakan penutupan bertujuan untuk pengawasan dan penyelamatan candi dari potensi kerusakan. Sebab dari catatan BKB, ada 3.074 titik noda vandalisme. Mulai dari noda permen karet, puntung rokok, dan corat-coret.

"Ada sekitar 3.000 noda permen karet yang secara berangsur-angsur kita hilangkan," kata Hary, di Magelang, Jumat (14/2). 

 

 

Baca Juga: Miris, Aksi Vandalisme Nodai Bangunan Cagar Budaya 

Baca Juga: Imbauan Pakai Masker di Borobudur Dicabut Meski Marak Virus Corona

1. Penutupan akses bagi wisatawan di bagian stupa candi

Aksi Vandalisme Marak, Puncak Candi Borobudur Ditutup bagi Wisatawan ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Penutupan tersebut berada di bagian stupa atau puncak Candi Borobudur. Di bagian ini paling banyak terjadi aksi vandalisme yang dilakukan oleh pengunjung.  

Ribuan noda permen karet ditemukan menempel di bantuan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Hal itu merupakan ulah dari para pengunjung yang tidak bertanggung jawab.

2. Terdapat di stupa induk Candi Borobudur

Aksi Vandalisme Marak, Puncak Candi Borobudur Ditutup bagi Wisatawan ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Ia menjelaskan khususnya di stupa teras ataupun stupa induk atau lantai 7, 8, 9, dan lantai 10, jika dilihat secara detail pada lantai atau stupa akan ada noda putih-putih bulat. Noda putih bulat itu merupakan noda permen karet.

"Perbuatan yang merusak estetika tersebut dilakukan pengunjung yang susah kita kontrol, karena tidak mungkin setiap orang masuk diminta membuka mulutnya untuk diperiksa ada permen karet atau tidak," ungkapnya.

3. Sulit terdeteksi karena banyaknya pengunjung

Aksi Vandalisme Marak, Puncak Candi Borobudur Ditutup bagi Wisatawan ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Hary mengakui petugas yang berjaga di lapangan mungkin bisa mengendalikan aksi kurang terpuji itu. Namun banyaknya pengunjung menjadi sulit terdeteksi.

Ia menyampaikan noda permen karet tidak bisa langsung dihilangkan. Sebab pembersihan dengan disikat menggunakan air tidak dapat langsung hilang lantaran noda tersebut ada yang sudah bertahun-tahun lamanya.

4. Jenis permen karet bukan yang biasanya

Aksi Vandalisme Marak, Puncak Candi Borobudur Ditutup bagi Wisatawan Candi Borobudur di Magelang. ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Hary memaparkan noda permen karet yang ditemukan bukan seperti permen karet biasa, yang mengeras yang kemudian bisa diambil. Sebab noda permen karet itu susah diambil dari tempat melekatnya. Sehingga untuk membersihkannya harus menggunakan pelarut bahan kimia.

"Secara mekanik itu sangat susah, disikat dengan air susah sekali dan membutuhkan waktu yang lama, padahal kalau terlalu lama menyikat malah batunya rusak atau aus. Metode menghilangkannya harus hati-hati sekali supaya tidak merusak batunya termasuk jika menggunakan pelarut bahan kimia," tandasnya melansir Antara, Jumat (14/2).

Baca Juga: Pemilu 2019 Pengaruhi Jumlah Kunjungan Wisatawan Candi Borobudur

Topic:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya