Comscore Tracker

Ketua KPU Enggan Komentar soal Evaluasi Pemilu 2019 

Arief pun juga enggan bicara evaluasi kinerja KPPS

Jakarta, IDN Times - Sejumlah pihak mendesak adanya evaluasi pemilu setentak 2009 akibat banyaknya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia saat menjalankan tugas. Namun, Ketua Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arief Budiman, masih bungkam ketika ditanyai evaluasi KPU atas tingginya angka kematian KPPS. 

Selain, ratusan petugas KPPS meninggal dunia dan ribuan petugas KPPS sakit. Data KPU RI menunjukkan angka kematian KPPS meninggal berjumlah 225 jiwa per Kamis (25/4) malam.

Desakan evaluasi pemilu juga disuarakan komisioner KPU tingkat kota dan beberapa kepala daerah juga telah seirama menyatakan perlu adanya evaluasi Pemilu 2019. 

Baca Juga: KPU Klaim Sudah Perjuangkan Honor Petugas KPPS Tak Dipotong Pajak

1. Arief enggan dicap mendahului pihak lain soal evaluasi

Ketua KPU Enggan Komentar soal Evaluasi Pemilu 2019 ANTARA FOTO/Ampelsa

Meski memiliki jabatan tertinggi di lembaga penyelenggara Pemilu tingkat nasional, Arief mengatakan masih bekerja saat ini. Walau pun, angka kematian petugas KPPS dan yang sakit belum juga berhenti.

"Nanti saya ngomong evaluasi, ada yang bilang, 'masih kerja kok sudah ngomong evaluasi'," kata Arief di Gedung KPU RI, Jakarta, Jumat (26/4). Ia hanya memastikan, evaluasi akan dilakukan dan dilaksanakan ketika Pemilu 2019 selesai nanti.

2. Arief mendukung KPUD DKI Jakarta salat gaib

Ketua KPU Enggan Komentar soal Evaluasi Pemilu 2019 ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Meski enggan bicara evaluasi Pemilu 2019 karena angka kematian KPPS tinggi, Arief tak menghalangi niat KPUD DKI Jakarta. Menurut rencana, akan ada salat gaib teruntuk para korban meninggal KPPS.

"Saya pikir ini penting bagian dari simpati, empati," kata Arief.

Para KPPS meninggal pun juga dikatakan Arief merupakan bagian dari pahlawan demokrasi. Pernyataan itu serupa dengan ucapan petahana pemilihan presiden (Pilpres) 2019, Joko Widodo.

Seluruh penyelenggara Pemilu, kata dia, diminta saling mendoakan.

"Saling menguatkan, baik mereka masih jadi petugas penyelenggara dengan tugas berat, atau pun doa untuk (KPPS) sudah meninggal," ucap dia.

3.KPU juga enggan bicara sistem voting Pemilu

Ketua KPU Enggan Komentar soal Evaluasi Pemilu 2019 IDN Times/Ilyas Listianto Mujib

Saat disinggung soal penggunaan electronik voting dalam pemilu mendatang, lagi-lagi Arief enggan banyak komentar. E-voting diusulkan sejumlah pihak untuk meminimalisasi petugas KPPS yang meninggal dunia saat bertugas.

"Nanti kami evaluasi, nanti. Kalau saya ngomong sekarang, nanti dikasih judul 'KPU sedang bekerja saja, sudah repot mikirin evaluasi'," ucap Arief.

Baca Juga: Pemungutan Suara Ulang Meriah, Bertabur Hadiah dan Makanan Gratis

Topic:

  • Febriana Sintasari

Just For You