Comscore Tracker

Setya Novanto Terciduk Bawa 2 Buah Ponsel di Lapas Sukamiskin

Kalapas Sukamiskin mengaku potret tersebut asli

Bandung, IDN Times - Terpidana kasus korupsi Setya Novanto (Setnov) kembali membuat heboh. Kali ini terpidana kasus korupsi E-KTP tersebut ketahuan membawa ponsel di dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Sukamiskin, Kota Bandung.  

Dalam sebuah potret yang tersebar di grup WhatsApp  wartawan, tampak Setnov memakai kaos berwarna biru, di depannya terdapat meja yang berwarna cokelat dan dua buah ponsel  yang berada di dekat tangan kanan dan kirinya.

Tampak dalam potret tersebut Setnov bersama mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada beserta beberapa warga binaan lainnya.

Baca Juga: Warga Sleman Diminta Salat Idul Adha di Rumah Saja

1. Potret merupakan kegiatan Idul Adha tahun 2020

Setya Novanto Terciduk Bawa 2 Buah Ponsel di Lapas SukamiskinSetnov bawa ponsel di LP Sukamiskin (Istimewa)

Saat dikonfirmasi wartawan, Kalapas Sukamiskin, Elly Yuzar memaparkan pengambilan potret tersebut foto saat warga binaan menggelar kurban pada Idul Adha tahun 2020 lalu.

"Mereka mengatakan kalau foto ini seingat mereka waktu Idul Adha tahun lalu. Kita kan memotong hewan kurban, itu cerita dari mereka, saya tanya juga. Itu suasana Idul Adha," ujar Elly saat dihubungi, awak media, Sabtu (17/7/2021).

2. Kalapas mengaku potret tersebut asli

Setya Novanto Terciduk Bawa 2 Buah Ponsel di Lapas SukamiskinANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Elly mengaku potret tersebut asli dan membenarkan yang ada dalam potret tersebut sesuai seperti kondisi aslinya. Namun, ia tidak dapat menjelaskan apakah Setnov akan diberikan sanksi atau hal-hal lainnya. Yang terang, kata Elly, itu adalah sebuah pelanggaran.

"Memang sudah kita ingatkan bahwa itu pelanggaran, walaupun kejadiannya sudah lama. Ke depannya jangan terulang kembali," katanya.

3. Setnov divonis Pengadilan Tipikor selama 15 tahun penjara

Setya Novanto Terciduk Bawa 2 Buah Ponsel di Lapas SukamiskinSuasana kamar Setya Novanto (IDN Times/Galih Persiana)

Mantan ketua DPR RI ini divonis oleh Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat , Selasa (24/4/2018) selama 15 tahun penjara dalam kasus mega korupsi proyek pengadaan KTP Elektronik. Setnov terbukti melakukan korupsi proyek e-KTP tahun anggaran 2011-2013.

Selain itu, hak politik Setnov dicabut, dan dikenai denda Rp1 miliar dan diperintahkan membayar uang pengganti USD7,3 juta atau setara Rp100 miliar.

Topic:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya