Comscore Tracker

Surat Bebas COVID-19 Palsu di Bali Dijual hingga Rp300 Ribu

Pelaku diancam hukuman penjara hingga enam tahun penjara 

Jakarta, IDN Times - Polda Bali berhasil menangkap kelompok yang membuat dan menjual surat keterangan bebas COVID-19 palsu. Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan, mengatakan kasus jual beli surat keterangan bebas COVID-19 dilakukan dua kelompok. 

“Jajaran Polres Jembrana, Polda Bali telah melakukan penangkapan terhadap dua kelompok pelaku yang membuat dan menjual surat keterangan palsu baik secara manual maupun secara e-commerce,” kata Ahmad seperti dikutip dari humas.polri.go.id, Jumat (15/5).

Baca Juga: Muhammadiyah Imbau Umat Islam Tidak Salat Idulfitri di Lapangan 

1. Kelompok pertama membuat surat bebas COVID-19 secara manual

Surat Bebas COVID-19 Palsu di Bali Dijual hingga Rp300 RibuKepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol. Ahmad Ramadhan (Dok. Humas Polri)

Menurut Ahmad, kelompok pertama terdiri tiga tersangka dan ditangkap pada Kamis (14/5), di lingkungan Jining Agun, Gilimanuk, Jembrana, Bali. "Kelompok pertama yang menjual secara menual ada tiga tersangka yaitu FMN (35) seorang sopir travel, PB (20) pengurus travel dan SW (30) wiraswasta percetakan," kata Ahmad.

Ahmad menambahkan penangkapan ketiga tersangka ini berawal dari informasi transaksi surat keterangan bebas COVID-19 palsu di Pasar Gilimanuk, Bali. Berdasarkan informasi itu, polisi berhasil menangkap tersangka.

“Kepada para pengemudi travel, kemudian ditindaklanjuti oleh unit Reskrim Polsek pelabuhan Gilimanuk dan berhasil mengamankan pelaku FMN sedang bertransaksi surat tersebut,” ujarnya.

Polisi menyita barang bukti dari tangan kelompok pertama berupa lima lembar surat keterangan dokter yang sudah diisi data lengkap beserta tanda tangan palsu, uang tunai Rp200 ribu, enam lembar blangko surat keterangan dokter, satu pulpen, dua handphone dan satu perangkat komputer.

Baca Juga: Tokopedia Pastikan Tidak Ada Transaksi Pembelian Surat Sehat COVID-19

2. Kelompok kedua menjual surat itu lewat medsos

Surat Bebas COVID-19 Palsu di Bali Dijual hingga Rp300 RibuKepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol. Ahmad Ramadhan (Dok. Humas Polri)

Ahmad menerangkan dari kelompok kedua, polisi menangkap empat orang tersangka. Mereka ditangkap pada saat yang sama dengan kelompok pertama yaitu pada Kamis (14/5) di rumah masing-masing.

Kelompok ini, kata Ahmad, membuat surat sehat bebas COVID-19 palsu dan menjualnya secara online. “Kelompok kedua yang menawarkan secara e-commerce, ada empat tersangka yaitu WF (38), IA (35), RM (25), dan PEA (31). Keempatnya bekerja sebagai tukang ojek,” jelas Ahmad.

3. Modus pelaku memanfaatkan surat edaran No 4 Tahun 2020

Surat Bebas COVID-19 Palsu di Bali Dijual hingga Rp300 RibuKepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol. Ahmad Ramadhan (Dok. Humas Polri)

Ahmad menjelaskan modus para pelaku yakni memanfaatkan Surat Edaran (SE) No. 4 Tahun 2020 tentang kriteria pembatasan perjalanan orang dalam rangka percepatan penanganan COVID-19.

“Motif pelaku adalah untuk memperoleh keuntungan ekonomi. Per lembar surat keterangan dijual dengan harga Rp100 ribu sampai Rp300 ribu,” katanya.

Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 263 atau Pasal 268 KUHP dengan ancaman pidana enam tahun penjara.

Baca Juga: Polri akan Tindak Jual Beli Surat Sehat Bebas COVID-19 di Media Sosial

Topic:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya