Comscore Tracker

Berjuang 17 Tahun Lawan Kanker, Vokalis Roxette Meninggal Dunia 

Lagu Roxette akan tetap abadi 

Stockholm, IDN Times - Setelah berjuang melawan kanker selama 17 tahun, vokalis Roxette Marie Fredriksson meninggal dunia pada Senin, 9 Desember pagi waktu setempat. 

Namun tak disangka di tahun  2002, Marie akhirnya berhasil mengalahkan penyakit. Berkat semangat juangnya yang sangat kuat, Marie secara bertahap dapat kembali ke panggung musik dunia pada 2009.

Meskipun berduka atas kepergian si pemilik suara tinggi ini, lagu-lagu yang pernah dinyanyikan Marie dan teman duetnya, Per tidak akan hilang begitu saja. Beberapa lagu di tahun 1980 - 1990 hingga saat ini masih saja enak didengarkan. Antara lain, OST Pretty Women 'It Must Have Been Love', Spending My Time, Dressed for Success. 

 

Baca Juga: Setelah Divonis Kanker, Wanita ini Langsung Mengunjungi 7 Keajaiban Dunia dalam 13 Hari Saja!

1. Perjalanan karier musik Marie lewat Roxette

Berjuang 17 Tahun Lawan Kanker, Vokalis Roxette Meninggal Dunia 

Marie lahir pada 30 Mei 1958 di selatan Swedia. Ia memulai karier musiknya di dekat Halmstad di mana ia bertemu Per Gessle, rekan duetnya sepanjang masa di Roxette.

Setelah debut solo yang sukses pada 1984, Marie Fredriksson menjadi salah satu artis Swedia yang sukses dan paling dicintai. Pada 1986 ia bekerja sama dengan Per untuk merambah dunia musik di luar Swedia. Bersama-sama, mereka memulai perjalanan sejarah lewat tahun-tahun yang menjadikan mereka salah satu artis pop terbesar di dunia.

Debut single "Neverending Love" diikuti oleh album "Pearls of Passion" pada 1986 membuat mereka menjadi bintang di Swedia. Namun kesuksesan internasional mereka baru dicapai lewat single "The Look" dari album kedua Roxette "Look Sharp!" pada musim semi 1989.

Album itu menjadi terobosan internasional besar-besaran bagi Roxette. "The Look"menjadi single nomor 1 pertama mereka di chart Hot 100 Billboard yang kemudian diikuti oleh "Listen To Your Heart", "It Must Have Been Love" dan "Joyride".

Tak hanya itu, ada banyak lagu yang begitu melekat di hati penggemarnya seperti "Dressed For Success", "How Do You Do!", "Sleeping in My Car", "Dangerous", dan "Fading Like a Flower".

Kesuksesan besar dengan penjualan lebih dari 80 juta rekaman membuka jalan bagi mereka untuk melakukan tur ke seluruh dunia. Reputasi Marie Fredriksson sebagai live performer yang sensasional menyebar di kalangan musik dunia.

Dia menguasai panggung, mengomandoi band, dan membuat penonton bertekuk lutut dengan suara dan aksi panggungnya. Sama hebatnya dengan saat dia di studio, panggung adalah "makanannya". Seni dan energi yang unik dari duo ini ini membantu menciptakan ikatan abadi antara Roxette dan jutaan penggemarnya di seluruh dunia.

2. Marie didagnosis menderita kanker

Berjuang 17 Tahun Lawan Kanker, Vokalis Roxette Meninggal Dunia 

Kembalinya Roxette setelah lama vakum, tidak disangka-sangka menghasilkan beberapa album baru. Rangkaian tur pun sekali lagi menempatkan duo ini tampil di hadapan penggemar mereka yang histeris, termasuk penggemar di Indonesia.

Roxette menggelar konser di Mata Elang International Stadium MEIS Ancol pada 3 Maret 2012. Kala itu, Marie tampil prima dengan nada-nada tinggi yang masih berhasil dicapai. Guratan yang jelas di parasnya kontras dengan aksi Marie yang tetap terbilang enerjik di usianya. 

Selama tahun-tahun kembalinya Roxette itu, Marie adalah seorang pejuang tangguh. Ia mengatasi beratnya tantangan menjalankan tur demi menyapa penggemarnya dari panggung, lagi-dan-lagi. Namun, pada 2016, semua itu akhirnya berakhir ketika dokter menyarankan Marie untuk berhenti tur dan fokus pada kesehatannya.

3. Pesan perpisahan dari Per Gessle untuk Marie

Berjuang 17 Tahun Lawan Kanker, Vokalis Roxette Meninggal Dunia 

Per Gessle, teman Marie sepajang ia berkarier sekaligus sahabatnya. Dalam unggahan manajemen mereka yang juga diunggah di akun Twitter mereka @TheRealRoxette Per menulis,

“Waktu berlalu begitu cepat. Belum terlalu lama kami menghabiskan berhari-hari di apartemen kecilku di Halmstad, mendengarkan musik yang kami sukai, berbagi mimpi yang mustahil. Dan mimpi yang akhirnya bisa kami bagikan!

Terima kasih, Marie, terima kasih atas segalanya. Kamu adalah seorang musisi yang luar biasa, seorang "pakar" suara, dan performer yang luar biasa. Terima kasih telah melukis lagu-lagu hitam putih saya denganwarna yang paling indah. Kamu adalah teman yang paling luar biasa selama lebih dari 40 tahun. Saya bangga, merasa terhormat, dan senang bisa berbagi banyak waktu, bakat, kehangatan, kemurahan hati, dan selera humormu. Semua cintaku keluar untukmu dan keluargamu. Segalanya tidak akan pernah sama."

P.

Kabar duka pertama kali disampaikan dalam unggahan di situs Dimberg Jernberg Management, perusahaan manajeman tempat Roxette bernaung. Suami Marie Fredriksson, Mikael Bolyos serta kedua anak mereka, Josefin dan Oscar menyampaikan agar publik menghargai waktu berkabung mereka.

"Pemakaman akan berlangsung dalam keheningan dengan hanya dihadiri keluarga terdekat Marie," tulis Dimberg Jernberg Management.

Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App, unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb

Topic:

  • Febriana Sintasari

Just For You