Comscore Tracker

Tata Cara Mandi Wajib Usai Berhubungan Suami Istri saat Ramadan

Wajib ditunaikan sebelum menjalankan ibadah #IDNTimesLife 

Hubungan intim tak cuma bertujuan untuk memperoleh kepuasan biologis maupun keturunan bagi suami istri. Islam juga melihatnya sebagai wujud ibadah kepada Allah SWT.

Untuk menyempurnakannya, umat muslim diwajibkan menyucikan diri lewat mandi junub atau mandi wajib. Mandi wajib bertujuan membersihkan diri dari hadas besar, seperti haid, nifas, atau setelah berhubungan intim. Sebelum melaksanakannya, seseorang dilarang melakukan ibadah seperti salat hingga membaca Al-Qur'an.

Nah, berikut ini pemaparan terkait hukum, niat, dan tata cara mandi wajib setelah berhubungan suami istri, terutama di bulan Ramadan.

1. Hukum mandi wajib setelah berhubungan intim

Tata Cara Mandi Wajib Usai Berhubungan Suami Istri saat RamadanIlustrasi Mandi, Shower, Kamar Mandi (IDN Times/Sunariyah)

Jika hadas kecil dapat disucikan dengan berwudu, hadas besar setelah berhubungan intim hanya dapat disucikan dengan mandi wajib. Bila kamu tidak segera mandi wajib, maka tubuhmu masih dianggap najis dan belum bisa melakukan kewajiban beribadah.

Perintah untuk mandi wajib ini pun disampaikan langsung oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an surat Al-Maidah ayat 6, yang berbunyi: 

وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا

Wa ing kuntum junuban faththohharuu

Artinya:

"Dan jika kamu junub, maka mandilah."

Baca Juga: Kerjakan 5 Salat Sunah Ini Agar Ramadan Lebih Berfaedah

2. Bacaan niat mandi wajib setelah berhubungan intim

Tata Cara Mandi Wajib Usai Berhubungan Suami Istri saat Ramadanunsplash.com/Skyler King

Saat mandi wajib, kamu diharuskan membaca niat terlebih dahulu agar mandi yang dilakukan gak dianggap sebagai mandi biasa. Ini karena mandi wajib dalam Islam, ditujukan untuk membersihkan diri sekaligus menyucikan diri dari segala najis dan kotoran yang menempel pada tubuh.

Adapun niat mandi wajib setelah berhubungan suami istri ialah sebagai berikut: 

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla lifrafil hadatsil akbari fardhan lillahi ta’aala

Artinya:

“Aku berniat mandi junub untuk menghilangkan hadas besar fardu karena Allah Ta’ala.” 

Baca Juga: Ini Niat, Doa dan Tata Cara Mandi Wajib Selesai Haid

3. Tata cara mandi wajib setelah berhubungan intim

Tata Cara Mandi Wajib Usai Berhubungan Suami Istri saat Ramadanunsplash.com/Hannah Xu

Setelah membaca niat, kamu juga harus memperhatikan beberapa tahapan mandi wajib yang harus dilakukan secara beraturan. Berikut ini tata cara mandi wajib setelah berhubungan intim:

  1. Membaca niat mandi wajib. Doa niat inilah yang membedakan mandi wajib dengan mandi biasa. Doa niat mandi wajib setelah berhubungan ini bisa dibaca dalam hati.
  2. Membersihkan telapak tangan sebanyak 3 kali. Setelah itu, dilanjutkan dengan membersihkan kemaluan serta kotoran yang ada di sekitarnya hingga bersih dengan tangan kiri.
  3. Mencuci tangan setelah membersihkan kemaluan. Tangan perlu dicuci ulang untuk menghilangkan najis. Caranya dengan menggosok-gosoknya ke tanah atau sabun hingga bersih baru dibilas.
  4. Berwudu secara sempurna. Mirip seperti wudu saat ingin salat, dimulai dari membasuh tangan hingga membasuh kaki.
  5. Menyiram kepala dengan air sebanyak 3 kali. Jangan lupa, sela pangkal rambut dengan jari-jari tangan yang basah sampai menyentuh kulit kepala. Jadi, pastikan seluruh bagian rambut juga terkena air.
  6. Bilas seluruh tubuh dengan mengguyurkan air. Dimulai dari sisi kanan, lalu dilanjutkan dengan sisi tubuh bagian kiri.
  7. Membersihkan area badan yang susah dijangkau. Saat mandi wajib, pastikan seluruh lipatan kulit dan bagian tersembunyi ikut dibersihkan.

Nah, itulah tadi hukum, niat, dan tata cara mandi wajib yang harus dilakukan setelah berhubungan suami istri. Semoga ibadahmu semakin sempurna di bulan Ramadan ini, ya!

Baca Juga: 5 Tempat Wisata Ziarah di Yogyakarta, Syahdu Dikunjungi saat Ramadan

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya