Comscore Tracker

8 Peribahasa Jawa dengan Metafora Kerbau dan Maknanya, Sudah Tahu?

Gak cuma identik dengan sifat bodoh dan malas

Metafora hewan kerap digunakan dalam peribahasa, gak terkecuali peribahasa Jawa. Peribahasa semacam ini umumnya disebut sebagai saloka, yang menjadikan binatang sebagai perumpamaan.

Kerbau adalah salah satu hewan yang sering digunakan dalam keragaman saloka. Meski lekat dengan image bodoh dan malas, tapi konotasi semacam itu jarang ditemui dalam peribahasa Jawa.

Nah, ini dia beberapa peribahasa Jawa dengan metafora kerbau beserta maknanya. Yuk, simak!

1. Kebo bule mati setra

8 Peribahasa Jawa dengan Metafora Kerbau dan Maknanya, Sudah Tahu?Unsplash.com/Zohre Nemati

'Kebo bule' dalam istilah Jawa merupakan kerbau yang terlahir berkulit putih atau albino. Kondisi ini dimaknai sebagai golongan orang yang memiliki kelebihan dibandingkan lainnya, baik secara fisik maupun kemampuan.

Peribahasa kebo bule mati setra dapat diartikan orang pandai yang kemampuannya sia-sia sebab tidak dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. 

2. Kebo ilang tombok kandhang

8 Peribahasa Jawa dengan Metafora Kerbau dan Maknanya, Sudah Tahu?Unsplash.com/Markus Spiske

Arti peribahasa kebo ilang tombok kandhang bermakna kerugian berturut-turut yang dialami seseorang. Hal ini menggambarkan kondisi seseorang yang kehilangan harta bendanya, lalu mengeluarkan biaya lagi untuk mencari barang yang hilang tadi. Padahal, benda yang hilang belum tentu bisa kembali.

3. Kebo kabotan sungu

8 Peribahasa Jawa dengan Metafora Kerbau dan Maknanya, Sudah Tahu?Unsplash.com/Museums Victoria

Selanjutnya ada kebo kabotan sungu. Munculnya peribahasa ini boleh jadi karena ada anggapan banyak anak banyak rejeki. Sebab ada kenyataannya, gak jarang yang malah jadi kerepotan. Peribahasa ini artinya panguripane rekasa marga kakehan anak, atau orang yang kehidupannya susah dan menderita karena kebanyakan anak. 

4. Kebo lumaku dipasangi

8 Peribahasa Jawa dengan Metafora Kerbau dan Maknanya, Sudah Tahu?Unsplash.com/Razvan Chisu

Makna yang mendasari peribahasa ini sering dikaitkan dengan pekerjaan. Kebo lumaku dipasangi memiliki arti orang yang meminta pekerjaan pada orang lain. 

Baca Juga: 10 Bahasa Jawa Ini Masuk di KBBI, dari Tresna hingga Ambyar!

5. Kebo lumumpat ing palang

8 Peribahasa Jawa dengan Metafora Kerbau dan Maknanya, Sudah Tahu?Unsplash.com/Jessica Da Rosa

Secara harafiah, kebo lumumpat ing palang artinya kerbau yang melompati pembatas atau pagar. Maknanya merujuk pada perumpamaan cara menyelesaikan suatu perkara yang malah melanggar hukum dan aturan yang berlaku.

6. Kebo mulih ing kandhange

8 Peribahasa Jawa dengan Metafora Kerbau dan Maknanya, Sudah Tahu?Unsplash.com/Mantas Hesthaven

Kebo mulih ing kandhange merujuk pada orang orang yang sudah pergi lama atau merantau kemudian pulang kembali ke asalnya. Namun, bisa juga diartikan untuk barang yang hilang kemudian ditemukan kembali. 

7. Kebo mutung ing pasangan

8 Peribahasa Jawa dengan Metafora Kerbau dan Maknanya, Sudah Tahu?Unsplash.com/Jackson Simmer

Jika diterjemahkan secara bahasa, kebo mutung ing pasangan berarti kondisi mengakhiri hubungan. Namun makna yang dimaksudkan adalah orang yang mengerjakan sesuatu tidak sampai selesai. Ada juga yang mengartikan kondisi orang yang terbebani tanggung jawab yang berat hingga akhirnya memilih mundur. 

8. Kebo nusu gudel

8 Peribahasa Jawa dengan Metafora Kerbau dan Maknanya, Sudah Tahu?Unsplash.com/Priscilla Du Preez

Kebo nusu gudel artinya kerbau yang menyusu pada gudel alias anak kerbau. Maknanya mengarah pada orang tua yang malah minta diajari oleh anak atau yang lebih muda. Namun bisa juga diartikan pada orang tua yang menggantungkan hidup pada anaknya. 

Nah, delapan peribahasa Jawa dengan metafora kerbau di atas semoga bisa menambah pengetahuanmu, ya. Mana saja yang belum pernah kamu dengar sebelumnya?

Baca Juga: 12 Meme Tebak Kata Bahasa Jawa Ini Dijamin Bikin Kamu Terpingkal

Artikel ini pertama kali ditulis oleh T y a s di IDN Times Community dengan judul 8 Peribahasa Jawa yang Memakai Metafora Kerbau, Pernah Dengar? 

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya