Comscore Tracker

Sapardi Djoko Damono hanya Butuh 15 Menit Membuat Puisi Aku Ingin

Selamat jalan Hujan di Bulan Juni 

Jakarta, IDN Times - Kabar duka kembali terdengar. Penyair senior Sapardi Djoko Damono meninggal dunia setelah dirawat selama 10 hari di Eka Hospital BSD, Tangerang Selatan, Minggu (9/17/2020) sekitar pukul 09.17 WIB,

Salah satu perwakilan keluarga Tatyana Soebianto mengungkapkan, Sapardi dirawat di rumah sakit sejak 9 Juli lalu akibat komplikasi.

Berita meninggalnya Sapardi di usia 80 tahun, pertama kali diunggah oleh Goenawan Mohamad dalam akun Twitter resminya.

"Innalilahi wa inailahi roji’un: Penyair Sapardi Djoko Damono wafat pagi ini setelah beberapa bulan sakit. Maret 1940-Juli 2020," demikian tulis Goenawan.

Laki-laki lulusan Universitas Gadjah Mada ini, merupakan penyair yang mampu membuat orang meleleh dengan pemilihan kata-katanya dalam karyanya.

Dua karya yang paling digemari millennial adalah Hujan Bulan Juni dan Aku Ingin. Bahkan dibuat sebagai syair lagu oleh Dwiki Darmawan dan dinyanyikan oleh Ratna Oktaviani. 

Namun siapa sangka kedua sajak yang tersbeut hanya dibuat dalam hitungan menit? 

1. 'Aku Ingin' dan 'Hujan Bulan Juni' hanya ditulis dalam 15 menit

Sapardi Djoko Damono hanya Butuh 15 Menit Membuat Puisi Aku InginIDN Times/Dwifantya Aquina

Saat wawancara dengan Najwa Shihab di Asean Literary Festival 2016, Sapardi sempat menceritakan kedua puisi tersebut.

Menurut Sapardi, puisi Aku Ingin dan Hujan Bulan Juni  ia tulis sekali jadi. Bahkan hanya beberapa menit.

"Puisi itu (saya tulis) cuma 15 menit atau 20 menit. Ditulis tangan," kata Sapardi dalam acara tersebut.

2. Sempat dimuat di Koran Suara Pembaharuan

Sapardi Djoko Damono hanya Butuh 15 Menit Membuat Puisi Aku Ingin(Sapardi Djoko Damono) Instagram.com/@damonosapardi

Pada acara yang sama, Sapardi mengatakan puisi tersebut pernah dimuat di Koran Suara Pembaharuan yang terbit di Yogyakarta.

Namun, menurut Sapardi, kedua puisi tersebut mulai dikenal setelah dijadikan lagu dan dinyanyikan oleh Ari Reda.

"Karena lagu itu, Anda sekalian mengenal saya. Jadi bukan karena Anda mengenal diri saya dulu, tapi lagu itu dulu," kata Sapardi.

3. Puisi Hujan Bulan Juni dan Aku Ingin

Sapardi Djoko Damono hanya Butuh 15 Menit Membuat Puisi Aku Ingininstagram.com/damonosapardi

Berikut kedua puisi yang sangat fenomenal tersebut:

Hujan Bulan Juni

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
 

4. Karya Sapardi yang akan selalu dikenang

Sapardi Djoko Damono hanya Butuh 15 Menit Membuat Puisi Aku InginInstagram

Puisi yang diciptakan Sapardi yang sangat populer hingga saat ini, seperti Aku Ingin, Hujan Bulan Juni, Pada Suatu Hari Nanti, Akulah si Telaga, dan Berjalan ke Barat di Waktu Pagi Hari.

Selain puisi, ia juga menulis beberapa buku, di antaranya Novel Sastra Indonesia Sebelum Perang (1979), Novel Jawa (1950), Sihir Rendra: Permainan Makna (1999).

Selain itu, dia juga pernah menerjemahkan karya dalam bahasa asing ke bahasa Indonesia, seperti Lelaki Tua dan Laut (The Old Man and the Sea, Hemingway), dan Daisy Manis (Daisy Milles, Henry James).

Baca Juga: Sapardi: Pada Suatu Hari Nanti, Jasadku Tak akan Ada Lagi 

Topic:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya