Comscore Tracker

Perjuangan Dian Sastrowardoyo Sebagai Ibu dengan Putra Autisme

Menyadari putranya berbeda sejak masih bayi

Dian Sastrowardoyo dikenal sebagai aktris dan selebritas yang mengukir berbagai prestasi. Namun di balik itu, Dian ternyata menyimpan kisah mengejutkan mengenai kondisi yang dialami putranya, Shailendra Naryama Sastraguna Sutowo. Anak pertama Dian ini mengalami gangguan perkembangan dan pertumbuhan terkait kemampuan komunikasi dan interaksi atau autisme.

Bertahun-tahun, tak ada yang menduga ada perjuangan Dian yang luar biasa sebagai ibu di balik kesuksesannya. Yuk kita simak bagaimana perjalanan Dian berdamai dengan Autisme.

1. Menyadari ada sesuatu yang 'berbeda' pada pertumbuhan si kecil

Perjuangan Dian Sastrowardoyo Sebagai Ibu dengan Putra AutismeIDN Times/Syarifah Noer Aulia

Kecurigaan itu muncul saat si kecil tak pernah memandang wajahnya sesekali saat disusui. Padahal meski masih bayi seharusnya kontak mata itu sudah terjadi. Namun, bocah kelahiran 17 Juli 2011 itu nampak menunjukkan respons yang berbeda. Mulanya, Dian berpikiran positif mungkin usia yang relatif masih bayi membuat Shailendra tidak peka dan tidak bisa merespons dengan baik.

Sebagai orangtua millennial yang tinggal di kota besar, ambisi untuk menyekolahkan si kecil tentu ada. Tepatnya di usia 6 bulan, Shailendra mulai mengikuti baby class, kecurigaan itu semakin besar, saat anaknya tak tertarik dengan interupsi yang diberikan oleh pengajar. Shailendra lebih menyukai dengan hal lain yang membuatnya lebih senang dan mengabaikan aktivitas kelas.

2. Memutuskan untuk interferensi lebih dini

Perjuangan Dian Sastrowardoyo Sebagai Ibu dengan Putra AutismeIDN Times/Syarifah Noer Aulia

Tak ingin membiarkan kondisi sang putra berlarut-larut, Dian berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tanda-tanda yang ditunjukkan Shailendra rupanya memiliki kecenderungan berlebih dengan 7 tanda anak yang mengalami Autisme, di antaranya:

  • Tidak memiliki ketertarikan pada anak lain
  • Tidak menunjuk dengan telunjuk dengan apa pun yang dia sukai
  • Tidak pernah menatap atau kontak mata lebih dari 2 detik
  • Tidak meniru ucapan maupun gerakan yang dicontohkan
  • Tidak bereaksi ketika namanya disebut
  • Tidak merespon dengan perintah yang orang lain tunjuk
  • Tidak bisa meniru apa yang diperagakan.

Menghadapi kenyataan yang begitu menyakitkan, Dian langsung memutuskan untuk melakukan interferensi atau pelatihan interaksi dan komunikasi sejak usia 8 bulan.

Baca Juga: 9 Potret Keluarga Dian Sastrowardoyo Liburan ke New York, Seru Abis

3. Ini memang berat, terlebih lagi ketika suami belum meyakini hal yang dicurigai Dian

Perjuangan Dian Sastrowardoyo Sebagai Ibu dengan Putra Autismeinstagram/therealdisastr

"Kenyataan ini memang menyakitkan dan ini bukanlah sesuatu yang mudah buat saya. Apalagi saya sempat mengalami perbedaan pendapat dengan suami tentang kondisi Shailendra. Namun, saat itu tujuan saya hanya satu yakni menyelamatkan anak saya sedini mungkin, kemudian saya berjalan sendiri," cerita Dian saat ditemui dalam Acara Spekix di Jakarta Convention Center.

Seiring berjalannya waktu, sang suami Maulana Indraguna Sutowo, akhirnya menyadari dengan kondisi dan progres pada putranya. Dian dan suami akhirnya memeriksakan diri pada dokter tumbuh kembang dan psikolog mengenai langkah yang harus mereka jalani. Okupasi, perilaku dan wicara merupakan awalan untuk membantu putranya.

4. Dukungan dan kekompakkan keluarga menjadi support system terbesar

Perjuangan Dian Sastrowardoyo Sebagai Ibu dengan Putra AutismeIDN Times/Syarifah Noer Aulia

Dian mengaku merasa beruntung karena dikelilingi oleh orang-orang yang mau berjuang bersamanya. Demi menyukseskan terapi, Dian memberlakukan hal yang sama saat di rumah. Sejak usia 8 bulan hingga 5 tahunan, Shailendra tak pernah absen terapi.

Pada umumnya, anak yang mengalami autisme kesulitan saat meminta sesuatu yang diinginkannya, oleh sebab itu demi melatih komunikasi dan interaksi, Dian dan keluarga sepakat untuk membiarkan anak berusaha melakukan komunikasi saat meminta suatu hal. "Saya tegaskan pada anaknya untuk bicara, lambat laut dia bisa melakukannya," tambah Dian.

5. Perjuangan itu akhirnya berbuah manis, Putranya tak lagi harus mengikuti terapi

Perjuangan Dian Sastrowardoyo Sebagai Ibu dengan Putra Autismeinstagram/therealdisastr

Sejak dulu, Dian mendambakan agar bisa melakukan kontak mata dan menunggu putranya berkata 'aku sayang bunda', namun rasanya mustahil. Namun, berkat kegigihan dan perjuangannya bersama suami, Shailendra berhasil melewati masa-masa sulit. Tepatnya di usia Shailendra yang ke-6, Ia tak lagi membutuhkan terapi. Kemajuan dan perubahan yang sangat luar biasa.

"Kini, di usia 8 tahun tepatnya kelas 3 SD, anak saya bisa melakukan interaksi meski tak sebanyak anak dengan kondisi normal. Tapi setidaknya sekarang semua yang ada pada diri Shailendra berfungsi dengan baik. Memiliki banyak teman, bercerita, bercanda bersama keluarga serta mampu mengikuti pelajaran di sekolah dengan baik. Agar tetap berinteraksi, saya memberikan banyak pelatihan seperti renang dan basket. Percayalah menyadari dan menolong anak berkebutuhan khusus seperti ini sejak dini sangat memengaruhi masa depannya. Sehingga, anak bisa mandiri dalam kehidupan sosial maupun kegiatannya," tutup Dian. 

Itulah sepenggal perjuangan Dian Sastro menghadapi Autisme yang diderita putranya. Bagi kamu yang memiliki kondisi yang sama seperti putra Dian, jangan menyerah, ya!

Baca Juga: Keibuan, 10 Potret Kebersamaan Dian Sastro & Anak yang Jarang Diekspos

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya