Comscore Tracker

5 Peribahasa Jawa dengan Kata 'Asu', Bukan Cuma Buat Misuh!

Ada kebijaksanaan yang bisa dipelajari dari seekor asu

Dalam bahasa Jawa, kata asu kerap dijadikan sebagai salah satu bentuk pisuhan atau umpatan. Padahal, ada banyak paribasan atau peribahasa Jawa yang menggunakan metafora anjing

Nah, ini dia beberapa peribahasa Jawa yang mengandung kata "asu" namun punya makna yang bijaksana. Yuk, simak!

 

1. Asu rebutan balung

5 Peribahasa Jawa dengan Kata 'Asu', Bukan Cuma Buat Misuh!Mrsbehaviour.com

Peribahasa ini artinya adalah anjing berebut tulang. Ini dimaknai pada dua pihak yang memperebutkan sesuatu yang tidak penting. Jadi, asu di sini adalah analogi untuk dua pihak yang terus berebut dan tidak mau mengalah, sementara balung menggambarkan sesuatu yang sepele atau tidak penting.

2. Asu belang kalung wang

5 Peribahasa Jawa dengan Kata 'Asu', Bukan Cuma Buat Misuh!Moneymax.ph

Asu belang kalung wang berarti anjing berbulu belang berkalung uang. Masyarakat Jawa kuno memandang anjing sebagai binatang rendah, terlebih anjing berbulu belang. Anjing ras tersebut dianggap cluthak atau rakus sehingga paling tidak disukai.

Dari sanalah metafora anjing belang muncul untuk menyebut orang yang berstatus rendah (dianggap hina). Adapun berkalung uang menunjukkan bahwa seseorang yang status sosialnya rendah, tetapi dia memiliki kekayaan.

Baca Juga: 8 Peribahasa Jawa dengan Metafora Kerbau dan Maknanya, Sudah Tahu?

3. Asu gedhe menang kerahe

5 Peribahasa Jawa dengan Kata 'Asu', Bukan Cuma Buat Misuh!Pixabay.com/lepale

Asu gedhe menang kerahe berarti anjing besar memenangkan perkelahian. Makna kekuasaan pasti langsung tergambar begitu membaca kalimat itu. Ya, paribasan di atas mempunyai arti orang berpangkat tinggi dan berkuasa pasti selalu menang.

Peribahasa ini cocok dengan realitas kehidupan. Orang-orang yang berkuasa selalu unggul dalam perselisihan dengan rakyat biasa, baik dalam perkara-perkara besar maupun remeh temeh.

4. Asu marani gebuk

5 Peribahasa Jawa dengan Kata 'Asu', Bukan Cuma Buat Misuh!Pikist.com

Peribahasa selanjutnya membahas kecerobohan dan bahaya. Terjemahan paribasan keempat ini berarti anjing mendatangi pemukul.

Secara gamblang kita memahami kalimat ini sebagai gambaran kecerobohan. Ya, seseorang yang dengan ceroboh malah mendatangi mara bahaya, bukan menghindarinya.

5. Rindhik asu ginitik

5 Peribahasa Jawa dengan Kata 'Asu', Bukan Cuma Buat Misuh!Pexels.com/jaydenburdick

Terakhir, ada paribasan yang berhubungan dengan pekerjaan. Rindhik asu ginitik mempunyai makna orang yang bekerja sesuai keinginannya.

Dalam hal ini, seseorang itu akan bekerja dengan cekatan, profesional, dan sepenuh hati. Pekerjaannya pun akan cepat selesai secepat larinya anjing ketika dipukul.

Nah, kamu bisa mengambil kebijaksanaan dari peribahasa Jawa yang mengandung kata "asu" di atas. Tiru yang baik, dan hindari yang tidak baik.

Baca Juga: Dolan sampai Getun, 10 Kata Bahasa Jawa Ini Sudah Masuk KBBI, Lho!

Artikel ini pertama kali ditulis oleh R Damanhuri di IDN Times Community dengan judul Bukan Umpatan, Ini 5 Peribahasa Jawa yang Mengandung Kata 'Asu'

Topic:

  • Paulus Risang
  • Hidayat Taufik

Berita Terkini Lainnya