Comscore Tracker

10 Suka Duka Profesi Game Tester, Gak Cuma Dibayar untuk Main

Profesi ini cukup vital dalam industri game

Ada dua elemen penting yang berperan dalam proses pengembangan sebuah game. Selain developer atau pengembang game, ada profesi lain yang gak kalah penting. Dia adalah quality assurance (QA) tester atau yang lebih dikenal sebagai game tester

Game tester adalah orang-orang yang bertanggung jawab atas kualitas sebuah game. Dengan bertindak sebagai pemain, mereka bertugas untuk menemukan bug dalam game dan memastikan user menikmati pengalaman bermain terbaik.  

Seorang gamer, pasti tertarik banget dengan profesi ini. Bisa main game sepanjang hari, digaji pula. Namun, pekerjaannya ternyata gak sesederhana itu, lho. Ini dia suka dukanya menjadi seorang game tester.

1. Jadi orang pertama yang menjajal sebuah game

10 Suka Duka Profesi Game Tester, Gak Cuma Dibayar untuk MainPexels/hitesh choudhary

Game tester adalah orang pertama yang memainkan sebuah game sejak game tersebut dibuat oleh developer. Sebelum dirilis, pengecekan ini adalah hal penting untuk memastikan game-nya berjalan dengan baik saat dirilis.

Kamu bakal mengetes game tersebut dari tahap awal (beta stage) dan memastikan game-nya sudah layak dirilis. Ibaratnya, kamu ikut merawat dan membidani game tersebut sampai ia lahir dengan selamat, meski gak membuatnya secara langsung.

2. Menjelajahi game tersebut sampai ke setiap detailnya

10 Suka Duka Profesi Game Tester, Gak Cuma Dibayar untuk MainPexels/Soumil Kumar

Setiap hari, QA tester berkutat dengan game yang dikerjakannya. Ini membuat kamu berkesempatan menjelajahi dan memahami game tersebut sampai ke sudut-sudutnya.

Mulai dari mekanika gameplay, level, hingga ke easter eggs tersembunyi. Sebab, sudah menjadi tugasmu menjelajahi setiap sudut game tersebut untuk mengantisipasi kecacatannya sebelum dilepas ke pasaran.

3. Bisa jadi pemain top di game tersebut

10 Suka Duka Profesi Game Tester, Gak Cuma Dibayar untuk Mainbusinessinsider.com

Kalau game-nya dirasa cukup menarik, biasanya para game tester ini akan tetap memainkannya setelah game tersebut rilis, tentunya sebagai user biasa.

Nah, karena sangat memahami seluk-beluk game ini, mereka punya keunggulan dibandingkan pemain lain. Tentunya, mencapai top global ranking bukanlah hal yang sukar.

4. Punya banyak rekan kerja sesama gamer, kamu gampang cari teman mabar

10 Suka Duka Profesi Game Tester, Gak Cuma Dibayar untuk Maintechpin.com

Karena kamu berkantor bareng sesama penggemar game, mencari teman untuk bermain bareng alias mabar bukanlah hal yang sulit. Bahkan, kamu juga bisa membentuk komunitas dan mendiskusikan berbagai hal terkait game kesukaanmu. Kamu gak bakal kehabisan personel untuk diajak push rank, deh!

5. Berkesempatan mencoba berbagai perangkat terbaru

10 Suka Duka Profesi Game Tester, Gak Cuma Dibayar untuk Main91mobiles.com

Tergantung dari platform-nya, proses game testing umumnya turut memasukkan tes kompatibilitas di sejumlah perangkat. Artinya, game tester wajib bermain di berbagai device untuk memastikan game tersebut dapat berjalan dengan baik pada setiap perangkat.

Sebagai contoh, kalau kamu menggarap sebuah project game untuk smartphone, kamu berkesempatan untuk memainkannya di perangkat terbaru semacam Samsung Galaxy Z Fold2.

Baca Juga: Akses ke Studio AAA Jadi Kebutuhan Developer Game Lokal

6. Dituntut profesional, kamu harus siap memainkan game yang gak kamu sukai!

10 Suka Duka Profesi Game Tester, Gak Cuma Dibayar untuk MainPixabay/Chanzj

Menggeluti profesi QA tester, kamu gak bisa memilih game apa yang bakal kamu kerjakan dalam project nanti. Seorang QA tester harus siap mental dan profesional apabila game yang dikerjakan ternyata bukan genre yang disukai.

Jadi, meski kamu penggemar PUBG garis keras, kamu harus rela untuk mengerjakan game kasual yang bikin frustasi semacam Candy Crush.

7. Gak asal main, kamu wajib mematuhi petunjuk dan tugas yang sudah diberikan

10 Suka Duka Profesi Game Tester, Gak Cuma Dibayar untuk MainUnsplash/Simon Abrams

Saat bekerja, QA tester tidak memainkan game secara random. Mereka memiliki buku petunjuk dan tugas-tugas tertentu yang harus dipatuhi. 

Hal ini untuk memastikan agar game yang sedang dikembangkan itu sesuai dengan standar perusahaan. Jadi, jika tugas kamu adalah mencari bug di level A, maka mau gak mau kamu harus memainkan level yang sama berulang-ulang sepanjang hari.

8. Bersiaplah untuk memainkan game yang rusak parah

10 Suka Duka Profesi Game Tester, Gak Cuma Dibayar untuk Mainredbull.com

Game yang sedang dikembangkan umumnya punya banyak bug yang parah. Bahkan, gamenya sampai gak bisa dimainkan. Walau gak jarang bugnya bikin pusing, kamu harus melaporkannya ke dalam database yang tersedia untuk memastikan bug tersebut diperbaiki oleh developer.

Laporannya juga harus mendetail, lho. Selain memberi gambar dan video, kamu juga wajib memberi langkah-langkah bagaimana mereproduksi atau memunculkan kembali bug tersebut. Kalau bug-nya banyak, gak selesai sehari!

9. Memainkan game yang itu-itu saja, rasa bosan dan jenuh pasti melanda

10 Suka Duka Profesi Game Tester, Gak Cuma Dibayar untuk MainPixabay/Nicholas Robb

Bayangkan jika setiap hari kamu harus mengetes game yang sama selama berbulan-bulan bahkan hingga bertahun-tahun. Rasanya jelas jenuh banget! Saking muaknya dengan game yang dikerjakan, gak jarang kamu berpikir untuk resign dan buka warung saja di rumah.

10. Berkutat dengan target dan deadline yang ketat

10 Suka Duka Profesi Game Tester, Gak Cuma Dibayar untuk MainPexels/Eugene

Seperti industri pada umumnya, industri game juga menerapkan jadwal dan deadline yang ketat. Menjelang game-nya rilis, kamu harus siap-siap berkutat beban kerja yang tinggi. Gak jarang kamu diminta lembur untuk menyelesaikannya.

Tapi, akan ada kepuasan tersendiri ketika game yang kamu kerjakan bisa rilis sesuai jadwal tanpa ada kecacatan yang berarti. Akhirnya, kamu dan tim bisa bersorak gembira dan santai sejenak!

Itulah tadi 10 suka duka profesi game tester yang perlu kamu ketahui. Semoga bisa menjadi gambaran bagi kamu yang tertarik menggeluti profesi ini.

Baca Juga: GameLan, Wadah bagi Developer Game Muda di Yogyakarta

Artikel ini pertama kali ditulis oleh Handaka Pratama di IDN Times Community dengan judul Main Game Dibayar, Begini Suka Dukanya Menjadi Seorang QA Tester!

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya