Comscore Tracker

Tak Punya Uang, Mahasiswa Bayar UKT Pakai Uang Receh Seberat 17,5 Kg  

Pembayaran pakai uang receh sempat ditolak bank 

Kisah seorang mahasiswa yang membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) dengan uang receh menjadi viral. 

Pemilik akun Twitter @hewanberbicara menceritakan pengalamannya membongkar celengan keluarga karena tidak tidak mempunyai uang membayar biasa kuliah. Sementara permintaan penurunan biaya kuliah tak kunjung dikabulkan. Tak hanya itu perjalanannya menuju bank sejauh 15 kilometer juga diceritakannya.  

1. Bongkar celengan karena krisis

Tak Punya Uang, Mahasiswa Bayar UKT Pakai Uang Receh Seberat 17,5 Kg  Twitter.com/hewanberbicara

Tak dipungkiri, pandemik yang berkepanjangan membuat keadaan ekonomi masyarakat luas cukup terdampak. Hal ini diakui pemilik akun @hewanberbicara. Ia mengungkapkan kalau masa ini membuat keuangan keluarganya mengalami krisis.

Untuk membayar tagihan UKT, pria yang tak menyebutkan identitasnya ini harus membongkar celengan keluarga yang berisi uang receh.

Baca Juga: Bawa Peti Hitam, Puluhan Mahasiswa UGM Tuntut Pemerataan UKT 

2. Membayar tagihan Rp3,5 juta dengan uang koin seberat 17,5 kilogram

Tak Punya Uang, Mahasiswa Bayar UKT Pakai Uang Receh Seberat 17,5 Kg  Twitter.com/hewanberbicara

Dalam cuitannya, mahasiswa ini menuliskan nominal yang harus dibayar adalah Rp3,5 juta. Kebetulan setelah celengannya dibongkar, uang tabungan dia dan keluarganya itu mencukupi.

Uang koin yang ada di dalam celengan itu adalah pecahan Rp1.000. Untuk mempermudah perhitungannya, ia memisahkan koinnya ke dalam plastik yang masing-masing satu plastik berisi Rp100.000. Total berat uang koin untuk nominal Rp3,5 juta itu adalah 17,5 kilogram.

Baca Juga: Viral, Predator Fetish Kain Jarik Cari Mahasiswa demi Penuhi Nafsu

3. Sempat ditolak bank saat membayar

Tak Punya Uang, Mahasiswa Bayar UKT Pakai Uang Receh Seberat 17,5 Kg  Twitter.com/hewanberbicara

Setelah selesai menghitung dan membungkus uang koin yang ia kumpulkan, mahasiswa ini harus menempuh jarak 15 kilometer untuk mencapai bank. Namun di bank pertama yang ia datangi, kebetulan server sedang bermasalah. Sehingga ia harus menuju bank kedua.

Tak disangka, di bank kedua itu ia sempat ditolak. Setelah antre hampir satu jam, pria ini diberitahu bahwa bank tersebut tidak memiliki alat untuk menghitung uang koin. Sehingga pembayarannya pun tidak bisa dilakukan.

"Ternyata bank xxx gak bisa nerima uang receh seribuan ini karena kata mereka gak ada alatnya buat ngitung (padahal bisa diitung manual)," tulis akun @hewanberbicara.

4. Menukarkan receh ke mini market sebagai jalan terakhir

Tak Punya Uang, Mahasiswa Bayar UKT Pakai Uang Receh Seberat 17,5 Kg  Twitter.com/hewanberbicara

Satu-satunya harapan mahasiswa ini untuk bisa membayar UKT dengan uang receh adalah menukarkan koin-koin itu ke mini market. Ia pun sempat mengalami rintangan seperti terjebak hujan dan lain-lain.

Tapi untungnya mini market yang ia tuju mau menerima penukaran uang yang ia ajukan. Pemilik akun @hewanberbicara ini pun sudah mendapatkan uang kertas untuk dibayarkan ke bank.

"Karena tadi tukerin recehnya selesai sebelum jam 3 akhirnya otw ke bank lagi, dengan harapan masih buka banknya. Tapi pas udah sampe banknya pada tutup. Terpaksa deh besok balik lagi," katanya.

5. Cerita di balik tabungan uang receh

Tagar #RecehUntukRektorat sempat menjadi viral. Tak dipungkiri, pandemik yang berkepanjangan membuat keadaan ekonomi masyarakat luas cukup terdampak.

Baca Juga: Hore! Mendikbud Siapkan Rp1 T Bantuan UKT bagi Mahasiswa Kampus Swasta

Topic:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya