Comscore Tracker

Ada Benyamin Sueb dan Kompor Meleduk di Google Doodle Hari Ini 

Benyamin meninggal akibat sakit jantung di tahun 1995 

Jakarta, IDN Times - Google Doodle edisi hari ini, Selasa (22/9/2020) menampilkan sosok aktor serba bisa almarhum Benyamin Sueb. 

Karikatur sosok Benyamin yang diletakkan di huruf paling depan, digambarkan lengkap dengan sarung dan peci yang menjadi ciri khasnya. 

Sementara lima huruf lainnya, ditampilkan gambar yang berhubungan dengan karya yang pernah diciptakannya yaitu lagu Kompor Meleduk hingga kesenian Betawi Tanjidor dan Ondel-Ondel.

Baca Juga: Bikin Ngakak, 7 Film Benyamin Sueb Ini Harus Kamu Tonton!

1. Profil singkat Benyamin Sueb

Ada Benyamin Sueb dan Kompor Meleduk di Google Doodle Hari Ini Tangkap Layar - Google Doodle Benyamin Sueb Hari Ini, Selasa (22/9/2020) (IDN Times/Hana Adi Perdana)

Seniman multitalenta ini lahir di Kemayoran, Jakarta, pada 5 September 1939. Ia merupakan seorang aktor, komedian, sutradara, dan juga penyanyi.

Benyamin Sueb menjadi tulang punggung keluarga sejak kecil, lantaran sang ayah telah wafat. Ia memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya dengan mengamen keliling kampung.

Dia juga pernah bekerja di perusahaan bus PPD pada 1959, hingga akhirnya menekuni dunia hiburan.

2. Benyamin hasilkan karya-karya hebat semasa hidupnya

Ada Benyamin Sueb dan Kompor Meleduk di Google Doodle Hari Ini instagram.com/biem_benjamin

Selama berkarier di dunia hiburan, pemeran Babeh di sinetron Si Doel Anak Sekolahan ini telah menghasilkan lebih dari 75 album musik, dan terlibat dalam 53 film. Ia juga mendirikan Radio FM yang diberi nama Bens Radio.

Salah satu karya mendiang Benyamin yang paling terkenal adalah lagu Kompor Meleduk. Sementara di dunia perfilman, salah satu karya terbaik yang dihasilkan adalah Benyamin Biang Kerok.

Benyamin juga pernah mendapatkan Piala Citra dalam kategori Pemeran Utama Terbaik berkat perannya dalam film Intan Berduri.

3. Benyamin wafat pada 1995

Ada Benyamin Sueb dan Kompor Meleduk di Google Doodle Hari Ini Tangkapan layar. (instagram.com/bensradio1062fm)

Benyamin meninggal dunia pada 5 September 1995 di Jakarta, akibat serangan jantung seusai bermain sepak bola.

Setelah Benyamin wafat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengabadikan namanya sebagai nama jalan pada 6 Desember 1995.

Baca Juga: Taman Benyamin Sueb, Upaya DKI Lahirkan Seniman Betawi Era Modern

Topic:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya