Comscore Tracker

6 Mitos soal Sperma Ini Terbukti Hoaks, Gak Perlu Lagi Dipercaya

Banyak yang masih memercayainya, lho!

Ada beragam mitos yang beredar luas soal sperma. Tentu saja, sebagian besar belum dapat dibuktikan secara ilmiah. Beberapa di antaranya justru terbukti hoaks dan telah dipatahkan oleh sains.

Untuk memahami lebih jauh tentang sperma sebagai bagian dari edukasi seksual, kamu perlu mengetahui mana informasi yang benar dan yang tidak. Ini dia beberapa mitos tentang sperma yang sudah terbukti hoaks.

1. Sperma berenang dengan cepat di dalam rahim

6 Mitos soal Sperma Ini Terbukti Hoaks, Gak Perlu Lagi Dipercayahealth.clevelandclinic.org

Ada sekitar 20-300 juta sel sperma yang dilepaskan dalam sekali ejakulasi. Banyak yang mengira jika masing-masing sperma berlomba-lomba menembus sel telur bak atlet renang Olimpiade.

Namun, pemikiran ini ternyata salah besar! Motilitas (kemampuan bergerak) sperma terbagi menjadi tiga:

  • Progresif: bergerak lurus atau melingkar;
  • Non-progresif: tidak bergerak lurus;
  • Non-motil: tidak bergerak sama sekali.

Dengan kata lain, tidak semua sperma aktif berenang.

Selain itu, "rute" yang harus dilalui sperma itu penuh rintangan yang bisa bisa dibayangkan mirip "trek latihan militer". Sperma-sperma tersebut "bekerja keras" untuk sekadar sampai ke sel telur.

Malahan, saluran organ reproduksi perempuan juga "turun tangan" untuk membantu agar sperma sampai di tujuan. Agar cepat sampai ke sel telur, otot rahim (uterus) menarik sperma agar bisa cepat sampai ke tuba fallopi.

"Faktanya, dari rata-rata 250 juta sperma dalam sekali ejakulasi, hanya ratusan yang benar-benar sampai di tuba fallopi. Bukan jalur lomba renang standar, lintasan yang harus dilewati sperma lebih mirip jalur rintangan militer," papar Robert D. Martin, kurator emeritus The Field Museum of Natural History di Illinois, Amerika Serikat (AS), dalam esainya, "The macho sperm myth", yang dimuat di majalah Aeon.

2. Sperma akan langsung mati ketika dikeluarkan

6 Mitos soal Sperma Ini Terbukti Hoaks, Gak Perlu Lagi Dipercayastdcheck.com

Hal Ini tidak sepenuhnya salah. Sebab, umur sperma tergantung dari "lingkungan" di mana ia "mendarat". Sperma memiliki gel untuk melindunginya dari kandungan asam dalam saluran reproduksi perempuan. Gel tersebut akan mencair dalam 20-30 menit karena enzim dari kelenjar prostat.

Berdasarkan penjelasan dari University of California San Francisco (UCSF), AS, sperma mampu bertahan hingga 5 hari di dalam vagina. Ini karena saat masa pembuahan, lendir serviks yang menipis dan berubah keasamannya menciptakan lingkungan yang ramah bagi sperma.

Jika sperma mendarat di permukaan yang dingin dan kering, barulah sperma akan mati dalam beberapa menit. Bila mendarat di permukaan yang panas (seperti air panas atau air hangat), maka sperma akan langsung mati.

Baca Juga: Benarkah Nanas Bikin Manis? Ini 8 Penjelasan soal Rasa Sperma Pria

3. Sperma langsung berenang menuju ke sel telur

6 Mitos soal Sperma Ini Terbukti Hoaks, Gak Perlu Lagi Dipercayathatsnonsense.com

Seperti yang sudah dijelaskan pada poin pertama, sperma butuh perjuangan keras untuk mencapai sel telur.

Dilansir dari situs Healthline, sperma yang keluar dari penis tidak akan langsung menuju rahim. Mereka harus melawati berbagai "tempat perhentian", hingga sperma terkuatlah yang bertahan.

Bila diurutkan, rute yang harus dilalui sperma adalah:

  • Vagina;
  • Serviks;
  • Rahim;
  • Tuba fallopi; 
  • Indung telur (ovarium).

Saat mencapai tuba fallopi, beberapa sperma akan menempel di sel epitel pada saluran telur (oviduk) atau tersimpan dalam sebuah bilik kecil di leher rahim (serviks) hingga masa pembuahan tiba.

4. Celana dalam memengaruhi kualitas sperma

6 Mitos soal Sperma Ini Terbukti Hoaks, Gak Perlu Lagi Dipercayathesuperfundco.com.au

Sebuah studi di AS yang dipublikasikan dalam jurnal medis "Human Reproduction" tahun 2018 menyatakan, laki-laki yang menggunakan celana dalam model bokser memiliki kandungan sperma 17 persen lebih banyak daripada pemakaian celana dalam model briefs.

Namun, studi tersebut tidak mampu secara mutlak memastikan bahwa pakaian dalam yang ketat (seperti model briefs) menyebabkan jumlah sperma lebih rendah. Sebab, peneliti mengesampingkan faktor-faktor lain yang dapat menurunkan jumlah sperma, seperti obesitas, merokok, penggunaan bak mandi air panas, dan sebagainya.

Selain itu, ada pula fakta bahwa tubuh laki-laki dapat mengimbangi suhu panas berlebih di testis dengan melepaskan sedikit hormon perangsang folikel penghasil sperma.

Jadi, celana dalam pada dasarnya tidak memiliki efek apa pun terhadap sperma. Kamu tak perlu bingung pilih celana dalam model bokser atau briefs, pakai saja yang kamu anggap paling nyaman.

5. Sperma akan terus prima seumur hidup

6 Mitos soal Sperma Ini Terbukti Hoaks, Gak Perlu Lagi Dipercayadailymail.co.uk

Tunggu dulu! Meskipun proses pembentukan sperma (spermatogenesis) terus terjadi hingga akhir hayat, kualitas sperma dan motilitas sperma sejatinya menurun seiring bertambahnya usia. Ini bisa berdampak buruk pada mutasi gen sang anak, sebagai "warisan alamiah" yang diturunkan dari orang tua. 

Menurut sebuah penelitian dari Islandia yang diterbitkan dalam jurnal medis "Nature" tahun 2017, warisan mutasi gen dari sperma pria yang sudah berusia senja empat kali lebih mungkin diturunkan ke keturunannya. Bukan hanya kemiripan fisik, penyakit turunan pun lebih mungkin diturunkan pada anak.

6. Sperma mengandung protein

6 Mitos soal Sperma Ini Terbukti Hoaks, Gak Perlu Lagi Dipercayatelegraph.co.uk

Mungkin berawal dari gurauan, mitos mengenai kandungan protein yang tinggi pada sperma menyebar luas. Hasilnya, menelan sperma disebut-sebut dapat memenuhi asupan protein. Ini tidak benar!

Dilansir dari Healthline, ada dua alasan bahwa anggapan tersebut tidak bisa dipercaya. Pertama, sperma mungkin memiliki substansi yang dapat memicu alergi pada seseorang yang menelannya.

Kedua, meskipun sperma memang memiliki kandungan nutrisi seperti seng, vitamin C, protein, kolesterol, dan sodium, tapi konsumsinya demi memenuhi asupan nutrisi tidak masuk akal. Bila ingin merasakan khasiat dari nutrisi tersebut, jumlah minimal yang harus ditelan adalah 100 "muncratan", bukan sekali telan.

Itu dia beberapa mitos tentang sperma yang terbukti hoaks. Jadi, masih mau memercayainya?

Baca Juga: 5 Mitos Seputar Seks yang Ternyata Benar-benar Terjadi, Kok Bisa?

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya