Comscore Tracker

7 Kebiasaan Buruk Ini Bikin Risiko Serangan Jantung Meningkat

Anak muda yang rajin olahraga juga bisa kena, lho!

Penyakit jantung menjadi salah satu pembunuh mematikan. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, setidaknya 15 dari 1.000 orang menderita penyakit jantung. Apalagi, penyakit ini tak hanya terjadi pada kaum lansia, tetapi juga rentan diidap kaum muda di bawah 40 tahun.

Serangan jantung merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang berhubungan dengan gaya hidup seseorang. Dilansir laman Insider, sederet kebiasaan buruk berikut ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

1. Terlalu lama rebahan tanpa menggerakkan tubuh

7 Kebiasaan Buruk Ini Bikin Risiko Serangan Jantung MeningkatFlickr.com/ Mish Sukharev

Waduh, ini tanda bahaya untuk para kamu yang mager, nih. Berdiam diri dalam waktu lama tanpa menggerakkan tubuh ternyata berbahaya bagi jantung.

Ketimbang duduk internetan seharian di sofa atau di kasur seharian, coba selingi waktu kamu dengan berjalan kaki. Tidak perlu lama, berjalan kaki 30 menit sehari saja sudah bisa membantu menjaga kesehatan jantung. Bahkan, bersih-bersih rumah saja juga bisa membantu kesehatan jantung plus mengurangi omelan orang-orang rumah.

2. Tidak cukup tidur

7 Kebiasaan Buruk Ini Bikin Risiko Serangan Jantung Meningkatpixabay/Free-Photos

Pekerjaan sedang berat dan butuh waktu ekstra untuk lembur? Ya, kita memang harus bekerja agar tetap bisa bertahan hidup. Akan tetapi, ekstra kerja tanpa cukup tidur juga berarti mengurangi umur. Kebutuhan tidur setiap orang bervariasi sekitar 7-8 jam sehari.

Orang yang tidur kurang dari enam jam per malam mengalami arteriosklerosis atau pengerasan arteri 27 persen lebih banyak ketimbang orang yang tidurnya cukup. Nah, ini penyakit yang bisa memicu serangan jantung.

3. Terlalu sering diet, khususnya orang yang berat badannya sering naik turun

7 Kebiasaan Buruk Ini Bikin Risiko Serangan Jantung MeningkatPixabay.com/silviarita

Orang-orang yang berat badannya sering naik turun akibat diet yoyo acap kali memberi tekanan ekstra pada tubuh dan ujung-ujungnya memberatkan jantung. Berisiko terkena serangan jantung, diet semacam ini juga membuat kamu berpotensi meninggal lebih cepat ketimbang orang lain.

Baca Juga: Waspada, 5 Jenis Kentut Ini Bisa Jadi Indikator Penyakit Kronis

4. Diet produk harian susu demi mengurangi asupan lemak

7 Kebiasaan Buruk Ini Bikin Risiko Serangan Jantung Meningkatplantbasednews.org

Menghilangkan produk susu dari asupan harian mungkin bukan pilihan ideal bagi jantung. Dosis keju yang teratur justru mampu melindungi jantung.

Orang paruh baya dengan kelebihan berat badan yang mengonsumsi keju cheddar lemak penuh ternyata mampu mengurangi lebih banyak kolesterol ketimbang rekan-rekan mereka yang makan keju atau mentega rendah lemak.

5. Kurang konsumsi makanan segar seperti sayur, ikan, dan kacang

7 Kebiasaan Buruk Ini Bikin Risiko Serangan Jantung MeningkatPixabay.com/Olya Adamovich

Bagi kamu penyuka junk food atau fast food, hati-hati, nih. Itu karena kebanyakan konsumsi makanan seperti itu otomatis akan mengurangi asupan makanan segar ke tubuh.

Satu penelitian yang dilakukan kepada lebih dari 112.500 orang di AS menunjukkan bahwa mereka yang mengikuti diet sehat gaya Mediterania yang kaya nutrisi, termasuk banyak biji-bijian, lemak sehat, dan produk makanan segar, ternyata memiliki risiko 31 persen lebih rendah terkena penyakit jantung, termasuk serangan jantung.

Mungkin ini saatnya bagi kamu untuk mengurangi fast food. Bisa juga, jalan tengahnya, bagaimana kalau kamu selipkan kacang-kacangan segar ke burger kamu? Kira-kira, enak, tidak?

6. Memiliki lemak ekstra terutama di area perut dan pinggang

7 Kebiasaan Buruk Ini Bikin Risiko Serangan Jantung MeningkatPixabay.com/Bru-nO

Kelebihan berat badan bisa meningkatkan risiko terkena serangan jantung. Risiko itu ternyata tetap tinggi jika kamu memiliki lingkar tubuh tengah yang tinggi, bahkan meskipun kamu mampu menurunkan beberapa kilogram lemak di bagian lain tubuh.

Sebuah studi pada 2018 terhadap hampir 500 ribu orang paruh baya di Inggris menemukan bahwa mereka yang memiliki perut lebih besar berpotensi terkena serangan jantung lebih tinggi ketimbang orang dengan perut lebih kecil. Kemungkinan ini terjadi lebih tinggi pada perempuan, yaitu sekitar 10-20 persen.

Waduh, bahaya banget! Harus sering-sering sit up, nih!

7. Terakhir, tetapi paling berbahaya: merokok!

7 Kebiasaan Buruk Ini Bikin Risiko Serangan Jantung MeningkatPixabay.com/realworkhard

Merokok telah lama dikaitkan dengan risiko serangan jantung. Hal ini terjadi karena bahan kimia yang ada dalam tembakau merusak sel darah dan meningkatkan risiko aterosklerosis.

Penumpukan plak berbahaya di arteri tersebutlah yang bisa membuat risiko serangan jantung menjadi lebih tinggi. Tidak hanya perokok aktif, perokok pasif pun sama bahayanya karena bisa menghirup bahan kimia berbahaya yang sama.

Nah, kebiasaan buruk yang bisa meningkatkan risiko serangan jantung di atas sebaiknya kamu hindari. Mana sajakah yang jadi kebiasaan burukmu sehari-hari? Mulai sekarang, terapkan gaya hidup sehat, yuk!

Baca Juga: Workaholic Berisiko Mengalami 7 Penyakit Ini, Jangan Paksa Tubuhmu

Artikel ini pertama kali ditulis oleh Suarcani di IDN Times Community dengan judul 7 Kebiasaan Buruk Ini Bisa Bikin Kamu Berisiko Kena Serangan Jantung

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya