Comscore Tracker

Salah Besar, 8 Hoaks Pencegahan Virus Corona Ini Jangan Kamu Percayai

Jangan lupa kasih tahu info ini ke WhatsApp Group keluarga!

Pandemi virus corona membuat orang berlomba-lomba mencari cara untuk mencegah penularan COVID-19. Hal ini turut membuat hoaks merebak di media sosial maupun grup WhatsApp. Salah satu jenis hoaks yang sering beredar adalah tip kesehatan seputar pencegahan COVID-19.

Berikut ini beberapa hoaks yang sebaiknya tidak lagi kamu percayai karena terbukti salah secara medis.

1. “Tes virus corona bisa dilakukan dengan menahan napas”

Salah Besar, 8 Hoaks Pencegahan Virus Corona Ini Jangan Kamu Percayaiquickanddirtytips.com

Sebuah broadcast di WhatsApp mengatakan bahwa dokter Jepang dan Stanford University menemukan metode tes virus corona yang bisa dilakukan oleh setiap individu. Yaitu dengan mengambil napas dan menahannya selama sepuluh detik. Jika berhasil melakukannya tanpa terbatuk, lelah, dan merasa sakit pada dada, itu artinya kita tidak terpapar COVID-19 karena tidak ada tanda fibrosis pada paru-paru.  

Faktanya cara ini salah kaprah. Virus corona hanya bisa dideteksi dengan tes medis yang dilakukan di rumah sakit, tidak bisa dilakukan sendiri. Apalagi oleh orang awam. Stanford University yang juga disebut dalam pesan broadcast tersebut menampik bahwa tip itu berasal dari mereka. Lisa Kim dari Stanford Health Care mengatakan bahwa itu adalah nasihat yang tidak perlu dilakukan. 

2. “Virus corona bisa dibunuh dengan minum air hangat”

Salah Besar, 8 Hoaks Pencegahan Virus Corona Ini Jangan Kamu Percayaiakademiazdrowiamuszynianki.pl

Bersamaan dengan pesan hoaks di atas, disebutkan pula bahwa minum air hangat atau air garam bisa membunuh virus corona yang ada di dalam tubuh kita. Bahkan ada pula pesan yang menyarankan agar kita minum setiap 15 menit sekali. 

Sebenarnya tip tersebut bagus untuk kesehatan, tetapi tentu tidak bisa membunuh virus corona, apalagi yang sudah masuk ke dalam tubuh. Kenapa seperti itu? Berikut ini penjelasan dari Dr. Faheem Younus, kepala bidang penyakit menular dari University of Maryland:

“Virus mungkin saja masuk melalui tenggorokan tapi ia akan berpenetrasi ke dalam sel inang. Kamu tidak bisa membilasnya dengan air. Minum air yang terlalu banyak hanya akan membuatmu sering ke toilet,” kata Younus melalui akun Twitternya. 

3. “Minum antibiotik bisa membunuh virus corona”

Salah Besar, 8 Hoaks Pencegahan Virus Corona Ini Jangan Kamu Percayaimedicalnewstoday.com

Berikutnya adalah rumor mengenai antibiotik yang menurut kabar bisa membunuh virus corona. Lagi-lagi tip kesehatan ini beredar di media sosial dan aplikasi chatting. Sumbernya pun tidak diketahui dari mana. 

Perlu diketahui bahwa antibiotik adalah obat untuk membunuh bakteri. Sedangkan COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Jadi keduanya sama sekali tidak berhubungan. Bahkan World Health Organization (WHO) sendiri mengklarifikasi rumor yang menyesatkan ini. 

Antibiotik tidak bisa digunakan sebagai cara pencegahan maupun pengobatan untuk COVID-19. Namun jika ada orang yang mendapatkan antibiotik saat opname gara-gara penyakit tersebut, kemungkinan ada infeksi bakteri tambahan di tubuhnya. 

4. “Konsumsi bawang putih baik untuk mencegah COVID-19”

Salah Besar, 8 Hoaks Pencegahan Virus Corona Ini Jangan Kamu Percayainova.bg

Berikutnya ada pula anjuran untuk memperbanyak konsumsi bawang putih untuk mencegah penularan virus corona, karena bahan makanan tersebut bisa memperlambat pertumbuhannya di dalam tubuh. Akibatnya, ada seorang wanita Tiongkok yang dilarikan ke rumah sakit setelah mengonsumsi bawang putih mentah sebanyak 1,5 kilogram.

Lagi-lagi, klaim tersebut sebenarnya keliru. Bawang putih mampu memperlambat pertumbuhan bakteri, bukan virus. Makanan ini memang baik untuk kesehatan dan memiliki sifat antimikroba. Akan tetapi tidak ada bukti medis bahwa ia bisa melawan virus corona.

Baca Juga: Berapa Lama Virus Corona Bertahan di Benda-benda? Ini Penjelasannya!

5. “Konsumsi satu pisang sehari bisa membuat virus corona pergi”

Salah Besar, 8 Hoaks Pencegahan Virus Corona Ini Jangan Kamu Percayaicondecdn.net

Sebuah video pendek beredar di Twitter pada pertengahan Maret lalu dengan narasi “Have a banana a day, keep coronavirus away”. Pesan ini pun dilanjutkan ke berbagai aplikasi chatting dan media sosial lainnya. Namun apakah benar bahwa pisang bisa mencegah infeksi virus corona?

Jawabannya keliru. Pisang memang merupakan buah yang baik dikonsumsi untuk meningkatkan sistem imun. Namun hingga saat ini belum ada penelitian khusus yang membuktikan bahwa buah tersebut bisa melawan virus corona. 

6. “Bawang merah punya kemampuan menyerap virus corona, taruhlah potongannya di setiap sudut ruangan”

Salah Besar, 8 Hoaks Pencegahan Virus Corona Ini Jangan Kamu Percayainicolemccarternd.com

Beredar kabar melalui grup WhatsApp yang mengatakan dokter asal Tiongkok menemukan bahwa bawang merah mampu mengikat virus corona. Jadi, pesan tersebut menyarankan agar masyarakat menggantungkan potongan-potongannya di setiap sudut ruangan. 

Lagi-lagi, informasi tersebut adalah hoaks. Menurut National Onion Association (NOA), tidak ada bukti ilmiah yang mengatakan bahwa potongan bawang merah bisa menyerap kuman dan virus atau meredakan udara dari racun. Mereka menambahkan bahwa ini bukanlah pertama kalinya bawang merah dijadikan objek hoaks. 

7. “Arahkan hair dryer ke dalam hidung untuk membunuh virus corona”

Salah Besar, 8 Hoaks Pencegahan Virus Corona Ini Jangan Kamu Percayaipcdn.co

Berikutnya, terdapat video berdurasi enam menit yang mengatakan bahwa hawa panas dari hair dryer mampu membunuh virus corona. Cukup arahkan alat tersebut ke lubang hidung. Rumor yang satu ini sangat berbahaya jika benar-benar dilakukan. 

Hair dryer jelas tidak bisa membunuh virus apa pun, termasuk virus corona. Dilansir dari The New York Times, Faheem Younus mengatakan bahwa tindakan ini hanya akan membuat bakteri baik dalam hidung kebingungan dan tidak bisa menyaring udara dengan baik. 

8. “Mandi di air panas bisa mencegah infeksi virus corona”

Salah Besar, 8 Hoaks Pencegahan Virus Corona Ini Jangan Kamu Percayaimedicalnewstoday.com

Sebelumnya, beredar pula kabar bahwa virus corona tidak tahan terhadap panas, mereka akan mati di suhu tinggi. Itulah kenapa banyak orang yang menginisiasi mandi di air panas untuk mencegah infeksi virus tersebut. 

Namun cara tersebut juga keliru. WHO mengatakan bahwa air panas tidak akan membunuh virus corona yang ada di dalam tubuh kita. Langkah ini akan membahayakan jika kita menggunakan air yang benar-benar mendidih untuk mandi. 

Itulah beberapa hoaks tentang pencegahan virus corona yang banyak beredar. Dengan banyaknya hoaks yang beredar, kamu wajib menyaring informasi secara tepat. Lakukan verifikasi sebelum share, ya!

Baca Juga: Menurut Riset, Golongan Darah O Lebih Kebal terhadap Virus Corona

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya