Comscore Tracker

Fakta dari WHO, Tertular Virus Corona meski Tidak ke Tiongkok 

Hewan liar juga bisa menjadi media penularan

Wabah virus corona hingga kini masih belum teratasi. Sejak menyebar pertama kali pada akhir Desember 2019, hingga kini lebih dari 80 ribu orang terinfeksi dan 2.765 di antaranya meninggal dunia. 

Banyaknya korban yang terjangkit virus corona, karena virus tersebut bisa menyebar dengan cepat layaknya penularan yang mirip seperti flu. Penderita bisa tertular dari udara, cairan tubuh orang yang terinfeksi, hingga makan makanan yang terkontaminasi. 

Bahkan, ada kemungkinan penularan virus corona bisa terjadi walaupun kita tidak bepergian ke Tiongkok. Inilah faktor yang berpotensi menjadikannya pandemi di seluruh dunia. 

Namun bagaimana hal itu terjadi? World Health Organization (WHO), baru saja merilis cara penularan dan pencegahan virus di lingkungan kerja, yang bisa diterapkan di manapun. Berikut ini sejumlah alasan kenapa kita bisa tertular walaupun tidak pergi ke Tiongkok, lokasi sumber virus!

1. Terdapat orang yang tertular di sekitarmu

Fakta dari WHO, Tertular Virus Corona meski Tidak ke Tiongkok resources.matcha-jp.com

Alasan pertama yang bisa membuat kita tertular adalah tidak menyadari bahwa ada orang yang terinfeksi virus corona di sekitar. Transmisi yang mungkin terjadi pun beragam. Bisa melalui udara, cairan tubuh yang keluar saat batuk atau bersin, hingga melalui kontak langsung dengan pasien.

Berdasarkan rilis dari WHO, ketika seseorang yang menderita COVID-19 batuk atau mengembuskan napas, mereka melepaskan tetesan cairan yang terinfeksi. Sebagian besar tetesan ini jatuh pada permukaan dan benda-benda di dekatnya - seperti meja, meja, atau telepon.

Orang-orang dapat terkena COVID-19 dengan menyentuh permukaan atau benda yang terkontaminasi - dan kemudian menyentuh mata, hidung atau mulut mereka. Jika mereka berdiri dalam jarak 1 atau 2 meter dari seseorang dengan COVID-19, mereka dapat menangkapnya dengan menghirup tetesan batuk atau diembuskan oleh mereka.

Dengan kata lain, COVID-19 menyebar dengan cara yang mirip dengan flu.

2. Kamu baru saja bepergian ke negara lain yang terinfeksi

Fakta dari WHO, Tertular Virus Corona meski Tidak ke Tiongkok abcnews.com

Kemungkinan kedua adalah kamu baru saja pulang dari negara lain yang telah terinfeksi virus corona. Contohnya Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, hingga Korea Selatan. Bahkan sudah ada sejumlah korban meninggal di luar Tiongkok. 

Hingga saat ini, virus tersebut sudah menginfeksi 39 negara di seluruh dunia. Maka dari itu, traveling ke luar negeri di kondisi seperti ini bukanlah tindakan yang bijak mengingat kamu bisa tertular dengan mudah.

3. Kamu mengonsumsi atau kontak dengan hewan yang membawa virus

Fakta dari WHO, Tertular Virus Corona meski Tidak ke Tiongkok hurimg.com

Hewan liar yang membawa virus juga bisa menyebabkan penularan, yakni dengan melalui kontak dan konsumsi hewan pembawa virus itu. Hewan yang diduga menjadi carrier virus corona adalah kelelawar, trenggiling, dan ular.

Sebaiknya kamu hindari dulu mengonsumsi hewan-hewan liar tersebut, jika sebelumnya mengonsumsi hewan tersebut. Pasalnya, peluang untuk tertular melalui kontak tersebut cukup besar. Apalagi kita tak bisa memastikan hewan tersebut bersih dari virus corona.

Baca Juga: Rilis WHO: Ini 7 Cara Hindari Penyebaran Virus Corona di Tempat Kerja

4. Ada kemungkinan virus menyebar tanpa menimbulkan gejala

Fakta dari WHO, Tertular Virus Corona meski Tidak ke Tiongkok npr.org

Salah satu keunggulan virus adalah ia bisa menginfeksi seseorang tanpa menimbulkan gejala tertentu. Namun di tahap itu, mereka bisa menyebar lagi ke orang lain. Fenomena ini disebut dengan penyebaran asimtomatik. 

Dilansir dari NBC News, virus flu dan rhinovirus (pilek) bisa melakukan hal itu. Penyebaran asimtomatik memang tidak signifikan dan berbahaya layaknya penularan biasa. Namun jika ini yang terjadi, kita tak bisa mendeteksi sampai sejauh mana virus tersebut menyebar.

Penyebaran secara diam-diam ini memang masih diteliti lebih lanjut. Untungnya selama ini, keluarga virus corona tidak terbukti mampu melakukannya. 

5. Ada kemungkinan virus menyebar melalui kotoran manusia

Fakta dari WHO, Tertular Virus Corona meski Tidak ke Tiongkok nyt.com

Cara lain dari penyebaran virus adalah melalui kotoran manusia, atau yang dikenal sebagai transmisi fecal-oral. Lalu apakah Covid-19 juga bisa melakukannya? 

Menurut studi terbaru dari Chinese CDC, peneliti menemukan bahwa terdapat virus corona yang masih hidup di kotoran pasien. Ini artinya, ada kemungkinan virus bisa menyebar secara fecal-oral.

Jika cara transmisi ini terbukti benar, maka virus corona bisa menyebar seperti kolera. Melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi, udara, hingga bersalaman dengan pasien. Namun peneliti masih belum bisa memastikannya.

Fakta dari WHO, Tertular Virus Corona meski Tidak ke Tiongkok Cara pencegahan virus corona dan nomor penting yang bisa dihubungi terkait virus Corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Sebagian besar orang yang terinfeksi COVID-19 mengalami gejala ringan dan sembuh. Namun, beberapa pergi untuk mengalami penyakit yang lebih serius dan memerlukan perawatan di rumah sakit. Risiko penyakit serius meningkat dengan bertambahnya usia: orang di atas 40 tampaknya lebih rentan daripada mereka yang di bawah 50. Orang dengan sistem kekebalan yang lemah dan orang dengan kondisi seperti diabetes, penyakit jantung dan paru-paru juga lebih rentan terhadap penyakit serius.

Melihat cara penularannya yang beragam, kita harus melakukan upaya terbaik untuk mencegah penularan. Di antaranya dengan mengenakan masker khusus ketika sedang ke luar ruangan, selalu menjaga kebersihan, minum suplemen imun, dan lain-lain. Semoga kita terhindar dari wabah ini, ya!

Baca Juga: Begini 5 Cara dan Tahap Penularan Virus Corona pada Manusia, Waspada!

Topic:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya