Comscore Tracker

Bisa Airborne, 7 Cara Cegah Penularan COVID-19 di Dalam Ruangan

Virus rentan menyebar di ruang tertutup

Setelah sebelumnya menyatakan virus corona tak menyebar lewat udara, Badan Kesehatan Dunia (WHO) akhirny mengakui bukti yang dipaparkan ilmuwan tentang penyebaran airborne dari SARS-CoV-2, penyebab COVID-19.

WHO juga menambahkan penularan virus corona secara airborne lebih mudah terjadi di dalam ruangan. Terutama pada ruangan yang tertutup, sempit, dan ramai.

Ini karena sirkulasi udara tidak berjalan dengan lancar di ruang tertutup. Virus yang ada di dalam ruangan pun akan menetap di sana. Alhasil, virus bisa terhirup, menempel di wajah, atau permukaan benda yang sering disentuh banyak orang.

Nah, jika sering beraktivitas di dalam ruangan yang tertutup dan cukup ramai, kamu perlu waspada. Namun, gak perlu takut berlebihan. Ini dia beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk meminimalkan penularan COVID-10 di dalam ruangan.

1. Pastikan ruangan memiliki ventilasi yang memadai

Bisa Airborne, 7 Cara Cegah Penularan COVID-19 di Dalam Ruanganarchitizer.com

Sistem ventilasi yang baik diperlukan virus tidak terus-terusan berdiam di dalam ruangan. Jika sirkulasi udara baik, virus yang mungkin terjebak di ruangan bisa bergerak ke udara bebas, sehingga meminimalkan penularan.

Coba bayangkan, kamu berada di ruangan yang tertutup bersama dengan sepuluh orang lainnya. Tanpa kamu sadari, tiga di antaranya ternyata menjadi pembawa virus corona. Ketika mereka berbicara, batuk, atau bersin, droplet akan keluar dan menggantung di udara.

Berdasarkan penelitian yang terbit dalam jurnal "Environment International" volume 42, seperti dikutip dari laman sciencedirect.com, SARS-CoV-2 bisa bertahan di udara selama lebih dari satu jam. Nah, dalam kurun waktu tersebut, virus bisa berkeliaran di udara menginfeksi orang-orang yang masih sehat.

Bagaimana caranya agar ruangan memperoleh sirkulasi udara yang baik? Buka semua jendela yang mengarah ke luar, begitu pula dengan pintu, dan ventilasi lainnya.

2. Hindari resirkulasi udara

Bisa Airborne, 7 Cara Cegah Penularan COVID-19 di Dalam Ruanganbt-sa.co.za

Masih dilansir dari sciencedirect.com, ada penelitian yang merekomendasikan untuk mengurangi udara resirkulasi di dalam ruangan demi mencegah penyebaran virus corona.

Pada pendingin ruangan atau AC, terdapat dua mode yang bisa dipilih, yakni resirkulasi atau mengambil udara dari luar. Resirkulasi umumnya dipilih agar lebih hemat listrik dan mudah dingin. Namun, hal ini bisa meningkatkan penyebaran virus di dalam ruangan.

Resirkulasi membiarkan udara yang ada di ruangan tetap berada di dalam, dan AC membantu mengalirkannya ke seluruh sudut ruangan. Dengan begitu, virus akan ikut terbawa udara dan berkeliling dari satu orang ke orang lain. Risiko paparan virus pun semakin tinggi.

3. Letakkan alat pembersih udara

Bisa Airborne, 7 Cara Cegah Penularan COVID-19 di Dalam Ruanganlearn.allergyandair.com

Menambahkan alat pembersih udara, seperti air purifier, juga membantu meminimalkan penularan COVID-19. Alat ini memang tidak bisa membunuh virus yang ada di udara. Namun, setidaknya alat tersebut mampu mengurangi jumlah partikel asing yang berseliweran di dalam ruangan.

Baca Juga: Pakar UGM: 5 Cara Efektif Menjaga Imunitas Tubuh saat Pandemik Corona

4. Kurangi jumlah orang di dalam ruangan

Bisa Airborne, 7 Cara Cegah Penularan COVID-19 di Dalam Ruanganleightonbuzzardonline.co.uk

Selain memperbaiki sirkulasi udara dalam ruangan, jumlah orang yang menempatinya juga harus dikurangi. Sesungguhnya ini merupakan penerapan konsep physical distancing.

Jika biasanya sebuah ruangan di kantor diisi oleh 50 orang, untuk mencegah penularan COVID-19 setidaknya kapasitas harus berkurang setengahnya. Dengan begitu, setiap orang bisa jaga jarak aman satu sama lain.

Tak hanya itu, dengan mengurangi jumlah orang di dalam ruangan, konsentrasi virus yang tersebar di udara juga bisa berkurang. Dengan begitu, risiko paparan dan penularan SARS-CoV-2 secara airborne bisa diminimalkan. 

5. Setiap orang harus menjaga jarak aman minimal dua meter

Bisa Airborne, 7 Cara Cegah Penularan COVID-19 di Dalam Ruanganunsplash.com/Tim van der Kuip

Menyambung poin sebelumnya, penting pula untuk memberikan jarak antara satu sama lain. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyarankan jarak antarpekerja minimal dua meter.

Namun, sebenarnya dengan adanya bukti transmisi airborne, ada baiknya untuk memperlebar jarak terebut.

Contohnya di ruangan kantor. Ada baiknya jika setiap pekerja duduk secara zig-zag. Tujuannya agar ketika berbicara, droplet tidak langsung mengenai wajah orang lain.

Penting pula untuk memberikan jarak antara setiap meja. Namun, jika ruangan terlalu kecil, perusahaan sebaiknya mempertimbangkan sistem shift agar physical distancing tetap terjaga.

6. Setiap orang harus pakai masker, face shield, dan proteksi lainnya

Bisa Airborne, 7 Cara Cegah Penularan COVID-19 di Dalam Ruanganunsplash.com/Engin Akyurt

Seperti anjuran dari WHO dan CDC, setiap orang wajib hukumnya untuk menggunakan masker. Efektivitasnya memang sulit untuk diukur secara pasti. Namun, masker dapat menghindarkan kamu dari cipratan droplet, sekaligus menghalau partikel virus di udara untuk masuk ke dalam hidung. 

Sebagai proteksi tambahan, kamu juga bisa menambahkan face shield, kacamata, sarung tangan, dan alat proteksi lainnya sesuai kebutuhan. Alat-alat tersebut tak hanya dapat melindungi dirimu sendiri, tapi juga orang lain yang ada di sekitar.

7. Hindari kontak dekat dengan orang lain

Bisa Airborne, 7 Cara Cegah Penularan COVID-19 di Dalam Ruanganunsplash.com/Brook Cagle

Terakhir, sebisa mungkin hindari kontak dekat dengan orang lain di tempat publik. Hal ini meliputi nongkrong, ngobrol, dan semua interaksi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

Mengutip dari elpais.com, semakin lama dan intens kontak dekat tersebut, semakin besar pula kemungkinan virus untuk menyebar melalui udara di sekitar kamu. Terlebih, kita, kan, tidak tahu siapa saja yang menjadi carrier dari SARS-CoV-2. Ingat, orang yang terlihat sehat di luar juga bisa menularkannya. 

Lewat cara-cara di atas, penyebaran COVID-19 secara airborne bisa diminimalkan. Jangan lupa juga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan seperti rajin cuci tangan dan menghindari tempat ramai. Kalau tidak mendesak, lebih baik di rumah saja, deh!

Baca Juga: Berapa Lama Virus Corona Bertahan di Benda-benda? Ini Penjelasannya!

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya